JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Perbanyak Inpari-31 di Kabupaten Minahasa

Tondano Selatan, 3 September 2019.--- Kementerian Pertanian terus berkomitmen mendorong produktivitas padi untuk ketersediaan, ketahanan dan kedaulatan pangan bagi bangsa Indonesia. Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian terus melakukan inovasi teknologi untuk menemukan varietas-varietas tahan hama, rasa enak dan produktivitas tinggi, untuk pelaku utama (petani) sebagai ujung tombak kedaulatan pangan bangsa.

Menurut kepala Balibangtan BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir.Yusuf,MP., bahwa: di tahun ini (2019) BPTP Sulut akan mengembangkan padi varietas unggul Inpari-31 yang sudah adaptif di Sulawesi Utara dan diminati petani karena keunggulan Varietas Inpari-31 ini. Karena benih memegang peran penting dalam peningkatan hasil produksi pertanian.

Lanjut Yusuf, BPTP Sulawesi Utara, akan memproduksi sebanyak 7 ton. Produksi varietas Inpari-31 kelas Stock Seed (SS) yang benihnya, didatangkan dari Balai Penelitian Padi Sukamandi, dan akan diperbanyak menjadi Benih Sebar (BS), untuk berkontribusi pada petani Sulawesi Utara di tahun 2020 nanti, kata Yusuf.

Ditempat lain, Dr.Conny Manopo, saat memberikan keterangan di lokasi penanaman mengatakan bahwa: Varietas Inpari-31 kelas SS, dikembangkan bekerjasama dengan kelompok tani Katumpaan kelurahan Koya di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.

Lanjut Manoppo, penempatan di lokasi Tondano Selatan, berdasarkan pengalaman petani penangkar mitra kita, Noldy Kojongian, yang juga sebagai ketua kelompok Katumpaan. Beliau yang sering bekerjasama dalam produksi benih padi dan tanaman lainnya. Juga di hamparan beliau memenuhi syarat karena ketersediaan air cukup walau dalam cengkraman panas seperti sekarang ini. Karena lokasi berada di pesisir danau Tondano, tutup Manoppo.

Sementara Kadis Pertanian Minahasa, Jetty Roring,SP., saat dihubungi terkait dengan kegiatan produksi benih ES di wilayah kerjanya, mengapresiasi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, melaksanakan perbanyakan benih padi Inpari-31 di Minahasa. Menurut beliau, dengan kebutuhan benih berkualitas oleh petani, dan menjadi kendala serta mengganggu waktu tanam karena ketersediaan benih unggul kurang, maka kegiatan ini adalah solusi bagi petani di musim tanam berikut.

Untuk itu,lanjut Roring beliau sudah memerintahkan stafnya yang membidangi Alsin, untuk memberikan bantuan pompa air, untuk memiliminer cengkraman iklim panas. Alasan beliau di daerah lokasi perbanyakan memang tersedia air, namun saluran primernya relative agak dibawah dari sawah. Untuk itu saya sudah sampaikan pada Arnold C. Turang, penyuluh BPTP untuk segera berkomunikasi dengan pak Ir. Hengky Wulur, guna kelancaran kegiatan produksi benih ini.

Pelaksanaan penanaman padi pada luasan 2 ha. yang dimulai hari ini, menuru Noldy Kojongian, akan dilaksanakan sampai 3 hari kedepan. Kegiatan yang didapingi oleh Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Arnold C.Turang,SP. yang juga sebagai Liaison officer (LO) Minahasa, Ir. Jeanneke Wowiling, Ahli Penyuluh Utama di  Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, Penyuluh Pertanian Ahli Muda Fidelia Mangkey,SP dan Wisye Rumayar, SP. Serta Penanggung Jawab Kegiatan Dr.Conny Manoppo, MSi.(*artur)