JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Wowiling Dorong Percepatan LTT dengan Gerakkan Petani Menanam dan Pihak Ketiga Harus Memperhatikan Kualitas Kuantitas serta Waktu Pengadaan

Best Western, 8 Desember 2018---Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, dalam mendorong upaya percepatan target realisasi, mengumpulkan para petugas data dan mantri tani untuk mengikuti pertemuan percepatan pelaksanaan pembinaan Jagung di Sulawesi utara.

Kegitan yang dibuka oleh Kadis Pertanian Sulut Ir.Novly G.Wowiling,MSi. juga dihadiri oleh beberapa kepala-kepala dinas kabupaten kota berlangsung dinamis dan penuh kekeluargaan. Betapa tidak Novly dengan tutur kata lembut dan bersahabat namun pedas, menguraikan dinamika permasalahan LTT Sulawesi Utara. Mulai dari kinerja layanan yang masih banyak keluhan sampai budaya sebagian petani yang masih harus digerakkan dengan bantuan.

Lebih lanjut Wowiling,menguraikan; bahwa memang Sulawesi Utara terkait dengan Luas Tambah Tanam (LTT), sampai saat ini lebih baik dari tahun kemarin. Karena saat ini Sulawesi Utara secara nasional kita sudah di zona aman. Namun beliau belum puas, karena bagi beliau tujuan utama program bukan hanya output capaian realisasi saja, tapi harus sampai menyentuh kebutuhan hakiki petani, yaitu NTP.

Sisa waktu yang ada, sebelum tanggal 15 Desember, beliau mengajak para petugas untuk terus menggerakkan petani menanam. Demikian dengan pihak ketiga yang mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan fasilitas petani,  walau dari sisa waktu ini adalah percepatan, tapi saya ingatkan tetap memperhatikan waktu, kualitas dan hindari mengadakan tidak memperhatikan kualitas. Imbuhnya mengakhiri sambutan.

Sementara Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. selaku sekretariat Upsus dan Opsin, dalam kesempatan memberikan materi terkait dengan evaluasi tambah tanam Pajale dan Strategi Percepatan Pelaksanaan tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara.

Yusuf, mengawali pemaparan secara dialogis dengan peserta. Karena moderator Angel, meminta beliau sebelum mempresentasekan harus memperkenalkan diri dahulu. Karena beliau sebagai Kepala BPTP Balitbangtan yang baru, baru dikenal para petugas data. Lebih lanjut Yusuf memperkenalkan diri, bahwa sebelumnya beliau dari Timur (Ambon) dan di berikan kepercayaan ke Sulawesi Utara. dan perkenalan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.

Lebih lanjut Yusuf memaparkan materinya,  target Kementerian Pertanian minimal sama dengan tahun lalu. Bila target kita rendah akan berdampak tidak baik bagi kita di Sulawesi Utara. karena itu sangat berhubungan dengan alokasi bantuan Sulut. Untuk itu beliau mengajak peserta terutama para pencatat data dan pelapor data agar terus bangun koordinasi di lapangan dan terus melaporkan harian perkembangan tanam petani dilapangan,untuk kita naikkan LTT di tahun 2018.

Masih menurut Yusuf, strategi yang harus kita bangun adalah: koordinator pelaksana harus aktif memonitor realisasi LTT dan mempercepat solusi jika ditemukan kendala di lapangan. Bila temui kendala segeralah melakukan koordinasi keatas untuk mencari solusi pemecahannya. Seluruh koordinator dan anggota memastikan agar data LTT tercatat dalam data SP-Kecamatan dan mengawal data BPS kabpaten dan BPS Provinsi.  Pengawalan proses CPCL, pengadaan benih/ pupuk serta distribusinya sampai ke petani oleh koordinator dan anggota Tim. Dan Tim upsus kabupaten turun ke lapang mengidentifikasi jaringan irigasi bila menghambat LTT, agar segera ada solusi pemecahan, imbih Yusuf menutup materinya.

Pertemuan selama dua hari diikuti oleh 14 kabupaten kota dan beberapa Kadis Pertanian, serta para petugas data dan SP di masing-masing kabupaten kota di Sulawesi Utara.(*art)

Rapat Koordinasi Optimalisasi Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian T.A 2018 Provinsi Sulawesi Utara.

Qualiti Hotel Manado, 28 November 2018---BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara sebagai koordinator Optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Opsin), sesuai dengan surat tugas Kepala Badan SDM Nomor:B-8959/TU.040/1/08/2018, tentang penugasan tim monitoring dan evaluasi penataan Alsin, melaksanakan rapat koordinasi di Quality Hotel Manado.

Dr.Ir.Yusuf,MP. Dalam sambutan pembukaan mengajak tim kerja Opsin, agar mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang telah dibagikan pada petani. Alsin yang ada harus menghasilkan luas tambah tanam (LTT) sehingga akan meningkatkan produktivitas di daerah.

Bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah harus kita dorong penggunaannya serta optimalkan agar termanfaatkan oleh masyarakat. Pendekatan ini melalui usaha pelayanan jasa alsin, seperti UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan), sebagai inisiator penggerak pertanian di masyarakat.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, “jangan sampai ada lahan yang nganggur dan lahan yang tidur, dan petani tidur lelap”, padahal bantuan alat untuk membantu petani mengolah tanah banyak yang telah digelontorkan pemerintah. Hal ini harus kita cermati bersama, agar total realisasi olah lahan untuk TR2 dan TR4 lebih optimal. Karena untuk Sulawesi Utara sampai 26 November 2018 baru 7o,77 persen.

Masih menurut Yusuf, strategi untuk dapat meningkatkan pencapaian target kita, maka saya menghimbau penanggung jawab kabupaten agar dipastikan berada di di lapangan, untuk mencari lahan-lahan bera, lahan baru panen dan lahan potensi padi gogo untuk didorong cepat mengolah tanah. Terus lakukan koordinasi di tingkat kecamatan dan desa, bersama gapoktan, UPJA, Penyuluh kecamatan, BPP, Babinsa, Danramil untuk gerakkan olah tanah dan tanam.

Saya apresiasi bapak ibu yang sudah bekerja dengan baik untuk optimalkan Alsintan. Dan melalui rapat koordinasi ini, mari kita berbagi pengalaman dan saling informasi pengalaman untuk sukses OPSIN,

Sementara Ir.Titov B.Manoi,MSi. yang mewakili Kadis Pertanian Sulut, mengemukakan bahwa, bila tanpa Alsintan Sulawesi Utara untuk cetak sawah baru dalam setahun, tidak dapat capai 5% dari luas sawah yang ada, untuk penuhi target produksi. Alsin yang ada di Sulawesi Utara cukup banyak, tapi belum optimal.  

Luas sawah yang ada di Sulawesi Utara sekitar 57 ribu ha, itu cukup dengan Alsin yang ada bila dioptimalkan. Namun, karena petani memang belum trampil dalam mengoprasikan berdampak pada alat tidak optimal dan rusak.

Untuk itu kita berupaya agar petani melalui pemagangan ke perusahaan penyedia Alsin, atau kita fasilitas dengan pengoptimalan bengkel-bengkel Alsin di daerah, dan perlu dikejrasamakan dengan BPTP Balitbangtan untuk menfasilitasi pelatihan petani.

Titov mengapresiasi upaya BPTP dengan melaksanakan kegiatan koordinasi ini. Dengan kegiatan ini, akan membuka wawasan peningkatan penggunaan alsin kedepan. Dan ujungnya pada terjadinya peningkatan target pengolahan dan tanam di Sulawesi Utara, imbuhnya.Setelah dibuka kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Dr.Ir.Kemal Mahwud  Kepala Balai Batang Kaluku, Evaluasi Opsin oleh Ir.Heri Palar dan Arnold C.Turang,SP., Teknik Pelaporan Opsin Basis Media Online.

Kegiatan diikuti oleh 38 orang Operator Alsin, Kabid PSP, Kadis Pertanian dan LO Opsin dan Penyuluh dan Peneliti BPTP Sulawesi Utara yang ditugaskan untuk mendampingi di lapangan. (*Art) 

Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Program Penyuluhan Provinsi Sulawesi Utara

 

Kalasey, 07 Nov 2018.--- Bertempat di ruang pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, dilaksanakan kegiatan sinkronisasi materi hasil litkaji dan programa penyuluhan provinsi Sulawesi Utara. Kepala BPTP Dr. Ir. Yusuf, MP dalam sambutan menjelaskan tusi Lama: No 20/Permentan/Ot.140/3/2013. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, perubahan fungsi BPTP berdasarkan Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017 yang berubah yang lama No.20/Permentan/Ot.140/3/2013; yang baru: Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan Diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Di dalamnya adalah pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi spesifik lokasi.

Menurut ketua Paguyuban Kepala BPTP se Indonesia, dalam pasal 3 ayat (1) permentan ini, pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja anggaran evaluasi. Dan laporan pengkajian, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam tugas kelompok jabatan fungsional penyuluh pertanian adalah melakukan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Mengapa perlu sinergi peneliti dan penyuluh, BPTP dibentuk untuk mengimplementasikan konsep REL (Research Extension Linkage) sehingga integritas Penyuluhan dan peneliti kondisi ideal adalah penyuluh terlibat dalam kajian teknologi, dimana pemahaman lebih inovasi akan lebih baik. Sementara peneliti mengawal diseminasi teknologi, dimana pengenalan teknologi akan lebih terjamin.

Deliniasi tugas penyuluh dan peneliti BPTP adalah, penyuluh menyiapkan materi penyuluhan untuk penyuluh di daerah. Peneliti mengadaptasikan, mengembangkan dan memodifikasi teknologi, agar sesuai dengan kebutuhan di daerah.

Inovasi pertanian merupakan komponen kunci dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Perubahan tusi BPTP erat kaitannya dengan tugas mandatory/perubahan program strategis kementerian pertanian yang sangat beragam.

"Beragam inovasi pertanian hasil penelitian Badan Litbang Pertanian terbukti menjadi pendorong utama dalam mencapai program strategis kementerian Pertanian saat ini. Yusuf berharap, melalui sinkronisasi program penyuluhan pertanian ini akan terjadi akselerasi diseminasi dan hilirisasi inovasi teknologi pertanian hasil penelitian Badan Litbang pertanian kepada pihak terkait.

Sementara Kadis Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, Ir. Novly G.Wowiling, MSi. memulai sambutan dengan jalinan kerja yang telah terbina antara BPTP dan Dinas, yang harus terus dipererat dalam menjawab pertanian di Sulawesi Utara kedepan. Lebih lanjut Novly menjelaskan; Program bukan hanya menjawab keberhasilan sebatas data dan cerita tertulis. Programa adalah menjawab permasalahan hakiki dari masyarakat yang kita layani, sesuai dengan tupoksi kita.

Lanjut Wowiling, bahwa saat ini yang menjadi permasalahan utama petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP) masih rendah dan inflasi. Itu yang menjadi persoalan utama. Apakah kita sebagai penggerak pertanian di Sulawesi Utara, memiliki kepekaan terhadap hal itu?. Ekspresi NTP adalah ekspresi daya beli dari petani. Semakin besar NTP, berarti petani kita semakin baik dan potret keberadaan kinerja kita sesungguhnya ada pada NTP.

Mengahiri sambutan Novly, meminta sebagai ASN kita harus memberi warna. Kita budayakan birokrasi berintegritas, melayani, dengan tulus dalam menjawab persoalan masyarakat. ASN jangan hanya melaksanakan realisasi anggaran 100 persen selesai, tapi harus menjawab persoalan masyarakat, tutupnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 40-50 orang peserta, terdiri dari para KJF di Kabupaten/Kota, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kadis Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan Ketua KTNA dan Penyuluh peneliti di BPTP balitbangtan Sulawesi Utara.(*art)

Sumber: Art/Balitbangtan

BPTP Kerjasama dengan Dinas Pertanian dalam Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian melalui Temu Teknis Inovasi Pertanian Di Kabupaten Minahasa

Minahasa, 26 November 2018---BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara bersama Dinas Pertanian kabupaten Minahasa melaksanakan kegiatan bersama Teknologi Perbenihan Jagung Nasa 29, untuk peningkatan kapasitas penyuluh pertanian.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa, tepatnya di desa Totolan Kecamatan Kakas dan di Kelurahan Kembuan kecamatan Tondano Utara, sebagai tindak lanjut dari Permentan No 19 Permentan/OT.020/5/2017, dimana BPTP mendapat tambahan fungsi berupa pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil penelitian/ pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi.

Inti dari tambahan tugas ini seperti yang disampaikan oleh Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP., adalah menyampaikan inovasi atau paket teknologi hasil penelitian dan pengkajian Balitbangtan menjadi materi penyuluhan dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

Kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk percepatan tranfer dan proses adopsi teknologi Balitbangtan. Mendekatkan sumber inovasi kepada penyuluh dan petani, sehingga senjang inovasi hasil penelitian dan pengkajian dapat dikurangi.

Lanjut Yusuf; bagi penyuluh pertanian daerah/ lapangan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan “amunisi” baru bagi penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya serta meningkatkan wawasan untuk mengembangkan inovasi metode komunikasi dan diseminasi.

Masih menurut ketua Paguyupan Kepala BPTP se Indonesi, kegiatan ini menjadi wahana penjaringan umpan balik untuk penyempurnaan teknologi, sehingga terwujud inovasi teknologi secara berkesinambungan dan identifikasi kebutuhan teknologi spesifik lokasi. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap terwujudnya research-extension-farmers-linkage (REEL) yang lebih baik.

 Inovasi yang akan menjadi materi penyuluhan, merupakan teknologi matang yang sudah siap diterapkan dan dapat diperoleh dengan relatif mudah oleh masyarakat. Dengan demikian tingkat kematangan dan ketersediaan logistik inovasi harus menjadi perhatian. Selain itu, inovasi yang dijadikan materi diseminasi adalah inovasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti yang dilaksanakan ini, tutup beliau dalam sambutannya.

Sementara Kadis Pertanian kabupaten Minahasa, Ir. Frans Suhban Torar, menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi BPTP Bekerjasama dengan dinas dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian di kabupaten Minahasa. Apalagi yang menjadi titik ungkit pertemuan adalah inovasi teknologi Perbenihan Jagung Hibrida Nasa 29.

“Saya atas nama Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, karena langsung dilaksanakan oleh penyuluh pertanian dilapangan dengan pendampingan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara”. Torar, mengajak BPTP untuk keberlanjutan kegiatan pertanian di Minahasa, akan menindak lanjuti dengan MoU. Dimana BPTP akan mendampingi teknologi kegiatan-kegiatan pertanian di Minahasa.

Pertemuan yang dilanjutkan dengan pemaparan materi Pengenalan dan Pengendalian Hama Penyakit Jagung oleh Dr.Ir.Freddy Lala,SP.MSc. dan Panen dan Pasca Panen Jagung Hibrida Nasa 29 oleh Supratman Siri,STP. Dan kunjungan lapangan dan diskusi.

Kegiatan temu teknis yang dihadiri oleh perwakilan Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluha Pertanian (BPP) di Kabupaten Minahasa sebanyak 46 orang dan Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulawesi Utara 8 orang.(*Art)

Sumber: Arnold C.Turang (Art)

Ikuti info terkait:

Panen Perdana dan Temu Lapang Padi Sawah Tadah Hujan di Bolmut

Bolmut, 30 November 2018---Kegiatan Dukungan Inovasi Teknologi Pertanian untuk Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Sulawesi Utara, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sesuai dengan hasil identifikasi(CPCL) daerah sentra produksi menetapkan desa Binjeita kecamatan Bolangitang Timur kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), tepat untuk kegiatan karena rawan kekeringan.

Petani yang biasanya hanya 1-2 kali menanam setahun, dengan kegiatan ini petani dapat melaksanakan panen 3 kali dalam setahun. Dengan provitas biasa hanya 2-3 ton per ha, dapat ditingkatkan menjadi 4-5 ton per ha. Ini terjadi karena fungsi pendampingang langsung dari sumber teknologi yaitu BPTP Balitbangtan dan para penyuluh di Kecamatan Bolang Itang Timur.

Kepala Desa mengapresiasi kegiatan ini, karena selama ini petani hanya menghasilkan cukup untuk konsumsi. Dengan kegiatan ini, kami diajar dan terus diberikan petunjuk dalam mengatasi permasalahan pertanian khususnya padi. Beliau malah meminta agar BPTP Balitbangtan kalau bisa terus membantu mendampingi petani kami, ujar Maskoen Bogar ( Sangadi) desa Binjeita.

Edisi Video Terkait Padi: 1) Produksi Benih ES Inpari-31 di Minahasa 2. Simulasi Jarwo 2:1 di Minahasa 3. Pendampingan Tanam Jarwo 2:1 4. Apa Kata Direktur Perbenihan

Lain halnya dengan koordinator BPP pak. Salmon Suoth, beliau mengungkapkan, walau dengan terpaan cuaca yang kurang bersahabat (el-nino), dan motivasi petani mulai pasrah dengan alam karena kekeringan, tapi semangat tim BPTP Sulut dalam memperagakan langsung teknologi, mengembalikan motivasi petani. “Kami sebenarnya tidak menyangka bila kegiatan ini akan berakhir dengan panen”, karena ada petani sekitar hanya panen 25 persen dari luas panen, imbuhnya.

Kegiatan yang di koordinatori oleh Dr.Freddy Lala,SP.MSc.,diformulasi dengan proses budidaya dan melakukan pembinaan para petani pada setiap simpul kegiatan budidaya melalui temu lapang. Materi-materi yang diajarkan pada petani seperti: bagaimana melakukan identivikasi ketersediaan hara dengan menggunakan alat Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) oleh Arnold C.Turang,SP. Teknik budidaya padi sawah mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu oleh Ir.Rusiadi Djuri dan bagaimana melakukan identifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit secara dini serta teknik aplikasi oleh koordinator sendiri.

Lebih lanjut Lala, dukungan inovasi teknologi yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu: Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB, Sistim Tanam Jajar Legowo (Jarwo), Aplikasi Sistim Kalender Tanam Terpadu (Katam), aplikasi pemupukan silica cair dan berimbang, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan sistim pompanisasi.

Setelah melalui beragam pergumulan, dan itulah tujuan dari kegiatan ini, agar dapat menjadi solusi petani saat menghadapi anomali iklim, akhirnya petani dapat melakukan panen juga. Pada Jumat 30 November 2018, kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP, MSc. yang diwakili oleh Ir.Hartin Kasim, melakukan panen perdana padi Inpari-31 dan diikuti dengan hambur benih Inpari-24 untuk tahap masa tanam (MT) kedua.

Kegiatan diikuti oleh seluruh petugas pertanian di wilayah Bolmut Timur, Sangadi (Kepala Desa) Binjeita, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ismail, Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Bolmut, dan masyarakat sekitar melakukan panen padi sawah.(*art).

Deras Hilirkan Teknologi Inovasi: BPTP Balitbangtan Sulut Panen Benih Kedelai Unggul Tahan Naungan Di Antara Pohon Kelapa

Dimembe, Minahasa Utara, 22 November 2018.---Acara panen bersama tanaman kedelai merupakan rangkaian puncak dari kegiatan "Kajian Teknologi Budidaya Kedelai Integrasi dengan Tanaman Kelapa" yang dilaksanakan sekitar tiga bulan yang lalu.

Tujuan kegiatan ini selain untuk menghasilkan Benih Dasar Kedelai unggul bersertifikat, juga dalam rangka mempercepat proses alih teknologi pertanian (hilirisasi teknologi), dimana ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa lahan kosong di antara pohon kelapa yang selama ini hanya dibiarkan begitu saja (tidur), ternyata dapat dimanfaatkan guna memberikan tambahan pendapatan usahatani.

Acara yang dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP, dihadiri oleh Kabid Penyuluhan Distanakbun Minahasa Utara Ir. Bonie Kanter, M.Si, Kepala Sub Bidang Keamanan Hayati Hewani Barantan drh. Duma Sari Harianja, M.Si. (Tim PJ. UPSUS PAJALE Wilayah Minahasa Utara, Bitung dan Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud), BPSB TPH Minahasa Utara, Peneliti dan Penyuluh pertanian serta petani. 

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut dalam sambutannya menyampaikan bahwa; mandat BPTP adalah menyiapkan paket teknologi spesifiksi lokasi dalam rangka pelayanan hasil-hasil penelitian kepada petani. Untuk itu BPTP Balitbangtan Sulut secara kontinu, melakukan litkaji dalam menghasilkan inovasi teknologi unggul spesifik lokasi dan  mendiseminasikannya dalam "satu tarikan nafas" sebagaimana demplot kedelai yang akan dipanen sekarang.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, untuk mewujudkan desa mandiri benih di wilayah Minahasa Utara, beliau mengajak dan memotivasi Pemda Kabupaten Minahasa Utara serta petani pengusaha tani serta media kita bersama padu dalam mengusahakan lahan di antara pohon kelapa dengan menanam kedelai.

Masih menurut beliau, bahwa untuk mengatasi masalah pemasaran dan harga kedelai yang sukar dan kurang menguntungkan, sebagaimana yang disampaikan beberapa petani tadi, maka Pemda kabupaten Minahasa Utara harus meregulasi kebijakan dalam memperkuat kelembagaan petani dan menfasilitasi ataupun mencari link dan akses pemasarannya. BPTP Balitbangtan Sulut siap mendukung sepenuhnya dari aspek pendampingan teknologi, termasuk penyediaan benih unggul bersertifikat.

Varietas-varietas kedelai yang dikaji adalah: Dena 1(varietas yang toleran naungan sampai 50%) dan Anjasmoro. ditanam di lahan seluas kurang lebih 4 hektar. Hasil ubinan untuk varietas Dena 1 menunjukkan hasil yang cukup baik yaitu sekitar 2.85 t/ha. Bandingkan dengan rataan produksi di tingkat petani di Provinsi Sulawesi Utara yang hanya 0,8 t/ha. Hasil ubinan ini masih lebih tinggi dari produksi nasional yaitu 2,5 t/ha. Sedangkan untuk varietas Anjasmoro akan dipanen dua minggu lagi.(*Artur).

Sumber: Victor D.Tutut

Deras Hilirkan Teknologi Budidaya Pepaya Merah Delima Melalui TVRI Stasiun Manado.

KBI Pandu, 30 November 2018---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sudah menghasilkan banyak teknologi inovasi untuk petani Indonesia, namun masih relatif kurang terpublis dan terhilirkan di tingkat masyarakat pertanian. Kebun Percobaan (KP) Pandu, sejak tahun 2011 ( saat pengembangan m-KRPL) sudah mengembangkan Kebun Bibit Induk (KBI) untuk membantu menyediakan benih dan bibit bagi petani.

Tele Visi (TVRI) Republik Indonesia stasiun Manado, melalui liputan: Petani Ba Ko’Bong (Petani Berkebun) meminta BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, untuk menjadi nara sumber pada liputan tahun ini. Tema yang diminta dan diangkat adalah tanaman pepaya. Arnold C. Turang yang ditugaskan untuk menjadi nara sumber, menguraikan teknik budidaya perspektif agribisnis untuk tanaman pepaya merah delima, dalam liputan petani Bakobong.

Liputan ini dilakukan pada Jumat,30 Nopember 2018, oleh Cru TVRI Stasion Manado, langsung di lokasi. Turang, saat memaparkan materi yang dikemas dalam paket petani Bakobong, menguraikan peran BPTP Sulut sebagai sumber teknologi inovasi di daerah, memiliki kembun percobaan dan Kebun Bibit Induk sebagai tempat budidaya dan produksi benih karya para peneliti Balitbangtan.

KBI Pandu menghasilkan benih-benih sayur buah dan tanaman tahunan yang induknya didatangkan melalui Balai Penelitian (Balit). Benih dikembangkan dan dilakukan perbanyakan untuk hasilkan benih dan diderashilirkan pada masyarakat. Sehingga untuk kebutuhan benih masyarakat dapat dipenuhi. Entah melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) atau disiapkan untuk komersialisasi melalui Taman Agro Inovasi Mart (Tagrimart).

Tanaman yang termasuk banyak diminati dan diminta petani, baik kelompok KRPL maupun pribadi, adalah buah Pepaya Merah Delima, Cabe, Tomat dan Bayam serta Sirsak unggul. Untuk buah Pepaya, yang dikembangkan adalah pepaya merah delima. Ini karena keunggulan tanaman yang sudah dihasilkan dari karakterisasi, seleksi dan hibridisasi oleh Balitbangtan. Keunggulannya yaitu, buah tebal lebih dari 3 cm, rasa manis, warna daging buah merah orage dan produktivitas 70-90 ton per hektare dengan ukuran buah pepaya sedang.

Lebih lanjut Penyuluh BPTP Balitbangtan menjelaskan teknik budidaya tanam pepaya merah delima dari teknik penyiapan benih, bibit, cara semai, olah tanah, perawatan dan pengendalian hama sampai pada panen dan pasca panen pepaya merah delima.

Maria sebagai kepala produksi TVRI, mengapresiasi BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, ternyata memiliki kebun yang dapat menyediakan benih dan bibit untuk penuhi kebutuhan petani di Sulawesi Utara. Bahkan Maria berjanji untuk bekerjasama dengan BPTP akan mengangkat tema-tema pertanian yang dikembangkan di KP-Pandu. Dan untuk tahun 2019,Maria akan mengangkat tema buah Sursak Unggul Balitbangtan, yang sudah ada di KP-Pandu. (*Art).

Sumber: Arnold C. Turang

Info terkait :

PT.MSM Bangun Kerjasama Dengan BPTP Balitbangtan Sulut Berdayakan Petani Sekitar Tambang di Minut

Ruang Rapat Kepala BPTP Balitbangtan Sulut, 21 November 2018---Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep dimana organisasi, khususnya perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, termasuk masyarakat yang berada di sekitar lokasi dimana perusahaan itu ada. Untuk melaksanakan dan memastikan tujuan CSR tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat maka dilakukanlah pertemuan antara kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP, dan staf, kepala Balit Serealia Maros Dr. Muhammad Azrai, SP, MP dan staf serta Yustinus H. Setiawan dan Johannes Untung dari pihak perusahaan yaitu PT. Meares Soputan Mining (MSM).

MSM adalah perusahaan Tambang Emas yang berkedudukan di Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Mereka sangat tertarik untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang umumnya adalah petani kelapa, yang sekarang sedang terpuruk harganya. Saat ini Disampaikan juga bahwa banyaknya lahan yang tersedia di antara pohon kelapa, sehingga perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk menunjang produktivitas lahan dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Kondisi tersebut pun merupakan keprihatinan pemerintah, termasuk BPTP Balitbangtan Sulut dan Balit Serealia Maros.

Saat ini oleh PT. MSM tengah bekerjasama dengan 20 Kelompok Tani dan memiliki 98 hektar lahan yang dapat dimanfaatkan, dan salah satu yang potensial untuk dikembangkan adalah jagung. Untuk memenuhi kebutuhan benih jagung di Provibsi Sulut, Goruntalo dan Sulteng secara tepat waktu dan kualitas sehingga diharapkan mampu mendongkrak eksport jagung ke negara tetangga seperti Philipina dan Malaysia.

Bagi BPTP Balitbangtan Sulut dan Balit Serealia Maros, ini merupakan peluang kerjasama yang sangat baik dan menjanjikan dalam memajukan pertanian, khususnya untuk pengembangan perbenihan dan ekspor jagung. Untuk itu baik Kepala BPTP Balitbangtan Sulut maupun Kepala Balit Serealia Maros menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang diharapkan. BPTP Balitbangtan Sulut akan mendukung dari segi pendampingan teknologi, Balit Serealia Maros dari segi penyediaan benih dan pihak MSM sebagai penyedia dananya, dan petani sebagai pelaksananya yang selanjutnya secara rinci akan diatur dalam perjanjian kerjasama.(*Artur)

Sumber: Victor D.T.

Ikuti di FB BPTP Balitbangtan Sulut

Korpri Melayani Bekerja dan Menyatukan Bangsa

Kalasey, 29 November 2018--- Seluruh Pegawai di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, hari ini tepat jam 07.30 melaksanakan peringatan Hari Ulang Tahun Korpri yang ke-47 di halaman kantor.

Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo dalam sambutan yang dibacakan oleh KTU Ir.Hartin Kasim, memberikan apresiasi dan penghargaan pada keluarga besar Korpri, yang sudah dan sedang mengemban tugas, tanggung jawab, serta pengabdian kepada Negara, Bangsa dan Rakyat diseluruh penjuru tanah air dan dunia.

Presiden mengajak Korpri dalam momentum Pilek dan Pilpres tahun 2019 sebagai netralitas dan profesionalisme saudara-saudara dalam menerapkan panca prasetya Korpri, ingat pengabdian anggota Korpri bukanlah kepada kepentingan kelompok, maupun individu,melainkan pengabdian anggota Korpri, hanyalah kepada Negara,Bangsa dan Negara.

Lebih lanjut, ketika bicara tentang pemberantasan praktek korupsi dan pungli, tentang memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima, maka sesungguhnya anggota Korpri berada digaris depan perjuangan. Agar Indonesia bisa menjadi Bangsa pemenang dalam era kompetisi global, maka rakyat membutuhkan anggota Korpri yang disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi kerja. Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif yang hanya terpaku pada formalitas belaka.

Fokuskan negara pada intisari dari pelayanan publik, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Untuk itu setiap anggota Korpri haruslah menjadi aset Bangsa yang menjadi bagian dari solusi bangsa dan bukannya bagian dari masalah bangsa. Artinya teruslah melakukan Inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat dan makin baik. Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktifitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional.

Korpri akan segera bertransformasi menjadi Korps profesi pegawai aparatur sipil negara Republik Indonesia. Dalam bentuk baru itu, fungsi pemerintahan yang di emban berupa aparatur sipil negara, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota ASN, memberikan rekomendasi terhadapa pelanggaran kode etik dan standar profesi, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

Lanjtu Kasim membacakan sambutan Presiden, saya harap korps profesi pegawai aparatur sipil negara republik Indonesia menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya lompatan-lompatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan pemerintahan, Korpri berperan menjaga kode etik profesi, standart pelayanan profesi dan mewujudkan jiwa Korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa.

Demikian kutipan sambutan Presiden RI Ir.H. Joko Widodo, sebagai penasehat Nasional Korpri, dalam Hari Ulang Tahun ke-47 Korpri, yang dibacakan oleh Kepala BPTP Sulawesi Utara yang diwakili oleh Ir. Hartin Kasim.

Apel Korpri di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara diikuti oleh seluruh pegawai dan petugas lapangan, baik di BPTP Sulut dan kebun Percobaan Pandu. (*Art)

Makanan Komplet Ala Petani Hasil Inovasi BPTP Balitbangtan Sulut Terbukti Dapat Meningkatkan Pertambahan Berat Badan Sapi Lebih Dari Satu Kilogram Per Ekor Per Hari

Tomohon,18 November 2018---Disela-sela acara Konverensi Nasional Kelapa dan International Coconut Conference ke-IX di Manado, para peserta memanfaatkan waktu untuk melihat dari dekat destinasi wisata Sulawesi Utara, termasuk kegiatan Pemeliharaan Sapi Sistim Tower di Minahasa Selatan (Minsel).

Menurut Ir.Paulus Paat,MP.,kunjungan Kepala BPTP Balitbangtan Riau Dr.Nana Sutrisna di pendampingan kawasan sapi desa Poopo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minsel (17/11/2018), menjadi momen menarik oleh kelompok Batukurung, betapa tidak, Suryanto tidak menduga akan kehadiran sosok kepala BPTP dari Riau.

Kata Paul, beliau mewawancarai ketua kelompok tani Batukurung bapak Suryanto tentang inovasi kandang tower jerami dan pakan komplit penggemukan. Beliau juga sempat mengevaluasi kinerja Inovasi tersebut degan menimbang seekor sapi membandingkan dengan data 18 hari sebelumnya.

Ternyata dengan pakan komplet inovasi diterapkan petani dengan bimbingan peneliti, sapi mengalami kenaikan 19 kg. Artinya tambahannya lebih besar 1 kg per ekor per hari.

Beliau mengaku sangat puas di hadapan petani dengan kinerja mereka karena ternyata sangat menguntungkan, juga pupuk kandang laku dijual, tidak ada lagi limbah, komentarnya saat itu, ujar Paul.(#Artur)

Sumber: Paulus C. Paat