JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Panen Inpari-39 Situbagendit dan Inpari-30 di Inobonto

Inovasi teknologi adalah suatu cara untuk melakukan lompatan secara kuadratik untuk pembangunan suatu bangsa. Dengan keterbatasan sumberdaya manusia, lahan yang tidak bertambah dan iklim selalu berubah, maka Inovasi Teknologi adalah solusi penting.

Genderang perang melawan kemalasan dan ketergantungan pangan telah ditabuh. Kolaborasi positif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertanian, dalam hasilkan produk pangan, membuahkan hasil positif. Bangsa ini harus Berdaulat Pangan. Pemerintah begitu komit dengan program ini. Terbukti pada tahun 2016 Indonesia tidak lagi mengimport beras dan harga beras dan komoditas pertanian di tahun 2017 relatif stabil, indikatornya saat Lebaran.

Pemerintah secara Nasional telah menargetkan luas panen padi 16.020.019 ha dan produksi sekitar 85.573.888 ton. Setiap daerah untuk hasilkan produk pangan. Target tanam Sulawesi Utara secara Nasional adalah Seratus Tujuh Puluh Lima Ribu Tiga Ratus Empat Belas (175.314) Hekto Are (ha). dan telah dibagi sesuai daerah sentra di Sulawesi Utara.

Peran strategis Badan Litbang Pertanian dalam mendukung system pertanian industrial berkelanjutan adalah: menciptakan dan turut membumikan Inovasi Teknologi dan Inovasi Kelembagaan Berbasis Sumberdaya Lokal dalam rangka peningkatan ketahanan  pangan, produktivitas dan produksi, nilai tambah, daya saing ekspor, dan kesejahteraan petani.

Tujuan kegiatan Peningkatan IP Pajale: adalah untuk melakukan pendampingan dan pengawalan  teknologi peningkatan IP padi lahan kering sawah tadah hujan di Sulawesi Utara. Dari kebiasaan  satu tahun satu kali panen, dengan teknologi akan ditingkatkan sampai tiga kali panen. Kegiatan ini telah dilakukan sekitar bulan Mei setelah petani panen pertama di tahun yang sama dan dilanjutkan penanaman ke dua Minggu pertama Mei. 

Pada luas lahan 10 hekto are dengan melibatkan 2 poktan yaitu Mekar dan Anugerah satu mereka menjadi poktan hamparan di lokasi. Air sungai yang akan terbuang tanpa manfaat, dimanfaatkan oleh poktan ini untuk mengikuti program peningkatan IP. Dengan mesin pompa air petani mengangkat air dan mengairi lahan sawah petani. Lahan sawah yang biasanya hanya 1 kali ditanami, diupayakan menjadi 3 kali ditanaman. 

Sebelumnya menurut penuturan salah seorang petani: hasil yang didapat hanya sekitar 2-3 Ton per hekto are (Ha). Dengan penerapan teknologi sesuai yang petani ketahui. Dengan program ini, petani mendapatkan pencerahan teknologi inovasi. Biasanya menanam jarak tanam 25 cm x 25 cm tanpa baris legowo. Melalui kegiatan ini petani harus mengikuti sistim tanam Jajar Legowo 2:1 dalam barisan 10 x 10 dan legowonya 40 cm.

Teknologi Inovasi dengan pendampingan, petani dapat menerapkan, walau relatif kesulitan menderaskan sistim jarwo 2:1 dalam barisan 10-15 cm dan legowo 40 cm, petani dapat mengikuti. Dengan melihat langsung contoh dari pendamping pada petakan yang memang ditanam sendiri pendamping, petani mengikutinya.

Setelah 4 bulan berlalu, pada Senin 28 Agustus 2017 jam 12:15 bertempat di lingkungan Kaiya-Inobonto I, kepala Dinas Pertanian Bolaangmongondow Ir. Tofik Mokoginta, Dandim KTNA Kepala BPTP Balitbangtan Sulut dan Ibu Sangadi, mengayunkan sabit dan mengangkat rumpun padi Inpari-39, sebagai tanda panen padi dimulai. Tepuk tangan pesertan dan gemuruh angin Selatan yang dikhawatirkan petani sebagai saksi.

Tidak cukup hanya dengan ayunan sabit, pak Kadis Ir. Tofik Mokoginta dan Ka. BPTP Dr.Ir.Hiasinta F.J. Motulo,MS. meragakan menggunakan kendaraan panen. Kadis dan Ka BPTP menaiki kendaraan dan melakukan panen dengan alat panen cangih. *(art)