JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

TIFF 2018 di Kota Tomohon dan Pengukuhan Penangkar Benih Krisan

Tomohon, 08 Agustus 2018---Kemeriahan pelaksanaan Tomohon International Flowers Festival (TIFF), telah dilaksanakan dan dinikmati oleh masyarakat kota Tomohon. Kegiatan ini lebih meriah dan spektakuler, dengan hadir Prince and Princess dari kerajaan Georgia.

Pelaksanaan TIFF yang dimulainya pada jam 14.00, begitu dinanti oleh masyarakat. Waktu baru jam 10.30, masyarakat sudah menunggu di jalan, hingga menyebabkan kemacetan. Menurut publikasi panitia, peserta yang dari negara luar ada 10 peserta dari Asia dan Eropa serta 20 peserta dari luar Asia dan Eropa dan dari Indonesia termasuk Kementerian Pertanian.

Suksesnya pelaksanaan TIFF, tidak lepas dari kontribusi Kementerian Pertanian seperti yang diungkapkan sekretaris kota Tomohon,Ir.Harold V.Lolowang,MSc. yang dalam sambutan Pengukuhan Petani Penangkar Krisan di kota Tomohon mengatakan;  “apabila engkau berteduh disebuah pohon, ingatlah pada orang yang menanamnya”, alasannya, Kementerian Pertanian melalui penelitinya prof. Riset Dr. Ir.Budi Marwoto,MSc., yang  telah membuat green desgn TIFF sehingga kita dapat nikmati sampai saat ini.

Lebih lanjut Lolowang mengapresiasi, dukungan Kementerian Pertanian melalui Balithi dan BPTP Sulut dalam membantu petani-petani untuk menghasilkan tanaman Krisan yang lebih baik, termasuk petani-petani yang akan dikukuhkan sebagai penangkar benih Krisan. Harapan beliau agar Tomohon dapat menjadi pusat Krisan di Indonesia Timur, baik bibit dan bunganya.

Sementara Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc., Ketika mengukuhkan 4 Kelompok Penangkar Krisan, mengajak agar agar para penangkar lebihmeningkatkan peran benih/ bibit dalam rantai agribisnis bunga Krisan.

Lebih lanjut Sesba mengharapkan agar dengan dikukuhkannya Poktan Penagkar Benih, nantinya tidak lagi mendatangkan bibit Krisan dari luar Tomohon, tapi sudah mampu menyiapkan sendiri bahkan sampai mandiri benih. Diharapkan kedepan Tomohon bukan hanya memproduksi bibit untuk kebutuhannya sendiri, tetaapi bisa menjadi produsen benih sampai ke sentra-sentra Krisan lainnya.(@arnoldturang).

Pertama di Sulut : Pengembangan Biji Botani Bawang Merah

Manado, 24 Juli 2018---Komitmen untuk mendukung ketersediaan benih tanaman pertanian, BPTP Sulawesi Utara kembangkan biji botani Bawang Merah (True Shallot Seed) varietas Bima Brebes. 

Di lokasi desa Pinaras kecamatan Tomohon kota Tomohon, tanaman tumbuh baik. umbi besar berbunga dan dari kenampakan yang ada serangga penyerbuk ada di lokasi.

Kegiatan ini didiseminasikan BPTP di lapangan, sebagai ajang pembelajaran bagi pelaku utama, pelaku usaha dan pelaku antara. Agar terderaskan teknik perbanyakan Bawang Merah dengan cara perbanyak dari biji botani.(#artur18).

Sumber: FB Hiasinta F.J. Motulo

 

 

1,6 Miliar Biaya Bibit Krisan Per Tahun yang Harus Direbut Petani Bunga Kota Tomohon

Showindow Kakaskasen, 06 Agustus 2018---Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Budidaya Varietas Unggul Krisan Mendukung Peningkatan Produksi Tanaman Hias Krisan di Sulawesi Utara, telah di laksanakan di Showindow.

Kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr.Ir. Hiasinta F.J. Motulo,MSi. saat memberikan laporan kegiatan Diseminasi 14 Varietas baru Krisan dan Bimtek varietas unggul Krisan; preferensi parapengunjung sebelum kegiatan hari ini bahwa apa yang di diseminasikan mendapatkan sambutan yang baik.

Lebih lanjut Hiasinta menjelaskan, sebelum kegiatan telah dikunjungi oleh perwakilan penyuluh pertanian dan peneliti se Sulawesi Utara, dalam kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh. Dan pengunjung-pengunjung yang lain. Mereka memberikan apresiasi tampilan  14 varietas baru Krisan yang telah mekar dengan baik.

Melalui Bimtek ini, diharapkan kedepan kota Tomohon akan hasilkan bibit sendiri, dan bila perlu melakukan ekspor bukan hanya bunga tapi juga bibit. Karena kemampuan petani kota Tomohon dan didukung dengan kondisi agro ekosistem Tomohon.

Sementara, walikota Tomohon Jemmy Feidy Eman, SE.Ak. saat membuka acara Bimtek, mengapresiasi Badan Litbang Pertanian yang terus memberikan dukungan untuk sukses kegiatan TIFF dan memberikan bimbingan pada petani untuk hasilkan bibit yang baik.

Lebih lanjut, beliau mengatakan; Showindow sebagai miniaatur storigulasi yang diharapkan pemerintah dan masyarakat menjadi tempat edukatif untuk sekolah sekolah, karena di sini ada laboratorium culture jaringan, screen house dan mengkombinasikan dengan taman bunga serta pariwisata.

Titik poinnya Bimtek ini, bagaimana petani dapat belajar dan menghasikan benih. Dan dapat menjual produk-produk hasil pertanian kita.

Untuk screen house, pemerintah kota Tomohon telah menyediakan kurang lebih 167 screen house. Total lahan hampir 2 ha. 17.000 m2, itu dapat menghasilkan 3,5 juta tangkai bunga potong per tahun. Pemerintah harus sediakan kurang lebih 4 juta stek bibit. Saat ini masih didatangkan dari luar. Dan itu menjadi tantagan kedepan bagi kota Tomohon, karena ketika petani meminta,kita harus sediakan itu. 4 juta stek itu biayanya sekitar 1,6 milliar pertahun. Nah bila kita mampu terobos potensi ini, akan masuk pada kantong-kantong petani di sini, imbuhnya.

Mengakhiri sambutan, Eman berharap agar kegiatan Bimtek menjadi titik ungkit terobosan terbesar di kota Tomohon, agar di tahun 2019 petani tidak lagi menunggu dari luar, tapi hasilkan sendiri. Dan bila perlu kita lakukan ekspor bibit, bukan hanya bunga. Karena kita didukung BPTP Sulut Balithi dan utama Badan Litbang Pertanian.

Kepala Balithi dalam sambutan mempertajam pada simpul benih. Karena pentingnya benih yang unggul untuk hasilkan bungan standar ekspor. Karena 60% keberhasilan budidaya bunga ditentukan kualitas bibit yang digunakan. Infra struktur di showindow sudah sangat memadai, kita optimalkan untuk hasilkan bunga yang skala ekspor. Balitbang Pertanian melalui Balithi dan BPTP komitmen akan membantu untuk agribisnis Krisan dan perbenihan di kota Tomohon.

Kegiatan yang dihadiri oleh Asosiasi Penangkar Benih, Asosiasi Bunga, Petani Penagkar, POPT, BPSB, Peneliti, Penyuluh dan siswa Sekolah Pertanian dan media masa di tutup oleh Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Ir. Vonny Ponto, MM. (@arnoldturang)

Mudahkan Koordinasi: Setiap LO di Kabupaten Kota Informasikan Pimpinan Daerahnya dan Alamat Kantor

 

Minahasa, 21/072018---Guna memudahkan koordinasi di daerah wilayah kerja LO, yang telah ditugaskan Kepala BPTP Sulawesi Utara, maka pada Sabtu,(21/07/'18) kepala BPTP mengeluarkan edaran via email, untuk informasi terkait pejabat di daerah masing-masing LO dan alamat kantor.

Semangat #KerjaKerjaKerjaTuntas informasi dengan cepatnya terbagi dan teridentifiksai apa yang diharapkan. Whats Apps group BPTP Sulawesi Utara dihiasi dengan informasi yang diharapkan untuk memudahkan mengkoordinasikan kegiatan di masing-masing daerah penugasan.

Alamat pemerintah daerah Sulawesi Utara adalah sebagai berikut:

1. Gubernur Sulawesi Utara : Olly Dondokambey,SE
  Wakil Gubernur : Drs. Steven O.E.Kandow
  Alamat Kantor : Jl.17 Agustus No.69 Teling Atas-Wanea, Manado
2 Walikota Manado : Dr. G. S. Vecky Lumentut, DEA
  Wawali : Mor Dominus Bastiaan S.E.
  Alamat Kantor : Jl. Balai Kota No.1, Tikala Ares, Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara
3 Walikota Tomohon : Jimmy Feidi Eman, SE
  Wawali   Syerly Adelyn Sompotan
  Alamat Kantor   Jalan Slanag, Kolongan, Tomohon Tengah, Kolongan Satu, Tomohon Tengah, Kota Tomohon 95442
4 Walikota Bitung : AXIMILIAAN JONAS LOMBAN, SE, M.Si.
  Wawali   Ir. MAURITS MANTIRI.
  Alamat   Jl. Sam Ratulangi No.45, Bitung Tengah, Maesa, Kota Bitung
5 Bupati Kab. Minahasa Utara :  Vonny Anneke Panambunan
  Wakil Bupati   Ir. Joppy Lengkong
  Alamat Kantor   Airmadidi Atas, Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara
6 Bupati Kep. Sangihe : Jabes Ezar Gaghana, S.E., M.E.
  Wabup   Helmut Hontong,SE
  Alamat   Soataloara II, Tahuna, Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe,
7 Bupati Minahasa Selatan : Christiany Eugenia Paruntu, SE
  Wabup   Franky Donny Wongkar, S.H.
  Alamat   Jl. Trans Sulawesi, Pondang, Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow

Bupati : Dra. Yasti Soepredjo Mokoagow

Wabup. : Yanny Ronny Tuuk, S.Th., MM.

Alamat : Desa Lalow,  Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Bupati : Drs. Hi. Herson Mayulu, S.I.P.

Wabup. : Drs. Hi. Samir Badu, M.Pd

Alamat :  Jl. Soekarno,  Kompleks Perkantoran Ponango, Bolaang Uki, Bolsel

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow Timur

Bupati : Sehan Salim Landjar, S.H.

Wabup. : Drs. Rusdi Gumalangit

Alamat : Tutuyan III, Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

 

  1. B) Pilkada 2018:
  2. Kab. Kep. Talaud

Incumbent

Bupati : Petrus Simon Tuange, S.Sos,  M.Si.

Terpilih

Bupati : Dr. Elly Engelbert Lasut, M.E

Wabup : Moktar Arunde

Alamat :  Jl. Buibatu, Melonguane

 

  1. Kab. Kep. Sitaro

Incumbent

Bupati : Tony Supit, SE, MM

Wabup : Sisca Salindeho

Terpilih

Bupati : Evangelian Sasingen

Wabup : Jhon Hiet Palandung

Alamat : Ondong, Siau

 

  1. Kab. Minahasa

Incumbent

Bupati : Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si.

Wabup : Ivan Sarundajang

Terpilih

Bupati : Ir. Royke Oktavian Roring, M.Si

Wabup : Robby Dondokambey, S.Si

Alamat :  Jl. Sam Ratulangi, Tondano-Minahasa

 

  1. Kab.Minahasa Tenggara

Incumbent

Bupati : James Sumendap, SH

Wabup. Ronald Kandoli

Terpilih

Bupati : James Sumendap, SH

Wabup :  Drs. Jesaya Joke Legi

Alamat : Wawali, Pasan - Ratahan - Mitra

 

  1. Kab. Bolaang Mongondow Utara

Incumbent

Bupati : Drs. Depri Pontoh

Wabup : Suriansyah Korompot, SH

Terpilih

Bupati : Drs. Depri Pontoh

Wabup : Drs. Amin Lasena

Alamat : Jl. Sulawesi No.1, Boroko - Bolmut

 

6.Kota Kotamobagu

Incumbent

Bupati : Ir. Tatong Bara

Wabup : Drs. Djainuddin Damopolii,

Terpilih

Bupati : Tatong Bara

Wabup : Nayodo Koerniawan, SH

Alamat : Jl. Ahmad Yani No.2 Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu,

 

Informasi-informasi itu juga dapat di akses melalui portal : Daftar Alamat Kantor Bupati dan Walikota se Sulut

 

TIFF ke-8 Tahun 2018: Balitbangtan Diseminasikan 14 Varietas Krisan di Tomohon

04 Agst. 2018---Setelah memperkenalkan 21 Varietas baru di Kota Tomohon (Tiff Ke-6 tahun 2015), kembali Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), memperkenalkan 14 Varietas baru karya Anak Bangsa, dalam rangka mendukung pelaksanaan Tomohon International Flower Festifal (TIFF) ke 8, tahun 2018.

Menurut Kepala BPTP Sulut Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo,MSi. bahwa kegiatan ini adalah untuk mendukung TIFF ke-8 tahun 2018. Balitbangtan mendiseminasikan 14 Varietas Unggul Bunga Krisan di kota Tomohon, kata Hiasinta saat mengunjungi lokasi.

Dari kasat mata melihat bunga-bunga yang telah mekar memikat setiap pengunjung yang datang pada Show Window Kakaskasen Tomohon. Beberapa warna yang menyolok seperti Putih, Kuning dan Merah muda, mekar dan seolah mengundang untuk disentuh setiap pengunjung.

Terkait dengan pelaksanaan Diseminasi Teknologi Varietas Unggul Krisan Mendukung Peningkatan Produksi Tanaman Hias di Sulawesi Utara, rencananya juga akan dilaksanakan Bimtek Budidaya Varietas Unggul Krisan pada Senin 6 Agustus 2018 di Showindow Kakaskasen Tomohon.

Sementara kegiatan terkait dengan TIFF seperti yang dikeluarkan oleh panitia; agnda utama TIFF ke-8 tahun 2018 meliputi :

  • Tournament of Flowers ( Flowers Parade) Rabu, 8 Agustus 2018
  • Tomohon Flower Carnival, Rabu 8 Agustus 2018
  • National Art & Culture Exhibition Kamis 9-10 Agustus 2018
  • Tourism, Trade, Investment and Floriculture Expo, 7-12 Agustus 2018

Agenda lain juga seperti:

  • The 3rd General Meeting of Coucil of Asia Flower Exhibition (CAFE) 6-9 Agustus 2018
  • MURI Record Breaking 7 Agustus 2018
  • Entertaiment Stage, 8 Agustus 2018
  • Jugle Flower Enduro Challenge 9-11 Agustus 2018
  • Interdenomination Choir Competition, 10-11 Agustus 2018
  • Thaksgiving Day, Minggu 12 Agustus 2018.

Sumber: Hiasinta F.J. Motulo dan Arnold C. Turang

 

Beberapa Hama Penting Menyerang Padi Inpari 24 di Minahasa

Manado, 28/06/2018---Salah satu faktor penyebab menurunnya produksi padi adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman saat tanaman dalam proses pertumbuhan. Ketika menghadapi permasalahan seperti ini, petani sebagai pelaku utama usahatani, bingung. Karena petani rata-rata kurang mengetahui jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman, serta cara kendalikan seperti apa. Hal ini menyebabkan terjadi salah mengendalikan seragan hama pada tanaman yang diusahakan petani.

Untuk memudahkan petani dalam mengambil keputusan saat ada serangan hama dan penyakit, maka perlu dilakukan program ter struktur pengamatan tanaman di WKBPP. Dengan program ini yang dikerjakan secara terintergrasi antara Penyuluh Pertanian di Lapangan (PPL), Petugas POPT dan Petugas BPTP dan petani, niscaya permasalahan petani terkait serangan pengganggu tanaman dapat dikelola bersama.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara pada tahun 2018 melaksanakan kegiatan produksi benih sumber padi sawah kelas benih ES. Varietas yang ditanam adalah: Inpari-24 dan Inpari-31. Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat petani di desa Sumarajar, kecamatan Langowan Timur, kabupaten Minahasa  untuk varietas Inpari-24 dan di Desa Tincep kecamatan Sonder Inpari-31.

Program terstruktur ini, diatur bersama dalam rembuk tim kerja di lapangan, berdasarkan program tanam yang dilakukan petani. Tujuan dari kegiatan pengamatan bersama mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah yang dikembangkan kementerian Pertaniaan.

Pengamatan Perkembangan Tanaman Padi

Pada fase tanaman berumur 52 hari setelah tanam ( 26/4/2018) pada petani Edi Irot luas 1 hekto are. Setelah dilakukan pengamatan oleh koordinator lapangan pada tanggal 20 Juni 2018 jam 05.56 wita. Pada performa tanaman ada ganguan yang menyebabkan tamana terganggu. Banyak daun yang menggulung, pada beberapa tanaman ada warna menguning. Sehingga sebagai koordinator lapangan segera melaporkan dan membuat rencana pengamatan dengan peneliti yang berkopeten terkait hama dan penyakit.

Pada tanggal 21 Juni mengajukan rencana pengamatan pada penanggung jawab kegiatan, dalam hal ini kepala BPTP Sulawesi Utara. penanggung jawab dan kepala BPTP, segera mengeluarkan surat tugas nomor: B-471/TU.040/H-12.19/06/2018 atas nama Arnold C. Turang,SP. Selaku korlap dan Dr.Freddy Lala,SP. MSc. yang berkopeten terhadap hama dan penyakit tanaman.

Tim kerja segera melakukan pekerjaan pengamatan tanaman di lokasi produksi benih tepatnya di Desa Sumarayar. Bersama dengan kepala BPP Langowan Timur Anneke Turangan,SP. Segera melakukan pengamatan tanaman pada tanaman padi pak Eddy Irot.

Hasil Pengamatan dan Anjuran Pengendalian

Program Produksi Benih Sumber Padi Klas ES, kegiatan Pengamatan Hama n Penyakit. Hari Jumat (22/6) telah dilakukan pengamatan HPT pada tanaman padi sawah. Padi Sawah Inpari 24 umur 2 bln ( 52 hst) di Desa Sumarayar, kec. Langowan Timur, kab. Minahasa.

Jenis hama teridentifikasi yaitu.

  1. Ulat Penggulung/ Pelipat Daun, Cnaphallocrosis medinalis(Surtikati, 2016)

Gejala Serangan

Daun tanaman yang diamati sudah melipat/ menggulung. Ketika dibuka, dalam sisa lipatan atau gulungan ada kotoran hama. Daun terlihat menguning, karena telah dihisap cairannya. Pada daun yang menguning, selanjutnya menjadi warna kelabu karena proses mengering. Dari kejauhan bila diamati secara saksama, warna daun padi nampak kelabu dan mengering. Hama ini umumnya menyerang saat pertumbuhan vegetatif dan akan menghilang setelah dilakukan pengendalian.

Pengendalian

Pengamatan populasi, melalui aktivitas penerbangan imago (kupu-kupu putih) di tanaman padi. Jika presentase gejala serangan hama sudah melebihi 20% di pertanaman padi. Jika presentase gejala serangan hama sudah melebihi 20%, dapat menggunakan insektisida berbahan aktif klorantraniliprol dan tiametokan.

  1. Wereng Hijau, Nephotettix virescens

Gejala Serangan; daun berwarna kuning orage, mulai dari ujung daun meluas ke pangkal daun. Tanaman nampak kerdil dan jumlah akanan sedikit. Malai pendek dan bila sudah pada fase berbuah,malai pendek dan hampa. Gejala tersebut disebabkan oleh virus batang Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) yang dibawa (carier) oleh serangga wereng hijau.

Pengendalian; Gunakan varietas yang tahan/ toleran tugro (spesifik lokasi) seperti; Varietas Inpari-8 atau Inpari 9), lakukan penanaman serempak. Bila dalam kondisi berat, pertimbangkan aplikasi insektisida bahan aktif: Bufrezin, Imidakkloprid, Karbofuran dan Tiametoksan

  1. Penggerek Batang Putih ( Scirpophaga innotata).

Gejala Serangan: “Sundep dan Beluk” adalah dua gejala tanaman padi sawah yang hkas terserang penggerak batang padi. Sundep merupakan gejala menguningnya daun tanaman yang dimulai dari ujung sampai pangkal, akibat larva yang memutuskan/ merusak jaringan xylem dan phloem dalam batang. Jika tanaman terserang pada fase promordia, maka tanaman akan menjadi hampa.

Pengendalian: tanaman terserang disabit/ potong serendah mungkin dari pangkal tanaman. Kemudian sisa tanaman disabit, digenang dengan air sampai tanaman membusuk.Amati puncak populasi penerbangan imago. Dosis pemupukan jangan berlebihan terutama nitrogen, pertimbangkan penggunaan insektisida dengan bahan aktiv Spinetoram, Dimehipo danKlorantraniliprol.

Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta). Hasil identivikasi di lokasi perbanyakan padi Inpari-24, adalah serangga pengganggu atau hama yang sering merusak tanaman budidaya, yaitu Walang sangit. Hama ini terdapat dan merusak pada hampir semua jenis tanaman. Namun dari sekian banyak jenis tanaman, yang paling disukai hama serangga ini adalah tanaman padi. Walang sangit memiliki bau yang khas dan sangat menyengat, karena baunya ini maka disebut walang sangit. Hama walang sangit akan mengeluarkan aroma khasnya jika ia dalam bahaya, aroma menyengat tersebut merupakan bentuk pertahanan diri dari ancaman predator. Di setiap daerah di Indonesia, hama walang sangit memiliki sebutan yang beragam, misalnya masyarakat Sunda menyebut dengan nama kungkang, masyarakat Sumatera menyebut dengan nama pianggang, masyarakat madura menyebut dengan nama tenangdan lain sebagainya.

Dampak dan Ciri Tanaman Diserang

  • Serangan walang sangit dapat menurunkan hasil 10-40%, tetapi pada serangan yang berat akibat populasi yang tinggi dapat menurunkan hasil sampai 100% atau puso.
  • Tanaman padi yang terserang walang sangit biasanya ditanam di sawah dekat hutan
  • Serangan walang sangit juga terjadi pada tanaman padi yang terlambat tanam
  • Walang sangit mengisap isi biji padi pada bulir matang susu (milk), bulir yang lunak (soft dough), dan bulir yang keras (hard dough)
  • Walang sangit tidak mengisap padi pada saat bunting atau masa pembungaan
  • Aktivitas walang sangit mengisap bulir padi selama 24 jam, tetapi waktu aktivitas yang paling banyak pada pukul 05-09 dan pukul 15.00-19.00.(Padi, 2016)

Cara Pengendaliannya

  • Membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi
  • Walang sangit datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma
  • Memasang bangkai binatang.  Walang sangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat disemprot dengan insektisida.
  • Menggunakan bahan kimia  (Decis, Regent, BPMC) bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi 10 ekor/20rpn.
  1. Keong Emas, (Pomacea canaliculata).

Hama keong emas termasuk hama yang teridentifikasi dan sangat merugikan petani, ketika mereka menyerang tanaman padi. Tanaman padi rawan pada umur 1-15 hari setelah tanam (hst). Hama ini memotong tanaman muda, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

  1. Belalang (Acrididae). Gejala dominan yi. daun menggulung/melengket, berwarna kuning dan kelabu (mengering), prosentase serangan diatas 50% dgn intensitas kerusakan ringan sampai sedang.

Rekomendasi Pengendalian

Rekomendasi pengendalian yang dapat diberikan yaitu:  memelihara refugia untuk melestarikan musuh alami (Coccinelidae, Staphilinidae, Arahnidae, dll.). Dapat menggunakan insektisida yg bersifat kontak dan sistemik.

Pemupukan NPK tetap diberikan utk pemulihan daun tanaman yg dirusak hama penggulung.

Oleh: Arnold C. Turang,SP. Dr.Freddy Lala,SP.MSc dan Anneke Turangan,SP.

BPTP Sulut Seminarkan Hasil Litkaji Tengah Tahunan 2018

Manado, 30 Juli 2018---BPTP Sulawesi Utara, menyelesaikan satu etape sukses di tengah tahun, dengan dilaksanakannya Seminar Hasil Tengah Tahunan Kegiatan Tahun 2018 Pengkajian-Diseminasi dan Managemen.

Kepala BPTP Sulawesi Utara dalam sambutan yang diwakili oleh Kasie KSPP Victor D. Tutud,SP.MSi, mengapresiasi kinerja teman-teman yang telah menyiapkan hasil kerja dalam presentase hasil tengah tahunan hari ini. Terima kasih teman-teman, kita seriusi mengikuti kegiatan ini, karena ini hasil kita dan harus kita berikan masukan untuk perbaikan. Dan hasilnya sebagai pertanggung jawaban kinerja kita.

Kegiatan diikuti oleh para pengkaji di BPTP Sulawesi Utara, dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia sebagai berikut :

  1. Ir. Luice A. Taulu, MS. : Model Bio Industro Berbasis Sistim Usahatani Terintegrasi Tanaman Padi, Jagung dan Ternak Sapi di Sulawesi Utara
  2. Augus Polakitan,MP. : a). Produksi Benih Kedelai 55,8 Ton/ Ha. b). Kajian Paket Teknologi Spesifik Lokasi Peningkatan Produktivitas Bawang Merah Varietas Lansuna di Sulawesi Utara
  3. JG. Kindangen,MS. : a). Kajian Sistim Usahatani Beerbasis Klon Unggul dengan Ternak Kambing melalui pemberdayaan Lembaga Ekonomi Pertanian di Sulawesi Utara. b). Pendampingan Kawasan Perkebunan.
  4. Welly Rembang,MP. : Plasmanutfa Potensi Genetik di Sulawesi Utara
  5. Paulus C. Paat,MP. : Pendampingan Kawasan Peternakan di Sulawesi Utara
  6. Joula O. Sondakh, MSi. : Analisis Kebijakan
  7. Ir. JBM Rawung, MSi dan Dr. Ir. Hiasinta Fj. Motulo,MSi.: a). Pendampingan kawasan tanaman pangan, b). Dukungan Inovasi teknologi pertanian untuk peningkatan IP PadiJagung dan Kedelai (Lahan Kering, Sawah Tadah Hujan di Sulut)
  8. Derek Polakitan,MSi. : Pendampingan Siwab
  9. Olvi Tandi,SP. dan Dr.Ir. Hiasinta F.J. Motulo,MSi.: a). Pendampingan Kawasan Tanaman Hortikultura. b). Perbenihan Bawang Merah TSS, produksi 40 kg.
  10. Arnold C. Turang,SP. Dan Dr.Ir. Hiasinta F.J. Motulo,MSi.; Dukungan perbenihan komoditasprogram strategis Kemtan ( Produksi Benih Sebar ES Padi 14 Ton)

Kegiatan yang diangendakan hanya sehari, akhirnya karena melihat kondisi tidak cukup waktu hanya sehari, berubah sampai dua hari.

Saat berita ini diturunkan kegiatan yang dapat diselesaikan sudah sekitar 15 materi yang di presentasekan dan dibahas oleh tim pembahas. Dan materi lainnya akan dilanjutkan pembahasan besok hari. (#arnoldturang)

Sumber: liputan langsung lokasi

 

 

 

OPSIN dan LTT Adalah Nafas Kita

Manado,11 Juni 2018---Opsin dan LTT adalah Nafas kita !, demikian Dr.Ir.Hiasinta F.J. Motulo, MSi., ketika memberikan arahan ipada ttim kerja internal BPTPBalitbangtan Sulut, yang ditugaskan mengkoordiner  di daerah yang telah di SK kan oleh Badan SDM.

Beliau berharap agar tim kerja intenal ini untuk segera berkoordinasi dengan daerah yang dikoordnier, sesuai dengan tupoksi.

Setelah pertemuan internal, secara maraton BPTP Balitbangtan Sulut menggelar Rakor Percepatan Opreasional Mesin (OPSIN) Pertanian di dua tempat; tanggal 7 Juni 2018 di Ruang Pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, dan tanggal 8 Juni 2018 di Aula Kodim 1303 Bolaang Mongondow, dengan mengefisienkan waktu sebelum Jumatan teman-teman yang menjalani puasa

Inti dari Rakor ini adalah selain untuk mendapatkan data riil jumlah dan kondisi Alsintan yang ada, mendapatkan umpan balik dan permasalahan lapangan. Juga dalam rangka mensosialisasikan kebijakan terbaru Kementan terkait OPSIN.

Dalam sambuan Kadis Pertanian melalui Kabid PSP, mengapresiasi gerak cepat Dr.Ir.Hiasinta J.F.Motulo,MSI. segera melakukan koordinasi dengan teman-teman di daerah. Untuk itu kita bangun hubungan kerjasama yang baik diantara para mantri tani, Danramil, Dinas Pertanian Kabupaten Kota serta BPTP Balitbangtan selaku Penanggung Jawab Alsintan Sulut.

Sementara PJ Alsintan Sulut Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo, M.Si menekankan kembali apa yang disampaikan Mentan pada acara serupa di tingkat pusat bahwa Alsintan harus dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan petani dan bukti riilnya tergambar pada capaian luasan LTT yang dikerjakan di lapangan di lahan sawah, ladang dan kegiatan pertanian lainnya.

Hiasinta melanjutkan, bahwa setelah lebaran nanti tim kerja akan turun lapangan untuk melakukan identivikasi lapang pemanfaatan Alsin, serta pertemuan koordinasi dengan wilayah kepulauan Manado Minahasa Utara dan Kota Bitung (@arnold #acturang)

 

Yakinkan Petani dengan Bukti Riil: Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Sulawesi Utara

Alamanda Resort, Kakaskasen I, 25 Juli 2018.---Bertempat di kota sejuk Tomohon, BPTP Sulawesi Utara melaksanakan pertemuan parapenyuluh Sulawesi Utara, yang dikemas dalam acara Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian di Sulawesi Utara.

Pentingnya tugas penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, maka dalam rangka Percepatan Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Program Swasembada Pangan Nasional secara berkelanjutan, termasuk di Sulawesi Utara, maka Bimtek Peningkatan Kapasitas bagi Penyuluh Pertanian, secara nasional telah diagendakan Kementerian Pertanian termsauk di BPTP Sulawesi Utara.

Alamanda Kakaskasen I Tomohon 26 Juli 2018.---Bertempat di Kota sejuk

Bertempat di kota sejuk Tomohon, BPTP Sulawesi Utara melaksanakan pertemuan parapenyuluh Sulawesi Utara, yang dikemas dalam acara Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian di Sulawesi Utara.

Pentingnya tugas penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, maka dalam rangka Percepatan Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Program Swasembada Pangan Nasional secara berkelanjutan, termasuk di Sulawesi Utara, maka Bimtek Peningkatan Kapasitas bagi Penyuluh Pertanian, secara nasional telah diagendakan Kementerian Pertanian termsauk di BPTP Sulawesi Utara.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk peningkatan kapasitas para Penyuluh Pertania (PP). Karena banyak teknik-teknik yang baru yang dapat dilaksanakan para penyuluh.Teknik-teknik yang dikemas bukan lagi melalui media cetak, tapi penyuluh diajak memanfaatkan media on line aktive interaktive.

Selain itu, tujuan peningkatan kapasitas penyuluh, juga mensinergiskan program dan percepat arus informasi teknologi agar cepat sampai ke petani. Sehingga layanan untuk petani lebih cepat dan up to date. Dalam materi juga selain oral juga dikemas dalam bentuk permainan dan fieldtrip ke kegiatan demplot yang dilakukan oleh para pengkaji di BPTP Sulut yang berada di sekitar kota Tomohon

Masih menurut Hiasinta: fakta lapangan teridentifikasi, teknologi jarwo sudah 12 tahun yang lalu diperkenalkan, tapi saat ini dilapangan berapa persen petani yang melaksanakan teknologi itu. Padahal teknologi itu sudah dikaji secara nasional. Dengan Teknologi Jarwo saja, usahatani akan ketambahan jumlah populasi tanaman dan dapat meningkatkan produksi  sampai 1 ton.

Itu baru penerapan Jarwo, belum bila kita terapkan dengan tepat mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), itu mulai dari Penggunaan benih unggul, sampai pasca panen, akan lebih tinggi lagi bisa  4-5 ton ketambahan  pendapatan petani, siapa yang dapat berikan itu? imbuhnya.

Acara yang dibuka oleh Kadistanak Provinsi Sulut Ir. Novly Wowiling, M.Si, Narasumber dari BBP2TP Bogor bapak Dani Medionovianto, S.Pt., M.Si. dan 100 peserta penyuluh pertanian kabupaten/kota se-Sulut termasuk penyuluh/peneliti BPTP Balitbangtan Sulut. 

Senada dengan kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Hiasinta F. J. Motulo, M.Si, Kadistanak Provinsi Sulut dalam sambutannya ketika membuka acara ini menyampaikan bahwa; dalam rangka meyakinkan petani perlu bukti-bukti yang nyata, bukan hanya secara lisan tapi harus mampu memberikan contoh-contoh riil yang luar biasa tentang inovasi teknologi yang disampaikan sehingga gaungnya ke masyarakat akan lebih efektif dan efesien, misalnya dalam bentuk demplot ataupun demfarm-demfarm.

Olehnya, penyuluh pertanian harus terus meningkatkan kapasitasnya baik dalam hal penguasaan inovasi teknologi pertanian, maupun dalam hal penguasaan teknologi Informatika yang berbasiskan Smartphone.

Disampaikan juga karena sasarannya adalah orang dewasa, maka gunakanlah pendekatan-pendekatan penyuluhan yang persuasif, yang lebih simpati dan empati terhadap keadaan/kondisi riil petani dan lapangan yang ada.

Melalui Bimtek ini diharapkan pengetahuan para penyuluh pertanian akan disegarkan lagi dan dibekali dengan materi yang terkait dengan beberapa paket teknologi spesifik lokasi, metode dan teknik penyuluhan, termasuk metode penyuluhan sekarang ini yang mengikuti kemajuan teknologi informatika, misalnya cyber extension dan penggunaan medsos dalam mendiseminasikan materi penyuluhan dengan berbasiskan smartphone, seperti cara membuat sendiri info grafis, video pendek dan foto penyuluhan dengan menggunakan HP.

Di akhir bimtek, peserta melakukan fieldtrip ke lokasi demplot pengkajian BPTP Balitbangtan Sulut yakni di TSS Bawang Merah dan di show Windows Bunga Krisan. Bertindak sebagai narasumber selain penyuluh dan peneliti dari BPTP Balitbangtan Sulut, juga penyuluh dari BBP2TP Bogor bapak Dani Medionovianto, S.Pt., M.Si.

Sumber:Tim TIK BPTP Sulut

Selaras dan Sinergikan Program Strategis Kemtan Dan Stakeholders di Daerah: Rapat Pembahasan Matrik Kegiatan 2019

Suasana Pertemuan dan Beberapa Kegiatan Lapang

Ruang Pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, 22 Mei 2018---Dalam rangka memantapkan kegiatan litkaji dan diseminasi BPTP Balitbangtan Sulut, telah dilaksanakan rapat pemantapan program litkaji 2019 di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara (22/05).

Tujuan kegiatan ini, menurut koordinator PE Dr. Ir. J.B.M.Rawung, agar nantinya kegiatan yang dilakukan selain mengacu kepada program strategis Kementan, juga harus selaras dan sinergi dengan program dan kegiatan yang ada di stakeholders.

Kegiatan diawali dengan membacakan arahan kepala BPTP: “Kegiatan In House berdasarkan kebutuhan teknologi yang didiskusikan pada saat kegiatan APTEK.  Kegiatan diperbanyak pada diseminasi teknologi hasil kajian yang memang sudah Given. Kegiatan apa saja yang akan di diseminasikan dalam skala luas/ demfarm. Dan harus diingat, setiap demfarm harus menghasilkan benih, terutama pajale.

Kegiatan Bio-Industri harus menghasilkan produk, terintegrasi dan berkelanjutan dalam kawasan. Harus dibahas agar kegiatan Bio-Indistri menjadi Core bisnis poktan kooperatornya”.

Rapat yang dipimpin Koordinator PE, Dr. Ir. Jefny B M. Rawung, M.Si,  diikuti oleh peneliti, penyuluh, PPK, dan dari KSPP BPTP Balitbangtan Sulut. (#acturang)

Sumber: Koordinator PE, KSPP.