JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Opal Balitbangtan Sulawesi Utara Panen Kangkung Organik

Kalasey,19 Agustus 2019.---Agenda kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara pagi ini, adalah melaksanakan panen perdana kangkung air (Ipomoea aquatica) organic, di Laboratorium Diseminasi (Labdis), Balitbang BPTP Sulawesi Utara.

Menurut Dr.Ir.Yusuf, MP. saat dihubungi, beliau menguraikan bahwa: kegiatan ini sebagai entry point Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara dalam menghilirderaskan percepatan penganekaragaman konsumsi pagan, melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan kantor, yang kami diseminasikan di Labdis.

Yusuf mengutip Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, tentang Pangan. Pada Pasal 60 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan local guna mewujudkan hidup sehat, aktif dan produktif.

Lanjut Penulis buku Agribisnis dengan Supplay Chain Management-nya; dalam hal penganeka ragaman konsumsi pangan, lanjut Yusuf, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana dalam Pasal 26 mengamanatkan bahwa: upaya penganeka ragaman pangan, salah satunya dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, termasuk pekarangan kantor.

Untuk itu, dilahan pekarangan kami, dengan luas sekitar 0,5 ha kami laksanakan Diseminasi Obor Pangan Lestari (Opal). Metode yang kami laksanakan, dengan membagi pada kelompok pengkaji (Kelji) lahan yang ada, untuk diberdayakan sesuai dengan kepakaran teman-teman, sambil mengintroduksi derasnya revolusi industry ke-empat.

Lanjut Yusuf, dengan kegiatan Opal ini, diharapkan Diseminasi inovasi teknologi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara khususnya dan Balitbangtan Kementerian Pertanian pada umumnya akan semakin bergema. Dengan melihat, tetangga dan pengunjung kami harapkan dapat mengintroduksi inovasi teknologi yang kami diseminasikan.

Saya tegaskan pada para pengkaji, bahwa kita kurangi bicara, dan perbanyak aksi lapangan, terutama di Labdis. Selanjutnya identifikasi permasalaha produksi komoditas yang di diseminasikan, kemudian diformulasi serta dihilirkan melalui media on line. Itu introduksi inovasi kita di revolusi industry ke empat ini.

Masih di tempat yang sama,Yusuf melanjutkan melaksanakan panen perdana tanaman kangkung yang dikembangkan oleh Kelji Sumberdaya. Pada kolam yang ekstrim airnya, dengan kepakaran Kelji Sumber Daya, mereka berhasil menyulap kolam menjadi tanaman kangkung air yang sehat.

Menurut Ir. Paul C. Paat, MP, Ahli Peneliti Utama Peternakan dan sebagai ketua Kelji Sumberdaya, bahwa Opal sebagai program Nasional Kementerian Pertanian,maka di tingkat UPT, harus mendukung dan berkontribusi. Gebrakan kepala Balai, bahwa kegiatan ini tidak hanya dikelola oleh sekelompok orang saja, tapi harus terpadu. Sehingga di kelji kami juga digerakkan untuk melakukan pengolahan lahan yang ekstrim, namun Puji Tuhan, hari ini kepala Balai sudah dapat melakukan panen, tutup Paat.

Menurut coordinator Labdis Ir. Gabriel H. Joseph, MSc. Sesuai yang direncanakan, kegiatan teman-teman akan kami agendakan untuk penilaian kerjasama tim Kelji, dalam memberdayakan Labdis sesuai kebun masing-masing. Soal yang akan menjadi penilai, dari kita-kita saja setiap Kelji mengutus perwakilan penilai dan sebagai posisi penilai netral kepala balai, tutup Joseph.

Panen yang dihadiri oleh ketua-ketua Kelji dan TU, serta perwakilan beberapa anggota kelji, terlaksana dengan baik. Dan hasil panen langsung dijemput oleh pembeli yang dikontak secara on line (*artur).

sumber: Humas-PPID