JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

1,6 Miliar Biaya Bibit Krisan Per Tahun yang Harus Direbut Petani Bunga Kota Tomohon

Showindow Kakaskasen, 06 Agustus 2018---Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Budidaya Varietas Unggul Krisan Mendukung Peningkatan Produksi Tanaman Hias Krisan di Sulawesi Utara, telah di laksanakan di Showindow.

Kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr.Ir. Hiasinta F.J. Motulo,MSi. saat memberikan laporan kegiatan Diseminasi 14 Varietas baru Krisan dan Bimtek varietas unggul Krisan; preferensi parapengunjung sebelum kegiatan hari ini bahwa apa yang di diseminasikan mendapatkan sambutan yang baik.

Lebih lanjut Hiasinta menjelaskan, sebelum kegiatan telah dikunjungi oleh perwakilan penyuluh pertanian dan peneliti se Sulawesi Utara, dalam kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh. Dan pengunjung-pengunjung yang lain. Mereka memberikan apresiasi tampilan  14 varietas baru Krisan yang telah mekar dengan baik.

Melalui Bimtek ini, diharapkan kedepan kota Tomohon akan hasilkan bibit sendiri, dan bila perlu melakukan ekspor bukan hanya bunga tapi juga bibit. Karena kemampuan petani kota Tomohon dan didukung dengan kondisi agro ekosistem Tomohon.

Sementara, walikota Tomohon Jemmy Feidy Eman, SE.Ak. saat membuka acara Bimtek, mengapresiasi Badan Litbang Pertanian yang terus memberikan dukungan untuk sukses kegiatan TIFF dan memberikan bimbingan pada petani untuk hasilkan bibit yang baik.

Lebih lanjut, beliau mengatakan; Showindow sebagai miniaatur storigulasi yang diharapkan pemerintah dan masyarakat menjadi tempat edukatif untuk sekolah sekolah, karena di sini ada laboratorium culture jaringan, screen house dan mengkombinasikan dengan taman bunga serta pariwisata.

Titik poinnya Bimtek ini, bagaimana petani dapat belajar dan menghasikan benih. Dan dapat menjual produk-produk hasil pertanian kita.

Untuk screen house, pemerintah kota Tomohon telah menyediakan kurang lebih 167 screen house. Total lahan hampir 2 ha. 17.000 m2, itu dapat menghasilkan 3,5 juta tangkai bunga potong per tahun. Pemerintah harus sediakan kurang lebih 4 juta stek bibit. Saat ini masih didatangkan dari luar. Dan itu menjadi tantagan kedepan bagi kota Tomohon, karena ketika petani meminta,kita harus sediakan itu. 4 juta stek itu biayanya sekitar 1,6 milliar pertahun. Nah bila kita mampu terobos potensi ini, akan masuk pada kantong-kantong petani di sini, imbuhnya.

Mengakhiri sambutan, Eman berharap agar kegiatan Bimtek menjadi titik ungkit terobosan terbesar di kota Tomohon, agar di tahun 2019 petani tidak lagi menunggu dari luar, tapi hasilkan sendiri. Dan bila perlu kita lakukan ekspor bibit, bukan hanya bunga. Karena kita didukung BPTP Sulut Balithi dan utama Badan Litbang Pertanian.

Kepala Balithi dalam sambutan mempertajam pada simpul benih. Karena pentingnya benih yang unggul untuk hasilkan bungan standar ekspor. Karena 60% keberhasilan budidaya bunga ditentukan kualitas bibit yang digunakan. Infra struktur di showindow sudah sangat memadai, kita optimalkan untuk hasilkan bunga yang skala ekspor. Balitbang Pertanian melalui Balithi dan BPTP komitmen akan membantu untuk agribisnis Krisan dan perbenihan di kota Tomohon.

Kegiatan yang dihadiri oleh Asosiasi Penangkar Benih, Asosiasi Bunga, Petani Penagkar, POPT, BPSB, Peneliti, Penyuluh dan siswa Sekolah Pertanian dan media masa di tutup oleh Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Ir. Vonny Ponto, MM. (@arnoldturang)