JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mantapkan Kualitas Layanan Kerja ASN Dengan Aplikasi e-Kinerja Hadapi issu Revolusi Industri 4.0

 

Manado, 29 Maret 2019---Bertempat di ruang Cengkeh (Eugenia) kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, membuka secara resmi kegiatan Workshop Penyiapan Kinerja Pegawai Melalui Aplikasi e-Kinerja dan Analisis Beban Kerja. Kegiatan ini diatur selama dua hari (Kamis-Jumat), dan dilaksanakan sejak diterimanya edaran pak Sekretaris Badan (Sesba) Balitbangtan.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP., dalam arahan menyampaikan bahwa: saat ini Kementerian Pertanian, sudah mengembangkan farming precision di dalamnya Smart Agriculture dan beragam derivasinya, menghadapi tuntutan zaman di era revolusi industri 4.0. Hal ini harus didukung dengan kondisi Sumber Daya Manusia (SDM)-nya yang harus smart pula.

Terkait tuntutan itu, Kementerian Pertanian untuk tingkatkan pelayanannya, sudah kembangkan e- Kinerja sebagai wujud dari pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melek teknologi menghadapi issu Revolusi Industri 4.0. Untuk itu beliau meminta agar setiap ASN harus dapat membuat sendiri proses pengisian e-Kinerjanya, karena kontrak kerja ini berhubungan dengan tunjangan kinerja (Tukin) anda, tutur beliau.

Lanjut Yusuf, mengingat SDM merupakan salah satu komponen penting serta faktor penentu dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pemerintahan, maka kualitas SDM pun menjadi faktor penilaian untuk mengetahui sejauh mana ia mampu berkompetisi dan menghasil output yang baik.


Klik Edisi Video


Masih menurut Yusuf, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan mulai 1 April 2019, resmi menerapkan aplikasi online e-kinerja sebagai upaya pengawasan kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), dan wujud dari layanan smart di era revolusi empat ini.

Lanjut ketua Paguyuban BPTP Selindo: selama ini tidak ada data yang terekam, untuk mengukur tingkat optimalisasi kerja para ASN di lingkungan Kementerian Pertanian, bila di butuhkan dalam waktu cepat. Oleh karenanya, dengan sistem digitalisasi ini, maka ada solusi untuk peningkatan optimalisasi kerja. Inilah sebenarnya yang ingin di capai oleh Kementerian Pertanian. Bukan hanya smart agriculture tapi berjalan lurus dengan smart pengisian e-kinerja.

Di tempat yang sama Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Ka.Subag TU) BPTP Balitbangtan Sulut, Ir. Hartin Kasim menjelaskan: dalam pengisian kinerja, kita menggunakan aplikasi yang telah dibuat oleh Kementerian Pertanian yang dapat di buka melalui akun: http://ekinerja.pertanian.go.id/epersonalv2/ekinerjav2/index2.php .

Setiap ASN harus dapat mengakses dan harus melakukan pengisian sendiri sesua dengan Sasaran kerja Pegawai (SKP) setiap ASN. Lanjut Kasim bahwa e-Kinerja, adalah tanggung jawab penuh ASN bersangkutan dan diketahui dan disahkan oleh atasannya, bukan tanggung jawab Pimpinan. Untuk itu setiap ASN wajib membuat dan paling lambat hari ini (29/03) sudah selesai. Jangan ada yang tidak membuat, sehingga akan menghambat semua termasuk di tingkat Kementerian Pertanian.

Dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019, Tentang Penilaian Kinerja Pegawai Lingkup Kementerian Pertanian, itu sangat jelas dan di Kementerian Pertanian serentak diberlakukan mulai April ini. Untuk itu, wajib ASN lingkup Kemtan mengisinya, tutup Kasim saat mempresentasekan hasil Workshop tingkat Pusat.

Workshop yang dilaksanakan di BPTP Balitbangtan Sulut yang dilaksanakan selama 2 hari, diikuti oleh seluruh Peneliti,Penyuluh, Teknisi Litkayasa, Administrasi dan Pramusaji, Caraka dan petugas kebun, melakukan pengisian dengan pendampingan dari tim yang sudah mengikuti di tingkat pusat serta teman-teman yang sudah trampil mengisi. (*artur)