JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara Mendukung Pilot Project Kawasan Pala Berbasis Korporasi di Kabupaten Minahasa Utara dengan Inovasi Teknologi

Kalasey, 26 Juni 2019.---Sesuai undangan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, surat nomor B.1331/RC.040/A.1/5/2019 tanggal 2 Mei 2019, yang ditunda pelaksanaannya pada tanggal 24-25 Juni 2019 tentang pelaksanaan kunjungan lapangan dan Fokus Group Discussion (FGD) pengembangan Kawasan Perkebunan melalui Pilot Project Pala di Kabupaten Minahasa Utara. dan dilaksanakan di Lagoon Hotel dan Kunjungan Kelapangan.

Kegiatan ini langsung dimoderatori oleh Direktur Prelindungan Tanaman, Drs. Dedy Gunady, BSc,. Setelah memberikan pembingkaian kegiatan dan menguraikan potensi Sulawesi Utara dan lebih khusus Minahasa Utara yang akan menjadi pelaksana kegiatan Pilot Project Pala.

Lanjut Dedy, dari 6 daerah penghasil pala di Indonesia masing-masing: Aceh, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara dan Papua, pala Sulawesi Utara dengan luasan 10,7 dari total pala Indonesia, di Minahasa Utara ada 2.192 ha atau sekitar 9,8 % dari Sulawesi Utara. Produksi pala Sulut sekitar 10,46 dari total produksi Indonesia, dan di Minahasa Utara 169 ribu ton, atau sekitar 3,47 persen dari total produksi Sulawesi Utara. dengan kondisi harga yang fluktiatif saat ini sekitar 60-80 ribu rupiah per kg. menjadi factor perhatian untuk diperbaiki kualitas sesuai permintaan pasar dunia.

Di tempat yang sama, Dr.Ir.Yusuf,MP. ketika didaulat memberikan pendapat, beliau menguraikan: sebagai sumber inovasi teknologi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara siap berkontribusi pada kegiatan ini. Menurut kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, Dr. Ir. Yusuf, MP. bahwa, Inovasi Teknologi mendukung program ini, tinggal disandingkan dan diimplementasikan. Karena para pengkaji di Balitbangtan telah hasilkan teknologinya, tinggal dilihat yang akan disandingkan di lapangan.

Lebih lanjut Yusuf menguraikan, bahwa untuk inovasi teknologi dimulai dari hulu sampai hilir dan secara komperhensif diusulkan untuk dilakukan identifikasi melalui baseline survey. Dari kegiatan ini kita aka ada gambaran kondisi eksisting mulai dari peluang tantangan dan kearifan lokalnya dapat teridentifikasi. Sehingga ketika mengimplementasikan sesuai dengan kondisi lapangan dan harapan hasil selama 3 tahun rencana program ini.

Kata Yusuf, kondisi eksisting lapangan sangat penting untuk diketahui ketika mengimplementasikan yang dirancang dalam program Pilot Project Pengembangan Pala di Minahasa Utara. Yusuf mencontoh permasalahan benih yang masih menjadi permasalahan petani untuk mendapatkan benih unggul untuk pala. Sementara potensi tanaman penghasil tinggi yang ada di Kebun Balitbangtan, sesuai kesaksian pak Kadis Pertanian Minahasa Utara itu sangat baik.

Demikian dengan inovasi teknologi lainnya yang sudah didiseminasikan teman-teman peneliti dan pengkaji seperti inovasi teknologi pengolahan hasil buah biji dan ikutan lainnya, teknologi penataan kelembagaan petani, pembuatan minyak atsiri, perawatan tanaman dengan penjagaan kondisi budidaya dan pemberian ruang kompos dengan bantuan mikro organisme, teknik panen tanpa menyentuh tanah untuk menekan gangguan aflatoksin.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari (24-25/6) berahir dengan kunjungan lapangan di desa Treman kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara. Di lokasi kunjungan petani Pala dikeroyok peserta FGD dengan identifikasi pertanyaan-pertanyaan seputar persiapan produksi sampai pemasaran (*artur)