JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BKP Tegaskan: Mantri Tani di Minahasa Selatan Harus Bangun Kerjasama dan Dorong Petani Menanam Pajale

 

Minsel,19 Maret 2019.--- Dalam rangka memenuhi target produksi padi nasional, Kementerian Pertanian dalam hal ini Dirjen Tanaman Pangan melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP), selaku koordinator Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) di Sulawesi Utara, terus berkoorniasi di daerah terkait Luas Tambah Tanam (LTT).

 BKP, selaku koordinator tim Upsus Pajale Sulawesi Utara pada Selasa 19 Maret 2019 mengadakan rapat koordinasi dan rekonsiliasi data LTT antara mantri tani, petugas data dan pihak Statistik Pertanian (SP), untuk tanaman padi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Rapat dihadiri oleh kepala Bagian Tanaman Pangan dan Holtikultura Distanak Kabupaten Minahasa Selatan Albrian Rantung, S.Pt., M.Si, Staf Bidang Tanaman Pangan Distanak Provinsi Sulawesi Utara Patris Saroinsong, SP., M.Si, Tim dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, dan para Mantri Tani di 17 (tujuhbelas) kecamatan di kabupaten Minahasa Selatan.

Rapat diawali dengan sambutan dan arahan dari Kepala Bagian Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Minahasa Selatan. Rantung, dalam sambutan menegaskan bahwa: dengan adanya pertemuan ini, maka diharapkan para mantri tani akan terdorong untuk berupaya semaksimal mungkin mendorong dan memotivasi petani untuk menambah luas tanam tanaman padi, jagung dan kedelai.

Lanjut Rantung, LTT berhubungan dengan luas panen. Dan ini jelasnya untuk kemajuan dan penuhi produksi dan konsumsi beras di kabupaten Minahasa Selatan. “Mantri Tani harus berani memanfaatkan potensi desa. Target yang ditetapkan harus direalisasikan dengan baik, tentunya kerjasama kita semua ”.Tidak terealisasinya target tahun lalu, diakibatkan karena anomali iklim, adanya banjir dibeberapa daerah di Kabupaten Minahasa Selatan, imbuh Rantung menutup sambutannya.

Ditempat yang sama, pihak BKP yang diwakili oleh Ir. Mulyana MM, mengapresiasi kehadiran peserta rapat. Lanjut Mulyana: hasil Rapat Pimpinan (Rapim) pusat, untuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), keseluruhan target bulan maret naik. Dari 14.000 ha awalnya, menjadi 31.000 ha. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya khusus, menambah luasan tanam tanaman padi di setiap kabupaten/kota yang ada di provinsi Sulawesi Utara.

Target Rapim untuk Kabupaten Minsel 1.280 ha menjadi 2.899 ha sampai pada bulan Maret 2019. Pihak BKP menambahkan adanya penambahan target tahun ini, dikarenakan target dari bulan Oktober 2018 belum terealisasi semua, sehingga harus diakumulasi dan dikejar dengan target bulan Maret 2019.

Berikut Data Target dan Realisasi Luas Tambah Tanam padi Oktober-Maret (Okmar) 2018/2019, untuk target Oktober 2.800 ha Realisasinya 1.498 ha, target November 1.196 ha realisasi 1.226 ha, target Januari 996 ha realisasi 979 ha, target Februari 1.270 ha realisasi 902 ha, target Maret 1.280 ha Realisasi 429 ha. Target-target yang belum tercapai tersebut diupayakan agar bisa terealisasi semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, pertemuan ini diharapkan para Mantri Tani untuk mengambil sikap dengan membangun kerjasama untuk mendorong petani agar menambah luas tanam tanaman padi, entah itu dari padi sawah maupun padi ladang. Segera teman-teman lakukan cek lapangan dan segera laporkan ke petugas SP, sesuai waktu-waktu yang telah disepakati. Jangan saling menunggu, tapi terus berkordinasi dengan Penyuluh Pertanian (PPL) di masing-masing wilayah kerja.

Minahasa Selatan, dilakukan penambahan luas tanam, yang difokuskan pada 6 (enam) desa Potensi untuk ditanami padi, masing-masing: desa Ranoyapo, Maesaan, Tenga, Tatapaan, Tompaso Baru, dan Tumpaan. Untuk Desa penunjang lainnya ditambahkan luas tanam berdasarkan kemampuan dari luas tanam padi sawah dan diperluas lagi pada padi ladang. Mengingat untuk padi sawah harus berdasarkan luas lahan bahan baku sawah. Sedangkan padi ladang bisa disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.

Para Mantri Tani di 17 (tujuh belas) kecamatan se Minsel,  merasa berat bila ini hanya parsial dalam penanganan. Apalagi hanya berharap pada PP dan Mantri Tani. Dari beberapa mantri tani yang dapat tertangkap keluhanya, berharap agar pihak dinas juga harus deraskan himbauw petani. Kalau bisa melalui ibu Bupati, saat pertemuan-pertemuan apa saja dengan masyarakat, harus mengingatkan LTT.  

Pada bagian akhir kegiatan Para Mantri Tani kemudian menandatangani Kesepakan penambahan Luas Tanam Padi sebagai Bahan Acuan Rapim BKP pada hari Senin 25 Maret 2019 dan komitmen Para Mantri Tani untuk #Bekerja (Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera) #PetaniSejahteraRakyatBerjaya (*artur)

Sumber: Angel