JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Purna Bakti Adalah Awal Pengabdian Pada Masyarakat

 

Kalasey, 29 Agustus 2019.---Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, melaksanakan acara Purna Bakti Penyuluh Pertanian Madya, atas nama Ir. Rusiadi Djuri. Dr.Yusuf, dalam sambutan menguraikan bahwa: Purna Bakti bukan ahir dari segala karier, namun itu adalah awal dari kita mengabdikan ilmu pengetahuan dan kepakaran kita pada masyarakat.

Lanjut Yusuf, Bila sebelumnya kita dibatasi ruang pelayanan kita di institusi kita, maka saat ini kita buka dan awali pengabdian kita pada masyarakat.Untuk itu, mari di maknai akan hari ini, sebagai awal dari pak Ir.Rusiadi Djuri untuk membuka layanan kepada masyarakat umum. Kepakaran dan pengalaman selama ini, kita update adaptasikan dengan kondisi kekinian di revolusi industry 4.0.

Saya apresiasi inisiasi teman-teman penyuluh pertanian di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, yang menorehkan sejarah baru di BPTP. Betapa tidak, karena biasanya kita ikuti orasi ilmiah professor riset, namun saat ini kita hadiri Orasi Purna Tugas Penyuluh Pertanian. Ini sebagai entri point dari getaran revolusi industry 4.0 dan memasuki revolusi industry 5.0. dimana peningkatan sumberdaya kedapan yang semakin presisi dan inovativ menghadapi zaman yang terus bergeser ke era disrupsi.

Yusuf, dalam kesempatan ini juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian selama 33 tahun dari Ir. Rusiadi Djuri. Demikian juga dengan keluarga yang hadir, Yusuf menyapa dan menyampaikan terima kasih. Dalam keyakinan kita semua, tidak ada yang sempurna, yang sempurna hanyala Allah Tuhan kita, dan kita tidak luput dari hilaf. Untuk itu atas nama seluruh ASN Balitbangtan dan BPTP Sulawesi Utara, saya mohon maaf kehilafan dan berterima ksaih atas pengabdiannya dan selamat menapaki pengabdian pada masyarakat. Teruskan kreativitas dan inovasi sesuai kepakaran saudara, tutup Yusuf mengahiri sambutannya.

Di tempat yang sama, Ir.Rusiadi Djuri, saat mengorasikan pengalaman ketika meniti karier di Proyek Informasi Pertanian (PIP), balai Informasi Pertanian (BIP) sampai marger denga Balitbangtan. Dinamika pengalaman beliau yang diuraikan dengan sedikit tersendat dan mengusap air mata bahagia, karena keharuan beliau mengenang masa-masanya yang pahit bercampur aduk indah bersama teman kerja dan user yang beliau layani sebagai penyuluh pertanian.

“Kami diangkat pertama kali menjadi PNS di PIP, tahun 1988. Ku kenang saat itu, dengan berat kami harus datang di kantor Kalasey, walau saat itu kantor yang gersang dengan bagunan yang ada. Namun sebagai seorang Sarjana Pertanian saat itu, adalah malu bila belum bekerja. Itu saya lakoni dan syukur alhamdulila itulah anugerah Allah bagiku yang harus aku jalani, hingga saat ini, saya pension di kantor ini dan saat ini sudah menjadi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara. terima kasih Kementerian Pertanian Balitbangtan, atas penerimaannya,kini aku akan mengahiri masa baktiku dan akan membagikan pengabdianku pada masyarakat”

Mengahiri orasi purna tugas penyuluh pertanian, Rusiadi mengajak para penyuluh senior dan adik-adinya penyuluh pertanian: “ Lakukan perubahan dan teruslah berinovasi sesuai tag line kita Science Innovation Network, teruslah berinovasi karena inovasi tanpa batas. Anda harus siap untuk berubah dan mengadakan perubahan, bila kita hanya bereaksi terhadap perubahan itu, maka anda sudah terlambat. Karena kitalah agen perubahan yang harus melakukan perubahan itu. Sebagai penyuluh pertanian kita punya prinsip “ one step ahead”, satu langkah lebih maju sehingga apabila ada perubahan kita sudah siap lebih dahulu.

Purna tugas saya anggab bukan akhir segalanya, bersama kita jaga dan jalin tali silaturahim persaudaraan dan persahabatan kita, semoga Allah meridhoi semua ini. Amin Yarabbal Alamin, dan saya pamit tugas bersama Billahi taufik walhidaya, Asalammualaikum War.Wab. Sayalom, tutup Rusiadi, mengahiri orasinya.

Sementara PLT Kasubag Tata Usaha Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, Haerani,SE. saat membacakan surat keputusan purna tugas menjelaskan bahwa: di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, untuk tahun ini ada 4 ASN yang memasuki purna tugas, masing-masing: Ir. Gibson G. Taroreh, (Penyuluh Pertanian), Robby I. Pangemanan (Sopir), dan Jotje Patilima (pengadministrai umum) dan Ir. Rusiady Djuri sebagai Penyuluh Pertanian Madya.

Ir. Felix Wowor,MSi., selaku ketua Perhiptani Sulawesi Utara, didampingi sekretarisnya Ir. Sugeng Irianto, memberikan apresiasi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Yusuf, MP. karena menurut mereka, kegiatan seperti ini langka dan barangkali pertama di Indonesia. Ini satu inisiasi dan ukiran prestasi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara. memang BPTP sumber inovasi bagi kami penyuluh di Sulawesi Utara, tutup Wowor.

Hadir dalam kegiatan ini, mantan kepala BPTP Biromaru Ir. Adolf Mangkey bersama ibu, Mantan Penyuluh Ir. Frans Rumondor, Ketua Perhiptani, Sekretaris Perhiptani, Ketua-ketua Kelji, Penyuluh Peneliti dan teknisi litkayasa Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, (*Artur)