JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Minahasa Panen Terus: Produksi Benih Sumber Inpari-31 di Tincep Kabupaten Minahasa

Tincep 09 Mei 2018---Tahun 2018, Badan Litbang Pertanian menggerakkan dan menggalakkan kegiatan produksi benih. Karena benih sebagai titik ungkit utama teknologi inovasi dalam peningkatan pendapatan petani.

BPTP Sulawesi Utara, melalui kegiatan Produksi Benih Komoditas Program Strategis Kemtan melakukan produksi benih sebar kelas ES sebanyak 14 ton. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 titik pengembangan yaitu di Desa Tincep Kecamatan Sonder pada koordinat 10 16’ 30”, 1240 44’ 58” pada ketinggian 391,4 mdpl, Desa Sumarayar Kecamatan Langowan Timur  pada koordinat  10 10’ 24”, 1240 50’ 56” dengan ketinggian 716,7 mdpl Kabupaten Minahasa yang menurut pengalaman musim petani, masuk pada fase tanam gadu.

Dari hasil CPCL tim kerja, di Sulawesi Utara petani begitu menyukai varietas unggul baru (VUB) Padi Sawah Inpari-31 dan Inpari-24 beras merah. Varietas Inpari-24, kebetulan diperkenalkan pertama oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey,SE. Dimana, setiap kunjungan kerja di daerah, Olly Dondokambey,SE. Selalu memperkenalkan beras merah yang pernah beliau tanam.  Memang yang pertama menanam varietas ini adalah beliau, yang dikawal dan didampingi langsung oleh BPPTP Sulut.

Pengembangan pembibitan dimulai pada tanggal 23 Pebruari 2018, varietas Inpari-31 ditanam bersama petani penangkar binaan BPTP di desa Tincep Kecamatan Sonder. Pada lahan luas 2 ha, ditanami dengan vaietas Inpari-31. Teknologi produksi benih langsung didampingi oleh BPTP Sulawesi Utara, dan BPSB Minahasa.

Pendampingan dimulai dari prosedur awal dimana melaporkan varietas yang akan dikembangkan sumber dan lokasi sampai pada tahapan-tahapan produksi dan pada fase prosesing. Ini dilakukan untuk benar menghadirkan benih yang betul-betul berkualitas pada petani saat memproduksi padi sawah.

Teknologi produksi mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah. Mulai dari VUB, Penggunaan Bahan Organik Lokal, Sistim Tanam Jajar Legowo 2:1 setiap rumpun 1-2 tanaman, Pemupukan Tepat (Waktu, Dosis, Cara), Pengendalian Hama dan Penyakit (PHT), dan yang lebih penting keterpaduan pengelolaan sistim yang terkait dengan produksi mulai dari koordinasi internal tim dan eksternal di lapangan.

Dari hasil pengambilan sampel dan ubinan baik pihak Dinas dan BPTP, produksi dapat ditaksir untuk luasan 1 ha, petani mendapatkan hasil  8,1 ton. Ini diukur dalam sampel ubinan sebanyak 3 titik sampel , dan diambil nilai rataannya. (*#acturang)