JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jadikan IPPTP Pandu Pusat Inovasi Teknologi Pertanian Mengadaptasi Revolusi Industri Ke-Empat

Kalasey, Bertempat di ruangan Cengkeh, kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, Dr.Ir. Yusuf, MP. mengumpulkan semua ASN dan petugas lapangan untuk mengikuti sosialisasi hasil rapat pertemuan beliau dengan Menteri Pertanian terkait dengan evaluasi UPT-UPT Kemtan (27/5/2019) yang tersebar di Seluruh Indonesia (Selindo).

Rapat koordinasi nasional yang diikuti Yusuf, mengangkat tema Sinergi Membangun Pertanian Di Revolusi 4.0  dan bapak Menteri Pertanian meminta, setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) kemtan Selindo, harus mampu mengoptimalkan lahan pertanian dan kebun percobaan mengintroduksi Revolusi Industri Ke-Empat. “kami membayangkan seluruh UPT Kemtan di Selindo, ramai dikunjungi orang dan sibuk melayani masyarakat yang datang melihat inovasi teknologi pertanian kita”, imbuh Yusuf mengutip pernyataan Mentan.

Harapan bapak Menteri Pertanian, harus kita wujudkan dalam 1-2 bulan kedepan. Untuk itu, kepala IPPTP Pandu saya minta agar kita wujudkan harapan pak Menteri Pertanian. IPPTP Pandu harus kita optimalkan dengan apa yang sudah ada di lapangan, sambil kita melengkapi apa yang perlu dilengkapi. Bagi para pengkaji: Peneliti dan Penyuluh, kita fokuskan kegiatan in house kita di Pandu. IPPTP Pandu harus menjadi contoh dan menjadi pusat kunjungan pertanian di Sulawesi Utara, dan pasti akan memberi nilai tambah kepada masyarakat sekitar.

Inovasi teknologi hasil-hasil Badan Litbang Pertanian harus mewarnai pengelolaan dan penataan di IPPTP Pandu. Sumberdaya prasarana kita masih lebih baik, kita bangun komunikasi internal dan eksternal agar kegiatan Penelitian dan Pengkajian kita memberikan kontribusi dalam program Oprasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang menjadi ikon Sulawesi Utara.

Kita jangan dulu berpuas karena sudah ada Sekolah dan instansi baik dari daerah Sulawesi Utara dan luar Sulawesi Utara, yang datang belajar inovasi teknologi di IPPTP Pandu. Itu harus ditambah lagi muatan inovasi teknologi kita. Yusuf, mengutip pesan pak Menteri “kepala UPT untuk segera membangun role model pengembangan pertanian mengadaptasi Revolusi Industri 4.0 dengan mengoptimalkan lahan tidurnya. Setiap UPT membangun satu paket bercocok tanam yang berstandar pertanian 4.0, sehingga menjadi contoh bagi pembangunan pertanian di daerah masing-masing.

Kita di Sulawesi Utara harus mendukung kondisi spesifik lokalita. Daerah kita dengan ikon Kelapa, Cengkeh, Pala dan Kopi, harus tergambar dalam IPPTP kita. Sulawesi Utara dengan ikon daerah Nyiur Melambay, harus kita jaga dan lestarikan kelapa kita. Demikian juga dengan tanaman kopi peninggalan Belanda di Sulawesi Utara. Tanaman ini dikembangkan Belanda dari perkebunan Masarang Minahasa sampai ke Bolmong, karena ke khasan aromanya sampai di Eropa pertengahan abad XVIII. Dan saat ini masih ada peninggalannya yang dikenal dengan kopi keluarga dari Bolmong. Itu harus dirancangkan dalam show window kita di IPPTP Pandu.

Lanjut Yusuf, bahwa demikian dengan kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. berpesan setiap IPPTP di daerah, harus disiapkan dengan baik dan siap dikunjungi. untuk itu kembangkan inovasi teknologi Balitbangtan seperti tanaman perkebunan: Kelapa pendek sudah berbuah, hemat tenaga panen. Buah-buahan hasil inventor Balitbangtan, dan tanaman-tanaman pangan dan hotikultura lainnya, hadirkan di setiap IPPTP di daerah.

Menutup sosialisasi, Yusuf kembali mengingatkan bersama kita bangun komunikasi eksternal dan internal, agar kita #Bekerja memberikan kontribusi pada program pemerintah daerah dengan #ODSK dan terutama #UtamakanPetani (*artur)