JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TIFF 2018 di Kota Tomohon dan Pengukuhan Penangkar Benih Krisan

Tomohon, 08 Agustus 2018---Kemeriahan pelaksanaan Tomohon International Flowers Festival (TIFF), telah dilaksanakan dan dinikmati oleh masyarakat kota Tomohon. Kegiatan ini lebih meriah dan spektakuler, dengan hadir Prince and Princess dari kerajaan Georgia.

Pelaksanaan TIFF yang dimulainya pada jam 14.00, begitu dinanti oleh masyarakat. Waktu baru jam 10.30, masyarakat sudah menunggu di jalan, hingga menyebabkan kemacetan. Menurut publikasi panitia, peserta yang dari negara luar ada 10 peserta dari Asia dan Eropa serta 20 peserta dari luar Asia dan Eropa dan dari Indonesia termasuk Kementerian Pertanian.

Suksesnya pelaksanaan TIFF, tidak lepas dari kontribusi Kementerian Pertanian seperti yang diungkapkan sekretaris kota Tomohon,Ir.Harold V.Lolowang,MSc. yang dalam sambutan Pengukuhan Petani Penangkar Krisan di kota Tomohon mengatakan;  “apabila engkau berteduh disebuah pohon, ingatlah pada orang yang menanamnya”, alasannya, Kementerian Pertanian melalui penelitinya prof. Riset Dr. Ir.Budi Marwoto,MSc., yang  telah membuat green desgn TIFF sehingga kita dapat nikmati sampai saat ini.

Lebih lanjut Lolowang mengapresiasi, dukungan Kementerian Pertanian melalui Balithi dan BPTP Sulut dalam membantu petani-petani untuk menghasilkan tanaman Krisan yang lebih baik, termasuk petani-petani yang akan dikukuhkan sebagai penangkar benih Krisan. Harapan beliau agar Tomohon dapat menjadi pusat Krisan di Indonesia Timur, baik bibit dan bunganya.

Sementara Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc., Ketika mengukuhkan 4 Kelompok Penangkar Krisan, mengajak agar agar para penangkar lebihmeningkatkan peran benih/ bibit dalam rantai agribisnis bunga Krisan.

Lebih lanjut Sesba mengharapkan agar dengan dikukuhkannya Poktan Penagkar Benih, nantinya tidak lagi mendatangkan bibit Krisan dari luar Tomohon, tapi sudah mampu menyiapkan sendiri bahkan sampai mandiri benih. Diharapkan kedepan Tomohon bukan hanya memproduksi bibit untuk kebutuhannya sendiri, tetaapi bisa menjadi produsen benih sampai ke sentra-sentra Krisan lainnya.(@arnoldturang).