JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi Deiseminasi Inovasi Teknolog Bagi Pelaku Antara dan Pelaku Usaha dan Penggerak Pertanian di Sulawesi Utara

 

Minahasa Selatan, Agustus 2019.---Terobosan Kementerian Pertanian (kemtan) menyatukan fungsi Penyuluhan Pertanian (PP) dan Penelitian dalam suatu lembaga riset (1994. Kehadiran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, sebagai ujung tombak penderas hiliran Inovasi Teknologi di daerah, mempercepat proses hilirisasi inovasi teknologi ke pengguna teknologi.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementan, peran BPTP sangat strategis memperkuat Research Ekstension Farmer Lingkage di daerah, urai Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. saat pembukaan kegiatan Bimtek Peningkatan Komunikasi, Koordinasi dan Diseminasi Inovasi Teknologi di Desa Lindangan Tompaso Baru, Minahasa Selatan.

Fungsi BPTP sebagai lembaga penelitian, pengkajian dan diseminasi serta mengemban fungsi penyuluhan dan sebagai jembatan /penghubung (Bridging) kebijakan pertanian pusat dengan pemerintah daerah, tutup Yusuf.

Guna mewujudkan penyuluhan pertanian yang tangguh, dan handal dalam berkontribusi dalam globalisasi dan mengintroduksi inovasi teknologi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi basis on line di revolusi industry ke empat. Bertalian dengan itu pada (7/8/’19), Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan Peningkatan Komunikasi Koordinasi dan Diseminasi Inovasi Teknologi Balitbangtan melalui Bimbingan Teknis dan Gelar Teknologi hasil-hasil Litkaji.

Menurut Ir.Mardiana dan Ir.Jemmy Wenas, selaku panitia menjelaskan bahwa: 1). kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan profesionalisme penyuluh pertanian, 2). Meningkatkan Sinergi program/kegiatan Penelitian dan pengkajian (Litkaji) dan diseminasi dengan penyuluh pertanian, 3). Mempercepat arus informasi dan hilirisasi inovasi teknologi pertanian hasil litkaji dan 4). Untuk mendapatkan umpan balik dalam penyempurnaan inovasi dan metode diseminasi.

Lanjut Mardiana, sasaran kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penyuluh pertanian provinsi maupun daerah serta meningkatkan kinerja diseminasi inovasi pertanian.

Materi dalam kegiatan ini diformulasi dalam presentase masing-masing dengan judul: 1).Pakan Berimbang Berbasis Jerami Padi dan Konsentrat Lokal untuk Sapi Potong, 2). Inovasi Teknologi Perbanyakan Pala melalui Top Grafting (sambung pucuk), 3). Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani, 4). Program Kebijakan BPTP Sulawesi Utara, 5).Agribisnis Pertanian Berbasis TIK di Era Revolusi Industri Ke Empat (four poin zero),6). Peran Dinas Pertanian terhadap Peningkatan SDM Penyuluh Pertanian dan Praktek Lapangan.

Kegiatan yang diikuti oleh 54 peserta terbagi pad wilayah : Penyuluh kabupaten Minahasa Selatan 8 orang, Penyuluh Kota Kotamobagu 4 orang, Penyuluh kabupaten Boltim 5 orang, Penyuluh kab Mitra 5 orang, Penyuluh Dinas Provinsi Sulut 2 orang, Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulut 2 orang, Peneliti Balitbangtan Sulut 2 orang, Panitia pelaksana 26 orang.

Kadis Pertanian Minahasa Selatan yang diwakili oleh Kabid Peternakan dr.Hewan Ketut Arta,SKH. Mengapresiasi pemerintah pusat melalui Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, mempercayakan kegiatan dilaksanakan di Minahasa Selatan. Harapnya agar peluang ini ditangkap untuk pengembangan peternakan sapi di Sulawesi Utara.

Lanjut Arta, apa lagi Sulawesi Utara telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai sentra produksi Sapi Ongole Peranakan (PO). Keuntungan ini harus kita tangkap dan kembangkan, karena dengan demikian kita di Sulawesi Utara menjadi rujukan untuk daerah lain yang akan mengembangkan sapi PO.

Kegiatan berlangsung selama sehari penuh, dengan pemaparan materi presentase dan praktek lapangan (* Arnold)