JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
 

Gubernur Olly Gemakan Padi Merah (Inpari-24) di Sulawesi Utara

Manado, 20 April 2018---Padi Inpari-24, adalah jenis padi yang berwarna merah. Sesuai dengan deskripsi dari padi ini, termasuk padi yang diseleksi dari Bio 12 – MR-1-4-PN-6/ Beras Merah golongan cere.Setelah ditanam oleh Gubernur Sulawesi Utara dan didampingi oleh BPTP padi ini makin deras di masyarakat. Karena pak Gubernur selalu dalam setiap kesempatan, membicarakan keunggulan padi ini.

Sehingga dalam satu kesempatan, pak Gubernur ditawari beras merah lokal yang sering di pesan beliau, beliau tidak suka lagi beras yang ditawarkan, sambil berujar “ kita so ada beras merah, yang ada panen di kita pe kobong. Itu enak dan nyanda keras. Ngoni punya keras. Ambe itu, kong tanam, napa tu BPTP yang ada kawal itu padi “ Saya=Pak Gub. Sudah ada beras merah, yang dipanen di sawah pak Gubernur. Itu enak dan tidak keras, ambil itu dan di tanam, ini BPTP yang mengawal padi itu, tuturnya. Kebetulan saat pak Gubernur sedang dalam satu pertemuan bersama kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta J.F. Motulo, MSi.

Gema Gubernur direspons oleh petani dari langowan yang menjadi langanan beliau untuk mendapatkan beras merah lokal yang keras, kata beliaua. Petani segera menemui BPTP dan segera ditindak lanjuti dengan kegiatan perbenihan Padi Merah Inpari 24 di Desa Sumaraya Langowan Timur Kabupaten Minahasa.

Pada lahan luas 3 ha, BPTP melakukan perbanyakan benih Inpari-24 bersama petani penangkar binaan BPTP. Kegiatan ini sudah masuk pada fase semai dan siap tanam.

Dengan kegiatan produksi benih komoditas program strategis Kementerian Pertanian, menjadi titik ungkit kebersamaan membangun dan menggerakkan pertanian di Sulawsi Utara.

Ketika dicanangkan oleh pak Kepala Dinas Pertanian saat tebar benih Inpari-24 bersamaan dengan kegiatan temu teknis gerakkan tanam panen/ brigade alsintan di desa Sumarayar, kepala Dinas Pertanian Sulawesi Utara Ir. Novly Wowiling, MSi., berharap agar para penggerak pertanian di Sulawesi Utara semakin pro aktive dalam merespons permasalahan petani di Sulawesi Utara.(acturang).

 

Wujudkan Kemtan Memiliki Kinerja Tinggi...

 

Manado,16/11/2017---Guna meningkatkan capaian kinerja Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan penyempurnaan terhadap indikator kinerja Eselon I  hingga IV.

Bertempat ruang baru BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara, telah dilaksanakan Penandatanganan Kontrak Kinerja Pejabat Struktural BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara Tahun 2017, diawali dengan doa dan sambutan arahan kepala BPTP.

Penandatanganan Kontrak Kinerja dilakukan oleh Kepala Balai Dr.Ir. Hiasinta F.J.Motulo, M.Si,  Kasubag Tata Usaha Ir.Hartin Kasim, dan Kasie KSPP Victor D.Tutud, SPi, M.Si. disaksikan oleh ketua-ketua kelji, program dan karyawan karyawati BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara.

Kontrak Kinerja ini merupakan komitmen para Pejabat Struktural BPTP Sulawesi Utara, untuk mewujudkan Kementerian Pertanian RI yang memiliki kinerja tinggi, transparan, serta akuntabel sebagai bagian penting dari revolusi mental instansi pemerintah.

Selain itu, Kontrak Kinerja juga merupakan representasi Pakta Integritas seluruh karyawan-karyawati di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.(#acturangsulut).

Ikuti Juga:

  1. Kontrak Kinerja

Wolaang Berkontribusi Untuk Cadangan Beras Bulog

Minahasa,09/03/'18---

Wolaang kemarin memberikan sumbangan 1 ton untuk cadangan beras pemerintah. Ketika tim kerja Sergab berkordinasidi wilayah Langowan, berhasil mendapatkan 1.000 kg beras dari gilingan pak Fransye Rewa.

Dari penelusuran tim, memang relatif menemui kesulitan, karena gabah petani dijemput langsung oleh tengkulak di sawah. Seperti yang dialami langsung tim kerja BPTP dan PPL di Langowan Timur. Ketika bersua dengan pak Boy Mumu, yang sedang melakukan panen. Pihak gilingan telah melepas karung dengan harga pembelian gabah Rp.380.000/ karung. 1 karung setara dengan 80 kg sampai 90 kg. Bila konversi ke baras sekitar 60 kg beras. Dan yang dipanen sekitar 15 karung.

Menurut petani, bila harga seperti saat ini, sebagai petani berterima kasih pada pemerintah, karena gabah dijemput tengkulak di sawah dengan harga cukup lumayan. Sehingga kata petani, bila pembelian gabah terus diatas Rp.350.000 per karung, petani berjaya. Tapi bila pembelian dibawah harga Rp.350.000, petani hanya pas-pasan saja pendapatannya. Tapi saat ini cukup lumayan, karena dijemput langsung pihak gilingan dan semoga akan terus lebih baik lagi kedapan.

Venomena ini, sedikit menyulitkan tim Sergab karena harga Bulong, sedikit dibawah pembeli lain. Karena Bulog cadangan yang harus disimpan lama. Beda dengan pembeli lain yang harus melayani konsumen dan tidak begitu lama disimpan, sudah disalurkan.

Untuk itu, harus tetap berkoordinasi dengan tim dan menjalin kerjasama dengan petani dan Gilingan serta memberikan penjelasan standar pengelolaan gabah menjadi beras yang berkwalitas pada petani, agar harga lebih baik yang diberikan Bulog pada petani. 

Memang ketika petugas BPTP dan PPL mencoba untuk menawarkan harga pada petani, sedikit diatas pembeli lain denganharga Rp.390.000, dengan agak ragu petani beralasan “ya, gilingan so kase karung’, gilingan telah memberikan karung ke petani. Tapi petani agak ragu dan sudah mau menerima, bila kita langsung bayar. Tapi karena belum juga ada uang dan masih berkordinasi dengan TNI, tim belum jodoh dapat Gabah petani untuk Sergab, saat itu.

Lain disawah, lain ketika BPTP dan PPL ke Gilingan pak Fransye Rewa, bersama dengan TNI, melakukan neko dengan Fransye, dan beliau bersedia memberikan 1 ton beras miliknya dengan harga Rp.9.000. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bulog, pembayaran dilakukan dan segera diangkut ke Gudang Bulog Manado oleh TNI.

Sergab Minahasa berhasil mendapatkan 1 ton beras Ciherang pada bapak Fransye Rewa. Terima kasih pak Rewa atas kesediaan mengisi lumbung untuk cadangan beras kita di Sulawesi Utara. Dan bila ada lagi yang akan di giling, segera hubungi Sergab.

Kegiatan Sergab yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian, menjadi menarik bagi masyarakat sekitar, karena baru kali ini ada kegiatan TNI,Polisi, Petugas Pertanian, dan BPTP Balitbangtan di Desa Wolaang. Hadir saat itu; Pasiter Kodim Minahasa Kapt. Inf. Juris Sahese, KoramilLangowan H.M.Langi, Babibsa se Langowan, Ka.Polsek Langowan Ipda Tasman Mandak, Bripka Mugiyono, Aiptu J. Kaparang, BPTP Balitbangtan Sulut, BPP Anneke Turangan, Hukum Tua Wolaang. (@acturang)

 

Bimbingan Teknik Perkebunan: Penagkar Benih Ujung Tombak Keberhasilan Tanaman Perkebunan Nasional

Bimbingan Teknis Perkebunan di Hotel Sahid Manado

Manado Sahid Hotel, 30 Oktober 2017---Balitbangtan melalui BBP2TP melaksanakan Bimbingan Teknis Perkebunan di 9 Daerah di Indonesia, untuk sukseskan Tahun Perbenihan 2018.

Menurut, Dr.Ir. Rubiyo, MSi. kegiatan Bimbingan Teknis Perkebunan ini di laksanakan di 9 daerah di seluruh Indonesia. Untuk di Sulawesi Utara, Kegiatan perbenihan khusus tanaman Cengkeh, Pala dan Kelapa. Peserta diikuti oleh 22 BPTP yang melaksanakan pembibitan 3 komoditas ini serta petani penangkar benih Cengkeh, Pala dan Kelapa di Sulawesi Utara.

Lebih lanjut Rubiyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan fokus pada mekanisme sertifikasi benih; Sistim produksi tanaman muda (bibit), serta distribusi benih dan tanaman dengan baik terutama bagi peserta Bimbingan Teknis. Sehingga dengan kegiatan ini akan menghasilkan lebih banyak petani penagkar yang dapat persembahkan bibit baik bagi masyarakat.

Sementara kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo,MSi., saat membuka acara mewakili kepala Balitbangtan, mengapresiasi peserta yang hadir. Karena dari 22 BPTP semua mengirim wakilnya serta peserta dari Sulawesi Utara. Beliau berharap agar kegiatan ini diikuti dengan baik, mengingat Kementerian Pertanian telah menetapkan tahun 2018 adalah tahun perbenihan. Demikian dengan Pala, Cengkeh, Kelapa sebagai tanaman yang telah melambungkan nama Sulawesi Utara, sangat baik bila digalakkan lagi secara masif, untuk dikembangkan masyarakat terutama di Sulawesi Utara.

Lebih lanjut beliau menghimbau para peserta baik dari BPTP dan Petani Penangkar untuk bersama kita sukseskan kegiatan ini,karena Bimbingan Teknis ini, khusus komoditas yang menjadi andalan Sulawesi Utara. Dan Bapak Presiden juga telah mengelorakan untuk mengembalikan kejayaan komoditas rempah Indonesia, kembali berjaya di Dunia.

Materi yang disampaikan oleh para pakar dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor,Teknis Perbenihan dan Standar Mutu Benih Cengkeh dan Pala; Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor, Harmonisasi dan Sinkronisasi Bimtek Akselerasi Diseminasi Perbenihan Hortikultura dan Perkebunan, Sertifikasi Tanaman Perkebunan oleh Dinas Perkebunan Balai Pengujian, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara; Mekanisme dan Prosedur Produksi Tanaman Palma, Balitpalma;

Setelah mengikuti materi, peserta selanjutnya mengikuti praktek lapangan yang dilaksanakan di tiga lokasi masing-masing: untuk Kelapa di Balitpalma Mapanget, Pala di Kecamatan Kauditan dan Cengkeh di Rerer Kombi dan Sonder. (*artur).

Ikuti Juga:

  1. Lagu Oh Minahasa di Sini

Lansuna Berjaya Juga di Dataran Rendah

Setelah melalui beragan terpaan pada saudaraku “Lansuna” (Bawang Merah khas di Sulawesi Utara) ternyata, dapat juga memberikan hasil 12 Ton per ha.

Terpaan yang dialami; dia harus bertumbuh baik, dalam kondisi off season kata penelitinya. Dimana kondisi itu tidak mengenakkan bagi saudarah “Lansuna”, untuk bertumbuh dan menghasilkan baik. Karena suasana itu bagi keluarga bawang-bawangan, suatu kondisi ekstra lebih kuat dalam motivasi hidup.

Kondisi itu, mereka akan mengalami cuaca ekstrim, dan saat menjelang panen lebih buruk lagi dengan kondisi hujan. Sehingga mereka terancam dengan serangan hama dan penyakit. Teknologi Inovasi Budidaya Bawang Merah, harus ketat dilakukan oleh pengawal, agar dapat merawat dengan baik Lansuna. Bagi pengawal yang mendampingi Lansuna harus juga kerja ekstra merawat Lansuna, agar dia sehat dan memberikan hasil seperti diharapkan.

Setelah melalui beragam kondisi yang mengancamnya, akhirnya setelah menjalani 62 hari, Lansuna dapat dipanen. Memang ada beberapa saudaranya yang tidak terlalu tahan terhadap goncangan alam sekitar, akibat cuaca. Mereka ada yang mati dan tidak dapat memberikan hasil baik.

Memang, sebelum lansuna ditanam, sudah beragam cobaan dialami. Dikatakan lansuna tidak akan jadi bila ditanam di daerah dataran rendah (sekitar 200 mdpl) . Kalau dia tumbuh baik, hebat. Namun semuanya ditangkis dengan keyakinan, bila kita perlakukan dengan baik Lansuna akan berikan yang kita harapkan. Kita harus memahami saudara Lansuna, seperti kita pahami diri kita. Kita berikan kebutuhannya, agar dia hidup dan memberi hasil dengan baik.

Setelah Lansuna memberikan hasil lebih dari 20 T per ha, di daerah 650-700 mdpl, dia juga dapat memberikan hasil baik 12 T di dataran rendah tepatnya di desa Kolongan kec. Kalawat kab. Minahasa Utara.

Selamat menderaskan kemampuan saudara Lansuna, Bawang Merah khas di Sulawesi Utara dengan kelebihannya. Bila kita merawatnya dengan baik, dalam 62 hari untuk dataran rendah, pendapatan kita bisa lebih dari Rp.200san juta. (acturang)

Harga Barito Khusus Tomohon Hari Ini

Harga Bawang Rica Tomat Khusus kota Tomohon, informasi dari petugas seperti pada Poster.

Daftar Harga Sampai Senin, 31 Oktober 2017 Pasar Tomohon

No Jenis Bahan Harga (Rp)
1 Bawang merah 15.000
2 Batang Bawang 15.000
3 Cabe Merah 30.000
4 Tomat 3.000
     

 

BPTP Sulut Siapkan Bibit Cengkeh dan Pala: Mendukung Kejayaan Tanaman Rempah Indonesia

Manado, 15 Pebruari 2018---Kejayaan Tanaman Rempah Indonesia menjadi harga mati, untuk disukseskan. Dalam setiap kesempatan penderashiliran Kembalikan Kejayaan Tanaman Rempah Indonesia, terdengar berkumandang.

Derasnya upaya mengembalikan kejayaan Tanaman Rempah Indonesia (#KejayaanTanamanRempahIndonesia), telah ditindak lanjuti dengan kegiatan pendukungnya.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, telah menyiapkan 40 ribu bibit Cengkeh Unggul Lokal dari penangkar benih cengkeh. Kondisi saat ini, pertumbuhan baik dan diharapkan tahun ini sudah dapat tersalurkan pada masyarakat, sesuai dengan CPCL dari Dinas Perkebunan. Dari target 40 ribu bibit tanaman Cengkeh, dan saat ini ada ketambahan lagi untuk diperbanyak pada tahun ini.

Demikian dengan tanaman Pala. Dari target yang ditetapkan 22 ribu tanaman pala diharapkan dapat disalurkan pada tahun ini. (#acturang)

Pedasnya Cabe Balitbangtan Terasa di Desa Bukaka Boltim

Innovator, 9/10/2017--- Pedasnya Cabe Balitbangtan yang disalurkan melalui Tim Penggerak PKK Bolaang Mongondow Timur, begitu terasa bagi ibu-ibu Dasa Wisma di desa Bukaka dan Ijok. Betapa tidak, sejak digemakan Gerakan Ibu-Ibu Menanam dan dicanagkan secara Nasional “terasa pedasnya” sampai di kedua desa ini.

Menurut ketua TP-PKK Boltim Nursiwin Ladjar Dunggio, bantuan bibit dari Balitbangtan melalui BPTP Sulawesi Utara, telah disalurkan pada ibu-ibu Dasa Wisma Ijok dan Bukaka. Hasil panen rata-rata produksi mencapai 3 ton. Ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu Dasa Wisma, karena terjadi penambahan pendapatan di pekarangan rumah.

Nursiwin mengatakan, bahwa untuk keberlanjutan kegiatan ini, telah direspon oleh Pemerintah Daerah. Dalam bentuk percepatan Program Penganeka Ragaman Konsumsi Pangan di tahun 2017, dengan telah dibangunnya 10 Kebun Bibit Desa (KBD).

Menurut kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr. Ir. Hiasinta F. J. Motulo, MSi., Balitbangtan mendukung ketersediaan bibit awal, dalam kegiatan ibu-ibu. Selanjutnya ibu-ibu Dasa Wisma diajar cara memproduksi bibit sendiri. Balitbangtan menfasilitasi konsultasi teknologi cabe, mulai dari sistem budidaya secara komprehensif sampai pada teknologi pengolahan hasil dan strategi pemasaran.

Hiasinta melanjutkan, ibu-ibu juga dapat memanfaatkan fungsi para penyuluh pertanian yang ada di daerah yang tersebar disetiap Kecamatan dan desa. Bila kesulitan dalam teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit dan permasalahan pertanian lain, segera mengontak para penyuluh. Apa Bila mereka kesulitan juga,mereka dapat mengontak BPTP, imbuhnya.

Sekertaris Umum TP-PKK Pusat, Rossi Rozana Septimurni, untuk melihat dari dekat kegiatan ibu-ibu PKK dalam mensukseskan program Gerakan Tanam Cabe di Sulawesi Utara. Kunjungan dipusatkan di kab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) didampingi oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara Rita M. Dondokambey dan Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta F. J. Motulo, MSi. (*artur).

Ikuti Informasi Terkait di

  1. Edisi Liflet: Teknologi Budidaya Cabe Pekarangan dan Halaman Luas di jpg

Petani Cengkeh dan Pala Sulawesi Utara Apresiasi Menteri Pertanian: Kembalikan Kejayaan Indonesia Penghasil Rempah-Rempah Dunia

Talawaan Bantik, 28 Des 2017---Petani penangkar benih perkebunan Sulawesi Utara : Minahasa Utara dan Petani Minahasa apresiasi kebijakan Kementerian Pertanian, atas kebijakan membantu petani Cengkeh, Pala dan Kelapa,untuk kembalikan kejayaan Indonesia Penghasil Rempah-rempah Dunai.

Ini terungkap setelah Dr.Ir. Hiasinta F.J.Motulo, MSi., membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) petani penangkar dan calom penangkar tanaman perkebunan. Hiasinta, tahun 2018, telah dicanangkan sebagai Tahun Perbenihan. Dimana BPTP Balitbangtan Sulut di Manado, ditugaskan untuk memproduksi benih/ bibit komoditas penghasil rempah-rempah Dunia.

Bibit Cengkeh dan Pala yang kita perbanyak di Kebun Percobaan akan kami bagikan pada petani. Untuk tanaman Cengkeh ada sekitar 40-50 ribu pohon yang disiapkan. Bibit Pala sekitar 20-25 ribu tanaman yang kita siapkan tahun 2018. Produksi ini dengan mengikuti persyaratan perbenihan, yang ditetapkan melalui Dinas Perkebunan Sulawesi Utara.

Agar program Kementan tersebut dapat berjalan lancar dan sukses di Provinsi Sulawesi Utara, kita perlu melaksanakan Bimtek Perkebunan ini. Bersama dengan Balai Pengujian dan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan (BP2SB-TP), serta petani penangkar dan calon penangkar serta petani sekitar, kita diskusi terkait Sukseskan Tahun Perbenihan 2018. Agar produksi benih/bibit yang dihasilkan benar mengikuti aturan-aturan yang telah diatur pemerintah.

Sementara itu, Camat Wori saat membawakan sambutan, mengapresiasi kegiatan ini. Eduard Tahulending,SE. Menguraikan potensi yang dimiliki daerah yang dia pimpin. Dari potensi perkebunan yang masih banyak belum tertanami karena ketersediaan benih unggul tanaman perkebunan masih kurang jelas. Sampai ajakan dan memerintah masyarakatnya untuk mengikuti dengan baik kegiatan ini,agar kejayaan tanaman rempah-rempah ini kembali berjaya. Dan yang pasti kami mohon saat pembagian tolong diprioritaskan daerah kami yang ada KP-Pandu, imbuhnya.

Tiga materi yang disampaikan dan oleh pihak BP2BS-TP, oleh pengawas benih Syenny M.M. Goniwala,SP. Yang menguraikan terkait regulasi sertifikasi, Peneliti BPTP Sulut Ir. Ibrahim E. Malia,MAgr. terkait teknik produksi bibit cengkeh serta Ir. Jeaneke Wowiling tentang Perbanyakan bibit pala dan teknik perbanyakan generatif, untuk hasilkan pohon betina pala.

Kegiatan diikuti oleh sekitar 50-60 peserta, dari 25 peserta yang direncanakan tim kerja pembibitan tanaman perkebunan di BPTP Balitbangtan Sulut di Manado. Menurut data absensi peserta dan target tim kerja dimana: petani penangkar Cengkeh 10 orang direncanakan yang ada 11 orang, petani penangkar Pala, dari 10 direncanakan hadir 12 orang dan petani calon dan petani sekitar dari 4 orang direncanakan hadir 15 orang yang hadir. (#acturang).

Kembalikan Kejayaan Indonesia Lumbung Rempah Dunia

Kalasey, 10 Oktober 2017---Indonesia sejak 500 tahun lalu, menjadi pusat perhatian dunia. Bangsa Eropa khususnya Belanda, begitu tertarik datang ke Indonesia. Walaupun harus menjajah, mereka menjelajah samudra untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia.

“Kita akan dorong kembali menjadi pemain utama dunia," katan Menteri pertanian dalam Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) 2017-2022 dikutip Antara, Senin (21/8).

Amran menyebut bangsa Eropa, khususnya Belanda, yang dahulu menjajah Indonesia datang ke Tanah Air karena terpikat kekayaan rempah, bukan barang tambangnya. Untuk itu, dia mengaku ingin membuat rempah-rempah Indonesia bisa berjaya lagi tidak hanya dalam skala regional tapi juga global.

"Bahkan slogannya pada saat itu adalah siapa menguasai rempah-rempah, maka dia akan menguasai dunia," tegasnya.( https://www.merdeka.com)

Berkenan dengan pernyataan tersebut, Badan Litbang Pertanian mengalokasikan dana dukungan program pembibitan melalui anggaran APBNP. Menurut kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Hiasinta J.F.Motulo, MSi. untuk Sulawesi Utara, kebagian tanaman Cengkeh dan Pala. Di Sulawesi Utara sudah melakukan identifikasi tanaman-tanaman Cengkeh dan Pala yang telah memiliki sertifikat. karena sebagai persyaratan sumber benih harus bersumber dari benih yang telah bersertifikat, ujar Hiasinta.

Koordinator program BPTP Balitbangtan di Sulut, Dr.Ir.J.B.M.Rawung,MSi., menjelaskan bahwa kegiatan APBNP ini walau sudah dimulai, teman-teman koordinator harus menseminarkan, agar mendapatkan masukkan-masukkan dari para pengkaji di BPTP.

Dalam seminar kesiapan pelaksanaan kegiatan para penanggun jawab mempresentasekan tatapelaksanaan kegiatan dan kegiatan yang sedang berjalan di lapangan. Benih yang dipersiapkan yang telah diidentivikasi dari Tanaman Induk Penghasil Tinggi dan memiliki sertifikat sesuai persyaratan sumber benih unggul lokal.

Seminar yang dihadiri oleh para peneliti dan penyuluh, mendapatkan masukkan-masukkan yang positif untuk suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Demi jayanya kembali Indonesia Sebagai Lumbung Rempah Dunia. (*artur)