JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyuluh Pertanian Harus Menguasai Teknologi Unggulan Hadapi Revolusi Empat

Manado, 07 April 2019---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sebagai ujung tombak penghasil inovasi pertanian Kementerian Pertanian, terus berbenah dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. Balitbangtan memiliki peneliti dan penyuluh, sebagai penghasil inovasi dan penderas inovasi.

Sesuai tugas dan fungsi (Tusi) nya, peneliti melakukan penelitian dan penyuluh melakukan hilirderas hasil-hasil para peneliti. Persandingan harmonis bagaikan dua pasang sayap burung, ujung tombak inovasi Kementerian Pertanian. Mereka diharapkan akan memantapkan smart agrikulture di era revolusi empat ini.

“Sayap” (Penyuluh) dalam hal ini pediseminasi inovasi teknologi hasil Balitbangtan, beberapa waktu lalu (4-6/04) berkumpul di Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), untuk mengikuti workshop Koordinasi dan Diseminasi Inovasi Teknologi Hasil Balitbangtan.

Penyuluh Pertanian di Balitbangtan, berperan penting dalam rangka perakitan materi hasil “Sayap" (Peneliti) untuk diramu materi diseminasi hasil penelitian dan pengkajian spesifik lokasi, untuk diderashiliran ke user pengguna teknologi di masyarakat.

Dr.Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. selaku sekretaris Balitbangtan dalam arahan: “Penyuluh Harus Menguasai Inovasi Teknologi Unggulan Balitbangtan”, untuk dihilirderaskan ke petani. Karena kunci utama peningkatan produksi dan produktivitas pertanian adalah teknologi. Sehingga penyuluh harus kuasai. Dan diramu sistim penderasan menghadapi petani-petani milenial.

Lanjut Prama, Saat ini kita sudah berada pada kereta Revolusi Industri Keempat. Yang menuntut SDM Pertanian yang didalam gerbong revolusi industri ke empat, termasuk penyuluh meramu inovasi model Smart education yang mudah diakses dan diimplementasikan generasi milenial.  

Di tempat yang sama, kepala BBP2TP, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. Dalam sambutan: meminta kepada para penderas inovasi, yang ada di BPTP, agar mengedepankan 3 (Tiga) kata kunci yaitu: Melakukan Komunikasi, Melakukan Koordinasi dan Diseminasi. Ini harus diterjemahkan sebagai sinergitas pelaksanaan program pembangunan pertanian.

Masih menurut kepala BBP2TP, bahwa sebagai ujung tombak penderas inovasi teknologi, peran penting dari penyuluh sebagai penghubung inovasi teknologi antara Balitbangtan, Balai Besar Puslit dengan pengguna, harus mengedepankan 3 kata kunci diatas. Kebeerhasilan Balitbangtan terukur dari termanfaatkanya teknologi inovasi yang dihilirderaskan ke pengguna.

BBP2TP memiliki Forum Komunikasi Penyuluh Pertanian Utama (FKPPU), forum ini harus mengambil peran dalam gerbong refolusi ke empat, dengan menciptakan Smart education yang handal, berkembampuan, entrepreneurial spirit, Creative, Innovative, Communicative, Professional, dan semangat milenial, tutup Haris.

Pertemuan yang berlangsung selama 3 (Tiga) hari mengemas materi-materi yang dibawakan para pakar di bidangnya seperti: Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kemtan Drs. Abdul Halim,MSi.; Biro Perencanaan Kemtan, Dr.Ranny Mutiara; Pusat Sosial Ekonomi-KP Dr. Syahyuti, Casdimin dari Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa; dan Pusat penyuluhan Pertanian Kemtan, Ir. Sri Puji Rahayu,MM.

Kegiatan yang diawali dengan Self Assesment Pelaksanaan kegiatan T.A.2018, yang telah dikirimkan panitian. Ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penyuluhan pertanian di 33 BPTP Selindo. Dan sebagai bahan evaluasi perbaikan dan strategi menghadapi revolusi ke empat.

Dalam pertemuan ini,menghasilkan rumusan strategi pelaksanaan kegiatan peningkatan komunikasi, koordinasi dan diseminasi inovasi teknologi hasil-hasil Balitbangtan. Harapanya peserta yang hadir, dapat menderashiirkan hasil workshop. Dan diharapkan akan meningkatkan kapasitas para penyuluh pertanian dalam melaksanakan tranformasi dan hilir deras inovasi Balitbangtan.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP., saat dihubungi, membenarkan akan kegiatan yang dilaksanakan. Dan beliau menugaskan koordinator PP, mengikuti kegiatan ini. Untuk itu, Yusuf meminta petugas yang ditugaskan agar segera melaporkan hasilnya dan melakukan sosialisasi. "Tindak lanjuti apa yang diarahkan oleh pimpinan", mengingat pentingnya kegiatan ini diketahui oleh penyuluh yang tidak ikut. (*artur)

Sumber:  dikembangkan dari FB.BBP2TP