JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Koordinasikan Kegiatan 2019 dengan Melibatkan Stkakeholder

Kalasey, 30 Januari 2019---Mantapkan kegiatan Litkaji (Penelitian dan Pengkajian) tahun 2019, BPTP Balitbangtan, libatkan stakeholder di Sulawesi Utara untu Koordinasikan kegiatan tersebut. Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara  Dr.Ir.Yusuf,MP. dalam sambutan menjelaskan bahwa: sesuai dengan Tugas dan Fungsi (Tusi) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, bertugas untuk melaksanakan perakitan, pengembangan dan mendiseminasikan teknologi Spesifik Lokasi (Spelok) pertanian (in-House), itu tidak lagi dilakukan secara parsial BPTP, tapi harus dilakukan bersama dengan stakeholders.

Lanjut Yusuf, bahwa tupoksi BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, selain melakukan tugas perakitan, pengembangan dan diseminasi, juga melaksanakan tugas mandatory Kementan dan program Strategis Kemtan yang relatif banyak, dan harus di tuntaskan.

Seminar proposal bukan semata siklus kegiatan rutinitas awal dalam suatu proses kegiatan, tetapi untuk mensosialisasikan dan menyelaraskan kegiatan dengan kebijakan daerah, agar lebih akomodatif dengan kondisi dan permasalahan daerah. Juga sebagai koreksi dalam mempertajam tujuan kegiatan litkaji serta menghasilkan proposal dan format pengkajian ilmiah yang baik.

Di tempat yang sama, Ir.Novly Wowiling.MSi. kepala Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, menyambut baik kegiatan ini. Karena seminar proposal semacam ini, merupakan forum yang sangat strategis, dalam mencapai peningkatan produksi. Dimana pengkajian memberikan kontribusi yang besar terhadap inovasi teknologi, termasuk sumbangsinya terhadap sisi pendidikan dan penelitian di daerah.

Lanjut Wowiling, dimana Sulawesi Utara, untuk komoditas tanaman pangan, Sulawesi Utara mendapatkan program kacang Tanah 500 ha. dan untuk komoditas hortikultura. ini butuh inovasi teknologi untuk pengembangannya. Sementara untuk komoditas yang memicu inlasi yang tinggi, pemerintah daerah sangat konsern, seperti Bawang-Rica dan Tomat (Barito). Demikian dengan kegiatan peternakan. Harap Wowiling, apa yang sudah dikaji BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dapat menjawab permasalahan dan program daerah.

Masih dalam kesempatan yang sama, Wowiling berharap agar permasalahan pupuk dimana tidak semua kebutuhan dapat terjangkau, namun sangat ironi, stok pupuk bersubsidi di ahir tahun masih ada dan tidak habis terdistribusi. Untuk itu beliau berharap, bersama BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara kita menggerakkan petani agar komitmen dengan jadwal menanam, sehingga penggunaan pupuk mudah di kontrol.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang terus didegungkan dan begitu mengganggu pembangunan pertanian, beliau berharap BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara untuk melakukan kajian spesifik lokasi penggunaan pupuk organik. Itu dapat kita pikirkan untuk melakukan kajian bersama BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, sebagai awal yang baik dalam kita mencapai keinerja bersama lebih baik di tahun 2019, imbuh Wowiling, mengahiri sambutannya.

Kegiatan seminar setelah dibuka oleh kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir. Yusuf,MP. dilanjutkan pemaparan materi sesuai dengan jadwal panitia. Dan dibahas oleh Pakar dari Balitbangtan Ir. Rachmat Hendayana. Pakar dari Lemlit Unsrat dan Pegabdian Masyarakat Prof. Dr.Ir.Charles Kaunang,MSi. Kadis Pertanian Minahasa Ir. Suhban F. Torar serta Balitpalma, BPSB Sulut serta para pengkaji di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. (*Artur).

Sumber: Victor