Bangun Kebersamaan, Saling Menghormati Serta Saling Menghargai dalam Perbedaan

Parent Category: Berita Category: Info Aktual Written by Administrator Hits: 430

Pra Natal 2018 BPTP Balitbangtan Sulut

Kalasey, 21 Desember 2018---#KerjaPertanianPrestasiBangsa, Kerja kita adalah ibadah kita, Bersama kita bangun dan besarkan BPTP Balitbangtan Sulut.

Dalam mengakhiri kerja kita di tahun 2018, saya mengajak teman-teman untuk fokus dan tuntaskan kontrak kerja kita masing-masing (penyuluh, peneliti  administrasi) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kita akan memasuki lembar liburan natal, dan akhir tahun anggaran. Untuk itu saya dorong agar kita manfaatkan waktu yang ada, dalam menyelesaikan kontrak kerja kita tahun ini.

Lanjut Yusuf, dalam satu diskusi kerja. Saya harapkan agar kita tidak hanya fokus dengan realisasi anggaran 90-an saja, tapi lebih pada tingkat ketermanfaatan kerja kita. Baik internal maupun di masyarakat. Itu harus benar memberikan sentuhan yang baik, bermanfaat dan dapat dimanfaatkan pengguna teknologi inovasi.

Ditempat lain Yusuf, mengingatkan agar kita bangun persaudaraan, kebersamaan dan rasa kasih sayang diantara kita semua. Melalui berbagai tugas yang telah dipercayakan kepada kita dengan talenta yang telah Tuhan anugerahkan pada kita, kita saling melengkapi menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam bekerja, membangun BPTP Balitbangtan Sulut dan pertanian umumnya di Sulawesi Utara.

Lanjut Yusuf, menjadi cita-cita kita semua untuk menciptakan suatu keadaan damai, adil dan harmonis, bebas dari konflik. Hidup dengan penuh persaudaraan, saling mencintai dan bersama-sama berbuat kebajikan, demi kebahagiaan umat manusia. Inilah cita-cita kemanusiaan yang hakiki dalam kita berkontribusi dalam membangun Bumi Rumah Kita Bersama.

Kita menyadari, bahwa BPTP Balitbangtan Sulut, terdiri dari berbagai suku, agama, etnis, bahasa dan budaya yang berbeda. Tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu, kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai, mengakui kelebihan dan perbedaan kita masing-masing.

Kemajemukan yang ada adalah karunia, dan harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur. Untuk itu saya mengajak teman-teman, keragaman yang kita miliki adalah kekayaan yang harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lanjutnya, dengan demikian kemajemukan pada akhirnya akan mengantar agama-agama untuk kembali pada panggilan dasarnya: “memperjuangkan bumi ini menjadi tempat yang layak kita huni” dan bersama kita rawat sebagai rumah kita bersama.

Jadi inilah moment yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, seraya bersiap membangun tekad mau berubah dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga maupun BPTP Balitbangtan Sulut tercinta yang adalah rumah kita bersama.

Kata Yusuf, Natal dalam konteks terkini adalah bagaimana kita membangun sikap damai serta saling mengasihi dan merefleksikan iman spiritual. Lebih utama lagi kita melakukan kehendakNya agar kita lebih mendekati apa yang Tuhan kehendaki pada kita untuk perbuat.

Harapan Yusuf, kepada senior-senior hendaknya meneladankan kepada yunior nilai-nilai yang baik. Dan sekalian umat Kristiani, bersama kita saling mendoakan dan apa yang kita perkatakan dan harapan doa kita, semoga itu yang kita implementasikan dalam tugas kerja kita. Maka damailah kantor kita jayalah BPTP Balitbangtan Sulut.

Sekali lagi saya harapkan, agar para senior, dan umat kristiani sekalian ayo menjadi pelopor pemersatu, serta menjadi mediator dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk didalamnya mendukung lewat doa dan partisipasi aktif  berbagai kebijakan dan Program Balai, demi terwujudnya BPTP Balitbangtan Sulut sebagai salah satu UPT pusat di Indonesia Bagian Timur menuju masyarakat yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera, tutup Yusuf dalam sambutan perayaan Natal bersama keluarga besar BPTP Balitbangtan Sulut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ir. Dolvi Mangkey dan Istri mantan kepala Balai Informasi Pertanian (BIP) dan BPTP Sulut, Cory Lintang dan Lineke Evangelin Taroreh mantan bendahara di erah mereka, serta keluarga ASN.(*artur).