JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Hilirderaskan Teknologi Silase untuk Sapi Potong di Bolmut

Manado, 10 April 2019--- Bank Indonesia Perwakilan Manado bekerjasama dengan Dinas Pertanian Bolmut dalam Program Penguatan Kluster Integrasi Padi-Sapi, untuk meningkatkan SDM penyuluh dan petani. Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) diikuti 60 petani dalam kluster integrasi padi sapi. Peserta tersebar pada 3 kecamatan di Bolaang Mongondow Utara masing-masing: Kecamatan Sangkup, Bintauna dan Kaidipang.

Pada kegiatan ini Bank Indonesia hadirkan narasumber dari BPTP Balitbangtan dengan materi Teknologi Silase. Materi ini, dibawakan oleh pakar nutrisi pakan ternak, yaitu Ir.Paulus C. Paat, MP. Beliau adalah ahli peneliti utama peternakan dari Balitbangtan dan sudah membina kelompok-kelompok peternak yang ada di Sulawesi Utara, sampai masuk istana Presiden. Selanjutnya materi Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong, oleh Prof. Dr.Ir. Femmy H Elly, MP., dari Fakultas Peternakan Unsrat Manado.

Kegiatan dibagi dalam 3 sesi, yaitu sesi pemaparan, praktek dan kunjungan lapangan. Pada sesi pemaparan, Paat narasaumber BPTP Sulut menegaskan bahwa: teknologi silase adalah teknologi pengawetan hijauan pakan dalam bentuk tetap segar dan dapat bertahan lama sampai lebih setahun pada kondisi an-aerob.

Teknologi ini, berbasis fermentasi bakteri an-aerob. Bakteri ini mampu mempertahankan mutu pakan  sebagaimana level mutu saat panen. Sebagai contoh bahwa puncak nilai nutrisi tertinggi rumput gajah adalah umur 45 hari setelah panen sebelumnya. Dengan teknologi silase maka level mutu tersebut dapat dipertahankan terus sehingga ternak sapi, akan memperoleh pakan silase rumput gajah pada level mutu yang stabil tinggi dan tetap segar di dalam silo.

Lanjut pakar penulis buku Limbah Pertanian Padi dan Jagung Untuk Pakan dan Nutrisi Ternak Sapi, teknologi silase bermanfaat untuk menampung kelebihan produksi hijauan makanan ternak atau memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhan dan mutu terbaik, tetapi belum dipergunakan. Teknologi silase juga menjadi solusi masalah jumlah pakan yang sangat melimpah pada waktu musim panen atau musim hujan dan sebaliknya dalam jumlah yang sangat kurang pada musim tanam atau kering.

Dijelaskan pula bahwa; walaupun teknologi silase termasuk inovasi yang sudah sangat lama ditemukan akan tetapi masih tetap relevan diterapkan secara praktis dan mudah, baik peternakan skala kecil maupun skala industry, tutup Paat.

Kegiatan ini dilaksanakan di BPP Bintauna Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) (05/04), yang dibuka secara resmi oleh Kadis Pertanian Bolmut, diwakili oleh Sekretaris  Pertanian M. Eko Praktikno,SP. Dan Tim kerja dari Bank Indonesia cabang Manado (*Artur)