JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pertanian Terpadu akan Dikembangkan PT.Dua Rajawali Proenergi Kerjasama dengan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara

 

Kalasey 11 Pebruari 2019--- Firman Manager Utama PT. Dua Rajawali Proenergi, bersua di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Beliau langsung menemui Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP. Dan Yusuf, langsung mengadakan rapat singkat dengan KSPP, Subag TU dan Ketua-Ketua Kelompok Pengkaji, terkait kehadiran Firman.

Memang, menurut Firman, terkait dengan kedatanganya dalam rangka rescedule kembali program yang telah kita diskusikan dengan teman-teman BPTP Balitbangtan Sulut sejak 2018. Namun karena ada perubahan pimpinan di BPTP Balitbangtan Sulut, maka agak tertunda rencana ini, dan kita rajut kembali dengan pimpinan baru di BPTP Balitbangtan Sulut.

Firman ketika menguraikan kembali maksudnya, meminta bantuan rancangan teknologi inovasi untuk Pengembangan Pertanian Terpadu di lahan perusahaannya, yang rencananya untuk tambang, namun karena ada kendala teknis, sehingga gagal untuk dilanjutkan. Terkait dengan itu, melihat potensi daerah itu, maka pihak PT. Dua Rajawali Proenergi, mengalihkan kegiatannya pada pengembangan pertanian terpadu, sesuai usulan teman-teman di BPTP dalam beberapa waktu lalu ketika kita diskusi.

“Kami harapkan agar lahan yang telah kami adakan tidak mubasir, tapi berkontribusi positif bagi masyarakat dalam pembangunan pertanian di sekitar lokasi bekas tambang kami”, kata Firman. Lanjutnya, kawasan di lokasi kami ada sekitar 250 ha, dan kami sudah bebaskan ada 50 ha. Kami rencanakan untuk pengembangan pertanian terpadu. Namun untuk ke situ, perusahaan kami tidak ahli dalam teknologi itu, untuk itu saya berharap bantuan pihak BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara untuk dapat membuat rancangan. “Kami akan siap fasilitasi” rencanakan saja, kapan teman-teman melakukan identifikasi di lokasi kami, imbuh Firman.

Yusuf, menyambut baik permintaan langsung dari Direktur Utama PT.Dua Rajawali Proenergi. “Sebagai lembaga sumber teknologi pertanian di daerah, tentunya hal semacam ini kami tangkap. Dan sambil jalan kita siapkan Perjanjian Kerjasama Sama (PKS) terkait dengan rencana identifikasi lapangan dan program untuk rencana Pengembangan Pertanian Terpadu di Lokasi eks tambang ini”.

Masih menurut Yusuf, BPTP Balitbangtan memiliki teknologi-teknologi hasil kajian spesifik lokasi, yang dapat kita rekomendasikan di lokasi lahan pihak PT. Dua Rajawali Proenergi. Nanti kita lihat hasil identifikasi, dengan alat analisis yang digunakan akan memberikan rekomendasi teknologi yang cocok untuk daerah yang diidentifikasi.

Seperti potensi yang ada seperti telah diuraikan pihak PT. Dua Rajawali Proenergi, itu jadi data-data awal dan akan kita lengkapi di lapangan ketika kita melakukan pra servei di lokasi ini. Dan kita akan gali data-data lain agar apa yang akan kita kembangkan didukung dengan data-data akurat. Dan kita harus berikan pertimbangan saat terjadi booming produksi, kita referensikan strategi penanganannya.

Dengan pengembangan program ini saya yakin, akan berkontribusi bagi masyarakat sekitar lokasi bekas tambang, seperti harapan pihak Dua Rajawali. Maksud baik pihak Dua Rajawali Proenergi, untuk mengembangkan Pertanian Terpadu, itu sejalan dengan program #Bekerja (Benahi Kemiskinan Rakyat Sejahtera) yang di gagas Kementerian Pertanian.

Masih di tempat yang sama, Yusuf, segera menunjuk tim Serveier yang di koordiner oleh Ir. Jantje G. Kindangen,MS. ketua Kelji Sosek, Ir.Paulus C. Paat,MP. Pakar Peternakan dan Dr.Ir. Markus Rawung,MSi. untuk menyiapkan tim dan segera merencanakan kegiatan pra Servei di Totabuan kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow.(*Artur).