JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Temu Lapang Teknologi Budidaya Bawang Merah di Minahasa

Pinabetengan,1 Agustus 2016---Minahasa termasuk daerah di Sulawesi Utara yang mengembangkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Bawang Merah. Di kawasan ini oleh BPTP Sulawesi Utara, telah dibuat Demplot, dengan tujuan agar petani dapat melihat keragaan teknologi yang mendukung Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH)  yang dikembangkan di Kawasan Hortikultura Bawang Merah tepatnya di Desa Pinabetengan.

Menurut kepala BPTP Sulut Dr.Ir. Abdul Wahid Rauf,MS,  bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi teknologi-teknologi unggul hasil para Inventor di Balitbangtan. Teknologi mulai dari persiapan benih bawang merah sampai pada teknologi pasca panen akan diragakan, dan diharapkanakan di tiru dan dilakukan petani sekitar kawasan ini.

Sementara menurut Korlap, kegiatan Ir.Meivi Lintang,SPT,MSi., bahwa terkait dengan kegiatan ini, telah didatangkan ada 4 varietas unggul yang diragakan dan varietas lokal unggul. Dari varietas-varietas unggul ini akan dinilai para petani mana yang cocok dan baik sesuai dengan spesifik lokalita di Sulawesi Utara. 

Di Pinabetengan 4 varietas Balitbangtan masing-masing : Sembrani, Bima I dan Bima II, Trisula, Maja dan 1 varietas lokal (Lasuna). Keragaan waktu tanam dan rekomendasi pemupukan seperti pada tabel, ungkap Korlap :

      Pupuk Dasar
No Varietas T.Tanam Kandang Buatan
1 Sembrani 25 Juni 2016 20T/ha SP36-200-300/ha
2 Bima-1 27 Juni 2016 20T/ha  SP36-200-300/ha
3 Bima-2 5 Juli 2016 5 T/ha Mutiara 300/ha
4 Trisula 28 Juni 2016 20 T/ha SP36-200-300/ha
5 Maja 2 Juli 2016 5 T/ha  Mutiara 300/ha
6 Lansuna 5 Juli 2016 5 T/ha  Mutiara 300/ha

 sumber: Data Primer

Lebih lanjut di jelaskan oleh Korlap, bahwa dari penampilan awal tanaman dilakukan Temu Lapang, antara pelaku utama, pelaku usaha, stakeholders dengan penelitii. 

Pada fase generatif ini, dilaksanakan Temu Lapang bersama para pelaku utama, pelaku usaha, stakeholder dan peneliti penyuluh. Diharapkan pada temu lapang ini para peserta dapat menilai kelebihan dan kekurangan tanaman di fase vegetatif. Selanjutnya untuk pertemuan temu lapang II bertepatan dengan panen, sehingga akan dinilai varietas mana yang cocok sesuai spesifik lokalita.

Pertemuan yang dibuka oleh kepala BP4K yang diwakili oleh kepala BP3K Tompaso Barat, dihadiri oleh pihak BPSB Minahasa, Dinas Pertanian,Penyuluh Pendamping Lapangan, pemerintah kecamatan dan petani sekitar.