JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kembalikan Kejayaan Indonesia Lumbung Rempah Dunia

Kalasey, 10 Oktober 2017---Indonesia sejak 500 tahun lalu, menjadi pusat perhatian dunia. Bangsa Eropa khususnya Belanda, begitu tertarik datang ke Indonesia. Walaupun harus menjajah, mereka menjelajah samudra untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia.

“Kita akan dorong kembali menjadi pemain utama dunia," katan Menteri pertanian dalam Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) 2017-2022 dikutip Antara, Senin (21/8).

Amran menyebut bangsa Eropa, khususnya Belanda, yang dahulu menjajah Indonesia datang ke Tanah Air karena terpikat kekayaan rempah, bukan barang tambangnya. Untuk itu, dia mengaku ingin membuat rempah-rempah Indonesia bisa berjaya lagi tidak hanya dalam skala regional tapi juga global.

"Bahkan slogannya pada saat itu adalah siapa menguasai rempah-rempah, maka dia akan menguasai dunia," tegasnya.( https://www.merdeka.com)

Berkenan dengan pernyataan tersebut, Badan Litbang Pertanian mengalokasikan dana dukungan program pembibitan melalui anggaran APBNP. Menurut kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Hiasinta J.F.Motulo, MSi. untuk Sulawesi Utara, kebagian tanaman Cengkeh dan Pala. Di Sulawesi Utara sudah melakukan identifikasi tanaman-tanaman Cengkeh dan Pala yang telah memiliki sertifikat. karena sebagai persyaratan sumber benih harus bersumber dari benih yang telah bersertifikat, ujar Hiasinta.

Koordinator program BPTP Balitbangtan di Sulut, Dr.Ir.J.B.M.Rawung,MSi., menjelaskan bahwa kegiatan APBNP ini walau sudah dimulai, teman-teman koordinator harus menseminarkan, agar mendapatkan masukkan-masukkan dari para pengkaji di BPTP.

Dalam seminar kesiapan pelaksanaan kegiatan para penanggun jawab mempresentasekan tatapelaksanaan kegiatan dan kegiatan yang sedang berjalan di lapangan. Benih yang dipersiapkan yang telah diidentivikasi dari Tanaman Induk Penghasil Tinggi dan memiliki sertifikat sesuai persyaratan sumber benih unggul lokal.

Seminar yang dihadiri oleh para peneliti dan penyuluh, mendapatkan masukkan-masukkan yang positif untuk suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Demi jayanya kembali Indonesia Sebagai Lumbung Rempah Dunia. (*artur)