JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jadilah Penyuluh Pertanian Profesional Melayani Kebutuhan Inovasi Teknologi di Masyarakat

Kalasey,17 Januari 2019---Guna memantapkan strategi menderashilirkan inovasi teknologi pertanian hasil Penelitian dan Pengkajian (Litkaji) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), maka para penyuluh di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, melaksanakan pertemuan bersama kepala balai.

Acara diawali dengan laporan ketua paguyuban Ir.jemmy Wenas, dengan kekuatan Penyuluh Pertanian (PP) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Dimana, PP di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara terdiri dari: Penyuluh Pertama ada 5, Penyuluh Muda 7 dan Madya 7 serta Utama 1 orang.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf, MP. dalam sambutan dan arahan, mengawali dengan ajakan “bangun kebersamaan para penyuluh BPTP Balibangtan Sulawesi Utara menjadi penyuluh profesional, yang melayani dengan tulus, bagi pelaku utama dan pelaku antara di daerah, guna mensukseskan program #Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) #InovasiTiadaHenti.

Lanjut Yusuf, bahwa di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara telah diatur sesuai dengan Permentan no 19/2017 tentang organisasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Di BPTP ada dua (dua) jabatan fungsional, dengan tugas dan fungsinya jelas. Dua jabatan fungsional ini seperti sepasang sayap merpati yang akan terbang baik ketika dua sayapnya di kepakkan, bagitulah ilustrasi kehadiran dua jabatan fungsional di BPTP Balitbangtan.

Untuk itu, inisiasi dari pengurus paguyuban Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, saya sambut baik, dan di pundak bapak ibu penyuluh hasilkan kinerja balai. Sesuai dengan tugas dan fungsi penyuluh di BPTP Balitbangtan saya harap laksanakanlah tugas kalian penyuluh seperti: melakukan pengembangan teknologi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan, melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam menjalankan tugas dan fungsi bapak ibu penyuluh, terus bangun jejaring kerjasama dengan pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten kota. Sehingga hasil litkaji yang kita hasilkan akan lebih deras dimanfaatkan oleh masyarakat yang kita layani, tutup Yusuf.

Dalam pertemuan yang langsung dimoderatori oleh koordinator penyuluh (ketua paguyuban penyuluh) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Ir. Jemmy Wenas, dilanjutkan dengan diskusi terkait dengan strategi penyuluh menghadapi era digital, penyuluh menghadapi penyuluh yang akan purna bakti dan program dukungan ke pemerintah daerah.

Pertemuan perdana PP dan kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, diikuti oleh Ketua Program dan Evaluasi (PE) Dr.Ir. J.B.M. Rawung,MSi. dan seluruh penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. (*artur).

Jaman Now Kontak Informasi Tidak Dibatasi dengan Ruang dan Disiplin harus Tegas

Kalasey, 07 Januari 2018---Bertempat di halaman kantor BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, kepala balai Dr.Ir.Yusuf,MP., memberikan pengarahan dan binaan kepada para peneliti, penyuluh, administrasi dan petugas kebersihan sampai Satuan Pengamanan (Satpam).

Dalam arahan pembinaannya, Yusuf, tegaskan terkait dengan disiplin kerja dan disiplin penatakelolaan aset milik negara. kita telah memasuki dan sedang mengoreskan karya di tahun 2019. Mari kita bersama mengikuti aturan dan prosedur kerja sebagai abdi negara. Beliau mengajak agar para peneliti, penyuluh, teknisi dan administrasi, agar memanfaatkan dengan baik teknologi now.

Teknologi now, menjadi sarana baik untuk memudahkan kita dalam berkomunikasi. Untuk itu saya minta agar bila ada fasilitas komunikasi kita sudah tidak baik, rusak atau apa saja yang mengganggu pekerjaan kita, segera lakukan perbaikan. Saya tidak ingin kinerja kita terganggu karena kita lalai memperhatikan sarana komunikasi kita.

Lanjut beliau, sambil mencontohkan pengalamannya, bahwa apapun suasananya ketika kita menerima kontak dari atasan, kita harus memberikan respon. Jangan kita lalai bahkan tidak menanggapi. Itu satu pertanda buruk dan segera diperbaiki,karena tidak baik dari pandangan etika.  “pengalaman saya, handphon tidak dapat pisah dengan saya, kalau istri bisa saja kita berjauhan, tapi handphon tidak dan tetap ditangan, atau dekat dengan saya”. Bahkan, untuk membantu saya, ring ton handphon dibuat berbeda, sehingga dapat membedakan esalon diatas atau kontak yang dapat ditunda sedikit.

Maaf, imbuh beliau, saya harus tegas, demi kita semua. Kita teman dan saudara, tapi terkait dengan disiplin, itu segalanya dan harus tegas. Sebab itu menyangkut integritas saya dan saudara dan kita semua di Balitbangtan Selindo (seluruh Indonesia).

Ini koreksi untuk kita semuan. Karena kita harus berbenah dan koreksi diri untuk perbaikan kedepan, ketika kita menjalani kerja di era revolusi 4.0, dimana bukan alasan lagi untuk tidak mengontak dan dikontak ketika diperlukan informasi dari pimpinan, imbuh beliau memberikan contoh. Karena memang demikian harapan kedepan bagi Aparatur Sipil negara (ASN). #KerjaKerasKerjaCerdasKerjaTuntas

Hal lain ditempat yang sama, Yusuf, yang adalah penulis buku managemen agribisnis sapi, menguarikan. Bahwa banyak hal yang harus kita benahi bersama kedepan. Itu akan jadi ketika kita bekerja sama. Karena saya tidak dapat kerja sendiri. Dari pengamatan beliau saat touring (tur) keliling di kebun milik kantor, beliau melihat hal-hal yang harus diselesaikan. Bahkan beliau memerintahkan untuk melakukan rapat internal guna penyelesaian persoalan pemanfaatan kebun Kalasey.

Lanjut beliau, kita cari solusi dan diskusi untuk selesaikan itu, agar tidak mengganggu kerja kita. Bila tidak lagi dapat diselesaikan, maka kita atur sesuai dengan prosedur barang milik negara (BMN), kata beliau.

Yusuf mengajak semua yang terlibat dalam penelitian dan pengkajian (Litkaji) dan petugas yang dipercayakan kantor dan memegang aset milik negara, untuk selesaikan aset sesuai dengan prosedur yang diatur dalam pengelolaan aset BMN. Demikian juga dengan penggunaan rumah-rumah dinas, agar kita tata sesuai dengan penggunaannya. Bagi pejabat yang telah pensiun sesuai dengan aturan penggunaan rumah dinas kita segera proses sesuai aturan,agar kinerja kita tidak terganggu lagi dengan lalainya kita menata, tutup beliau dan diahiri dengan penyerahan aset oleh petugas yang lama ke petugas baru. (*artur)

Humas Protokol Pemda Sulut Gandeng BPTP Balitbangtan Sulut Dukung Program ODSK

Manado, 11 Januari 2019---Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Utara Dantje Lantang, SP, MSi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/1) mengajak BPTP Balitbangtan Sulut, untuk bekerjasama dalam mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OSDK) yang digagas oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Program OSDK telah diimplementasikan oleh Pemprov Sulawesi dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Untuk itu, Dantje Lantang (DL) mengajak BPTP Sulawesi Utara, sebagai sumber inovasi teknologi pertanian di daerah, agar ikut berkontribusi pada program daerah ini.

Menurut DL, Sulawesi Utara dengan keragaman kekayaan sumberdaya alam dan sumber daya manusianya sangat berpotensi untuk digerakkan dengan inovasi teknologi. "Karena bagi saya, teknologi harus menjadi kebutuhan bukan lagi keinginan dalam mengelola sumber daya kita di Sulawesi Utara," ujarnya.

DL juga mengaku kagum dengan inovasi yang ada di Kementerian Pertanian salah satunya inovasi mekanisasi dengan sistem kontrol melalui handphone yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Lantang menambahkan bahwa tugas Biro Humas dan Protokol ataupun BPTP sebagai agen penderas informasi kepada publik, dalam mendukung program pimpinan sangat penting. "Untuk itu, saya mengajak BPTP untuk membangun sinergitas dan terus  memberikan informasi yang benar kepada publik yang kita layani." Tutupnya.

Di tempat lain, Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP. saat dikonfirmasi terkait permintaan Pemda, menyambut baik keinginan ini. Menurut Yusuf, sesuai dengan visi dan misinya, BPTP hadir di daerah dalam rangka menjadi solusi inovasi teknologi Spesifik lokasi di daerah. 'Sehingga pengembangan pertanian di daerah menggunakan inovasi teknologi yang telah dihasilkan dari adaptasi spesifik lokalita di daerah. Untuk itu, maksud baik ini merupakan titik ungkit untuk penderas-hiliran inovasi Balitbangtan." Ungkapnya.

Berita Terkait : 1). Technologi Indonesia 2). Rilis 3).Pilar Pertanian 4). Swadaya

Yusuf menambahkan bahwa BPTP Balitbangtan Sulut telah melaksanakan berbagai kegiatan kajian inovasi dan sudah dimanfaatkan masyarakat, seperti pengembangan teknologi peternakan sistim tower pakan ternak, sistem pemberian pakan dari limbah pertanian yang dapat menaikkan sampai 1 kg berat badan sapi dalam sehari, teknologi bawang, padi sawah, padi ladang dan masih banyak lagi, yang telah ada dan adaptif di Sulawesi Utara. Sedangkan untuk teknologi padi sawah, BPTP Balitbangtan Sulut telah melakukan pengembangan padi Merah Inpari-24, yang langsung di demplotkan di lahan petani Minahasa Utara. Bahkan Gubenur Sulut juga mengakui keunggulan Inpari 24 yang menurutnya, varietas Balitbangtan ini lebih pulen dari beras merah lokal, sehingga sesuai dengan selera masyarakat Manado.

Dengan keunggulan Inpari 24 ini, Gubernur juga telah meminta BPTP Balitbangtan Sulut untuk mengembangkannya bagi petani Sulawesi Utara. Hal ini langsung ditindaklanjuti dengan dukungan perbenihan di kabupaten Minahasa, dimana saat ini mulai dikembangkan seluas 3 ha dan mulai ditanam sampai Bolaang Mongondow Raya. Demikian juga dengan Bawang Merah Lansuna, yang sudah menjadi komoditas nasional, BPTP Balitbangtan Sulut sudah melakukan kajian dataran tinggi dengan produksi mencapai 14 ton. Dan untuk diuji coba lagi di dataran rendah, juga dapat berproduksi sampai 12 ton. "Hasil ini dapat dicapai dengan penerapan teknologi pemupukan, perawatan dan pengendalian hama terpadu serta dengan pendampingan para penyuluh dan peneliti di Sulawesi Utara," ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, selain teknologi tadi, masih banyak lagi teknologi inovasi yang telah diadaptasikan di Sulawesi Utara. Namun, diakui dalam penyebaran informasinya relatif kurang deras di lapangan. Untuk itu dengan persandingan program ini, pihak BPTP Balitbangtan Sulut sebagai sumber teknologi spesifik lokasi di daerah menyambut baik kerja sama dan berharap agar instansi terkait di daerah dapat mengakses dan memanfaatkannya untuk menyukseskan program ODSK di Sulawesi Utara. *(Artur)

Wowiling Dorong Percepatan LTT dengan Gerakkan Petani Menanam dan Pihak Ketiga Harus Memperhatikan Kualitas Kuantitas serta Waktu Pengadaan

Best Western, 8 Desember 2018---Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, dalam mendorong upaya percepatan target realisasi, mengumpulkan para petugas data dan mantri tani untuk mengikuti pertemuan percepatan pelaksanaan pembinaan Jagung di Sulawesi utara.

Kegitan yang dibuka oleh Kadis Pertanian Sulut Ir.Novly G.Wowiling,MSi. juga dihadiri oleh beberapa kepala-kepala dinas kabupaten kota berlangsung dinamis dan penuh kekeluargaan. Betapa tidak Novly dengan tutur kata lembut dan bersahabat namun pedas, menguraikan dinamika permasalahan LTT Sulawesi Utara. Mulai dari kinerja layanan yang masih banyak keluhan sampai budaya sebagian petani yang masih harus digerakkan dengan bantuan.

Lebih lanjut Wowiling,menguraikan; bahwa memang Sulawesi Utara terkait dengan Luas Tambah Tanam (LTT), sampai saat ini lebih baik dari tahun kemarin. Karena saat ini Sulawesi Utara secara nasional kita sudah di zona aman. Namun beliau belum puas, karena bagi beliau tujuan utama program bukan hanya output capaian realisasi saja, tapi harus sampai menyentuh kebutuhan hakiki petani, yaitu NTP.

Sisa waktu yang ada, sebelum tanggal 15 Desember, beliau mengajak para petugas untuk terus menggerakkan petani menanam. Demikian dengan pihak ketiga yang mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan fasilitas petani,  walau dari sisa waktu ini adalah percepatan, tapi saya ingatkan tetap memperhatikan waktu, kualitas dan hindari mengadakan tidak memperhatikan kualitas. Imbuhnya mengakhiri sambutan.

Sementara Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. selaku sekretariat Upsus dan Opsin, dalam kesempatan memberikan materi terkait dengan evaluasi tambah tanam Pajale dan Strategi Percepatan Pelaksanaan tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara.

Yusuf, mengawali pemaparan secara dialogis dengan peserta. Karena moderator Angel, meminta beliau sebelum mempresentasekan harus memperkenalkan diri dahulu. Karena beliau sebagai Kepala BPTP Balitbangtan yang baru, baru dikenal para petugas data. Lebih lanjut Yusuf memperkenalkan diri, bahwa sebelumnya beliau dari Timur (Ambon) dan di berikan kepercayaan ke Sulawesi Utara. dan perkenalan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.

Lebih lanjut Yusuf memaparkan materinya,  target Kementerian Pertanian minimal sama dengan tahun lalu. Bila target kita rendah akan berdampak tidak baik bagi kita di Sulawesi Utara. karena itu sangat berhubungan dengan alokasi bantuan Sulut. Untuk itu beliau mengajak peserta terutama para pencatat data dan pelapor data agar terus bangun koordinasi di lapangan dan terus melaporkan harian perkembangan tanam petani dilapangan,untuk kita naikkan LTT di tahun 2018.

Masih menurut Yusuf, strategi yang harus kita bangun adalah: koordinator pelaksana harus aktif memonitor realisasi LTT dan mempercepat solusi jika ditemukan kendala di lapangan. Bila temui kendala segeralah melakukan koordinasi keatas untuk mencari solusi pemecahannya. Seluruh koordinator dan anggota memastikan agar data LTT tercatat dalam data SP-Kecamatan dan mengawal data BPS kabpaten dan BPS Provinsi.  Pengawalan proses CPCL, pengadaan benih/ pupuk serta distribusinya sampai ke petani oleh koordinator dan anggota Tim. Dan Tim upsus kabupaten turun ke lapang mengidentifikasi jaringan irigasi bila menghambat LTT, agar segera ada solusi pemecahan, imbih Yusuf menutup materinya.

Pertemuan selama dua hari diikuti oleh 14 kabupaten kota dan beberapa Kadis Pertanian, serta para petugas data dan SP di masing-masing kabupaten kota di Sulawesi Utara.(*art)

Kementerian Pertanian Terus Mengenjot Alsintan Untuk Peningkatan Produktivitas Usahatani

Manado,10 Januari 2019---Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Sulawesi Utara, sebagai sekretariat Optimalisasi Alat dan Mesin Pertanian (Opsin) di Sulawesi Utara. Terus melakukan tugasnya mengidentifikasi dan melaporkan penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsin) yang ada di wilayah kerjanya.

Menurut Dr.Ir.Yusuf,MP., kegiatan identifikasi dilakukan dengan membuat group media identifikasi dengan teman-teman pelaksana dilapangan, yaitu dengan petugas dan operator melalui fasilitas whats Apps (WA). Namun demikian, beliau juga menugaskan para koordinator lapangan seperti Liaison Officer (LO) yang ada di kabupaten kota se Sulawesi Utara, untuk turun lapang melihat dan melaporkan kinerja Alsin di wilayah Kerjanya.

Selain itu, tim kerja yang ada di kabupaten kota juga, selain mengidentivikasi, juga diharapkan terus mendorong dan menggerakkan petani agar memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk dimanfaatkan dengan tanaman-tanaman pertanian. Fasilitas Alsintan yang diberikan pemerintah untuk memudahkan petani dalam melakukan kegiatan usahatani.

Yusuf juga berharap, agar dengan modernisasi pertanian melalui alat mesin pertanian, diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat para muda tani untuk kembali mengairahkan pertanian Indonesia.

Masih Menurut Yusuf, Alsin yang ada dimasyarakat sudah banyak digelontorkan pemerintah dan harus dilaporkan penggunaannya seperti: Hand Traktor Roda Dua (TR2), Traktor Roda 4 (TR-4), Rice Transplanter, Coper, Cultivator, Hand Spreyer, Alat Tanam Jagung, Pompa Air, dan lainnya. Itu semua fasilitas diberikan negara untuk menggiatkan pertanian.

Tim kerja yang diturunkan, Ir.Derek Polakitan, Supratman Sirih,STP dan Yandri Assa, SST., melakukan identivikasi ulang Alsin bantuan pemerintah sejak 2014 sampai tahun 2018. Di Bolmong Raya, seperti dilaporkan: Kab. Bolmong: 1. Excavator 2 unit, 2. Handtraktot 60 unit, 3. Traktor R4 34 unit, 4.  Pompa air 205 unit, 5. Cultivator 20 unit, 6. Alat tanam jagung 40, 7. Alat tanam padi 7 unit, 8. Hand spreyer 124 unit, 9. Perontok padi 10 unit, 10. Power treser 11 unit dan 11. Seeding tray 200 unit.

Kabupaten Bolmut: 1. TR-2 40 Unit, 2. TR-4 11 unit, 3. Excavator 1 unit, 4. Rota tanam 2 unit, 5. Rice transplanter 5 unit, 6. Automatic Hand Spreyer 98 unit, 7. Alat tanam jagung 20, 8. Hand Spreyer 50 unit, 9. Pompa air 40 unit, 10. Power treser 20 unit, 11. Dryer padi 6 unit.

Menurut Yusuf, kegiatan identivikasi dan pelaporan terus dilakukan untuk terus mendorong optimalisasi Alat dan Mesin Pertanian yang telah diberikan ke masyarakat. Karena sesuai dengan petunjuk, bila Alsin tidak di optimalkan berpotensi di relokasi, imbuh Yusuf. Untuk itu beliau mendorong para koordinator lapangan dan LO, agar terus berkordinasi dengan pihak terkait di lapangan. (*Artur).

Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Program Penyuluhan Provinsi Sulawesi Utara

 

Kalasey, 07 Nov 2018.--- Bertempat di ruang pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, dilaksanakan kegiatan sinkronisasi materi hasil litkaji dan programa penyuluhan provinsi Sulawesi Utara. Kepala BPTP Dr. Ir. Yusuf, MP dalam sambutan menjelaskan tusi Lama: No 20/Permentan/Ot.140/3/2013. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, perubahan fungsi BPTP berdasarkan Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017 yang berubah yang lama No.20/Permentan/Ot.140/3/2013; yang baru: Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan Diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Di dalamnya adalah pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi spesifik lokasi.

Menurut ketua Paguyuban Kepala BPTP se Indonesia, dalam pasal 3 ayat (1) permentan ini, pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja anggaran evaluasi. Dan laporan pengkajian, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam tugas kelompok jabatan fungsional penyuluh pertanian adalah melakukan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Mengapa perlu sinergi peneliti dan penyuluh, BPTP dibentuk untuk mengimplementasikan konsep REL (Research Extension Linkage) sehingga integritas Penyuluhan dan peneliti kondisi ideal adalah penyuluh terlibat dalam kajian teknologi, dimana pemahaman lebih inovasi akan lebih baik. Sementara peneliti mengawal diseminasi teknologi, dimana pengenalan teknologi akan lebih terjamin.

Deliniasi tugas penyuluh dan peneliti BPTP adalah, penyuluh menyiapkan materi penyuluhan untuk penyuluh di daerah. Peneliti mengadaptasikan, mengembangkan dan memodifikasi teknologi, agar sesuai dengan kebutuhan di daerah.

Inovasi pertanian merupakan komponen kunci dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Perubahan tusi BPTP erat kaitannya dengan tugas mandatory/perubahan program strategis kementerian pertanian yang sangat beragam.

"Beragam inovasi pertanian hasil penelitian Badan Litbang Pertanian terbukti menjadi pendorong utama dalam mencapai program strategis kementerian Pertanian saat ini. Yusuf berharap, melalui sinkronisasi program penyuluhan pertanian ini akan terjadi akselerasi diseminasi dan hilirisasi inovasi teknologi pertanian hasil penelitian Badan Litbang pertanian kepada pihak terkait.

Sementara Kadis Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, Ir. Novly G.Wowiling, MSi. memulai sambutan dengan jalinan kerja yang telah terbina antara BPTP dan Dinas, yang harus terus dipererat dalam menjawab pertanian di Sulawesi Utara kedepan. Lebih lanjut Novly menjelaskan; Program bukan hanya menjawab keberhasilan sebatas data dan cerita tertulis. Programa adalah menjawab permasalahan hakiki dari masyarakat yang kita layani, sesuai dengan tupoksi kita.

Lanjut Wowiling, bahwa saat ini yang menjadi permasalahan utama petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP) masih rendah dan inflasi. Itu yang menjadi persoalan utama. Apakah kita sebagai penggerak pertanian di Sulawesi Utara, memiliki kepekaan terhadap hal itu?. Ekspresi NTP adalah ekspresi daya beli dari petani. Semakin besar NTP, berarti petani kita semakin baik dan potret keberadaan kinerja kita sesungguhnya ada pada NTP.

Mengahiri sambutan Novly, meminta sebagai ASN kita harus memberi warna. Kita budayakan birokrasi berintegritas, melayani, dengan tulus dalam menjawab persoalan masyarakat. ASN jangan hanya melaksanakan realisasi anggaran 100 persen selesai, tapi harus menjawab persoalan masyarakat, tutupnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 40-50 orang peserta, terdiri dari para KJF di Kabupaten/Kota, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kadis Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan Ketua KTNA dan Penyuluh peneliti di BPTP balitbangtan Sulawesi Utara.(*art)

Sumber: Art/Balitbangtan

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja

 

Kamis, 10 Jan 2018---Memasuki hari ke sepuluh (10) bekerja, hari ini bertempat di ruang Eugenia aromaticum (Cengkeh) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dilakukan penanda tanganan Perjanjian Kinerja.

Menurut ketua program, Dr.Ir.J.B.M.Rawung,MSi, kegiatan penandatanganan Perjanjian Kinerja, akan didahului oleh masing-masing;  kepala Balai, Kasubang Tata Usaha dan Kasie KSPP. Dan bagi para penanggung jawab kegiatan Penelitian dan Pengkajian (Litkaji) penanda tanganan, sebelum pelaksanaan seminar proposal kegiatan 2019.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP., dalam sambutan menegaskan kepada semua pegawai, “dalam kita melaksanakan kegiatan, ada panduan/ payung. Untuk itu beliau mengingatkan agar bersama dalam bekerja bangun komunikasi agar ketika kita bangun komunikasi akan membantu kita dalam memayungki bekerja.

Lanjut Yusuf, Penanda tanganan perjanjian itu sendiri sebagai janji kita terhadap diri sendiri tentang komitmen melaksanakan tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam melaksanakan pekerjaan.

Karena tantangan kita bekerja kedepan dengan keterbukaan informasi publik. Dimana publik dapat dan mudah meminta dan mengakses apa yang kita kerjakan. Tentunya ada prosedur-prosedur yang harus mereka ikuti, dalam meminta informasi. Tepi itu satu warning buat kita, bahwa kita bekerja kita diawasi publik dan juga mereka mengevaluasi. Untuk itu pentingnya kita berkomitmen dengan apa yang kita tanda tangani. Karena ketika kita lakukan itu dengan tulus, kita aman, imbuh Yusuf.

Selanjutnya pembacaan Pakta Integritas, dan penanda tanganan dokumen pakta yang dumulai dari kepala Balai Dr.Ir.Yusuf,MP., berturut turut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Ir. Hartin Kasim dan Kepala Seksi kerjasama, dan disaksikan oleh ketua-ketua kelompok pengkaji (Kelji).

Masih ditempat yang sama, Yusuf,memanfaatkan waktu yang ada dengan melakukan diskusi terkait dengan langkah-langkah kedepan. Beliau mengawali dengan hasil pemantauan beliau melihat dari dekat aset-aset negara yang dipercayakan untuk di kelolah BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. beliau mengingatkan, dengan tidak dimanfaatkanya fasilitas negara tersebut akan merugikan negara dan berpotensi untuk digunakan orang lain.

Beliau secara partisipatif meminta kontribusi pendapat untuk memberdayakan aset tersebut seperti gedung, kolam dan fasilitas lainnya yang ada dan sudah tidak ditempati, agar dapat kembali di kelola agar berkontribusi dalam kinerja kita.

Yusuf mengapresiasi pendapat para pengkaji dan administrasi secara pro aktif memberikan masukan untuk pemberdayaan fasilitas gedung dan kolam serta fasilitas lain milik kantor yang relatif mulai tidak difungsikan. Sehingga ada kelji yang sudah menyatakan siap beraktifitas di gedung tersebut.

Kelompok Pengkaji Pengolahan Hasil dan Laboratorium Diseminasi, Minggu ini mulai aktif di lokasi tersebut.  Sehingga lahan sekitar 500 meter jarak dari kantor dan rumah dinas itu, dapat diberdayakan dengan kegiatan-kegiatan mendukung program Litkaji Balai, tutup beliau.

Kegiatan Penanda tanganan Pakta integritas yang diikuti oleh para Peneliti Penyuluh Administrasi dan Petugas kebersihan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bukti pelaksanaan kegiatan (*artur).

Panen Perdana dan Temu Lapang Padi Sawah Tadah Hujan di Bolmut

Bolmut, 30 November 2018---Kegiatan Dukungan Inovasi Teknologi Pertanian untuk Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Sulawesi Utara, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sesuai dengan hasil identifikasi(CPCL) daerah sentra produksi menetapkan desa Binjeita kecamatan Bolangitang Timur kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), tepat untuk kegiatan karena rawan kekeringan.

Petani yang biasanya hanya 1-2 kali menanam setahun, dengan kegiatan ini petani dapat melaksanakan panen 3 kali dalam setahun. Dengan provitas biasa hanya 2-3 ton per ha, dapat ditingkatkan menjadi 4-5 ton per ha. Ini terjadi karena fungsi pendampingang langsung dari sumber teknologi yaitu BPTP Balitbangtan dan para penyuluh di Kecamatan Bolang Itang Timur.

Kepala Desa mengapresiasi kegiatan ini, karena selama ini petani hanya menghasilkan cukup untuk konsumsi. Dengan kegiatan ini, kami diajar dan terus diberikan petunjuk dalam mengatasi permasalahan pertanian khususnya padi. Beliau malah meminta agar BPTP Balitbangtan kalau bisa terus membantu mendampingi petani kami, ujar Maskoen Bogar ( Sangadi) desa Binjeita.

Edisi Video Terkait Padi: 1) Produksi Benih ES Inpari-31 di Minahasa 2. Simulasi Jarwo 2:1 di Minahasa 3. Pendampingan Tanam Jarwo 2:1 4. Apa Kata Direktur Perbenihan

Lain halnya dengan koordinator BPP pak. Salmon Suoth, beliau mengungkapkan, walau dengan terpaan cuaca yang kurang bersahabat (el-nino), dan motivasi petani mulai pasrah dengan alam karena kekeringan, tapi semangat tim BPTP Sulut dalam memperagakan langsung teknologi, mengembalikan motivasi petani. “Kami sebenarnya tidak menyangka bila kegiatan ini akan berakhir dengan panen”, karena ada petani sekitar hanya panen 25 persen dari luas panen, imbuhnya.

Kegiatan yang di koordinatori oleh Dr.Freddy Lala,SP.MSc.,diformulasi dengan proses budidaya dan melakukan pembinaan para petani pada setiap simpul kegiatan budidaya melalui temu lapang. Materi-materi yang diajarkan pada petani seperti: bagaimana melakukan identivikasi ketersediaan hara dengan menggunakan alat Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) oleh Arnold C.Turang,SP. Teknik budidaya padi sawah mengacu pada Pengelolaan Tanaman Terpadu oleh Ir.Rusiadi Djuri dan bagaimana melakukan identifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit secara dini serta teknik aplikasi oleh koordinator sendiri.

Lebih lanjut Lala, dukungan inovasi teknologi yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu: Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB, Sistim Tanam Jajar Legowo (Jarwo), Aplikasi Sistim Kalender Tanam Terpadu (Katam), aplikasi pemupukan silica cair dan berimbang, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan sistim pompanisasi.

Setelah melalui beragam pergumulan, dan itulah tujuan dari kegiatan ini, agar dapat menjadi solusi petani saat menghadapi anomali iklim, akhirnya petani dapat melakukan panen juga. Pada Jumat 30 November 2018, kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP, MSc. yang diwakili oleh Ir.Hartin Kasim, melakukan panen perdana padi Inpari-31 dan diikuti dengan hambur benih Inpari-24 untuk tahap masa tanam (MT) kedua.

Kegiatan diikuti oleh seluruh petugas pertanian di wilayah Bolmut Timur, Sangadi (Kepala Desa) Binjeita, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ismail, Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Bolmut, dan masyarakat sekitar melakukan panen padi sawah.(*art).

Bawang Merah Lansuna di Panen Syerly Adelyn Sompotan

Kakaskasen, 08 Januari 2018---Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP.,di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tomohon Utara, menyambut baik apa yang dihasilkan dan sudah diinisiasi Dinas Pangan kota Tomohon. Karena fungsi dan kehadiran BPTP di daerah, adalah mendekatkan serta menderas hilirkan inovasi teknologi Balitbangtan ke pelaku antara (Penyuluh) dan pelaku utama (Petani). 

Lanjut kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sebagai sumber teknologi pertanian di daerah, di tahun ini kami telah melakukan kegiatan kemitraan dengan petani dalam rangka dukungan perbeniha bawang merah. Tentunya kegiatan ini dengan muatan teknologi inovasi dan pendampingan oleh peneliti dan penyuluh. Dan kegiatan ini, setelah dilakukan di kota Tomohon, ternyata ditangkap untuk di terapkan oleh pemerintah kota melalui program litkajinya.

Satu kebanggaan bagi kita semua, karena varietas unggul yang kita hilirkan saat itu, adalah varietas unggul lokalita (bawang merah Lansuna) yang telah dirilis oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2016. Ini komoditas daerah yang diangkat menjadi milik nasional. Dan keunggulannya ternyata luar biasa. Potensi hasil dari 7-14 ton per hekto are (ha) dan hasil ubinan kegiatan yang kita panen hari ini mencapai 13,9 ton per ha. di musim ekstrim.

Ikuti info Terkait: 1). Tribun Sulut 2). Swadaya 3). Agriculture

Yusuf,mengajak agar teknologi produksi yang dihasilkan dari penelitian dan pengkajian (Litkaji), yang sudah terbangun, untuk terus dihilirkan dan harap Yusuf, agar teknologi inovasi ini dilakukan dengan tepat sesuai yang dihasilkan teman-teman penyuluh di daerah, sambil bersanding denganpara peneliti. Kunci penerapan teknologi adalah presisi, atau tepat, imbuh ketua Paguyuban BPTP Selindo (seluruh Indonesia).

Ditemapt yang sama, Wakil Walikota (Wawali) kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, dalam sambutan sebelum panen,  mengapresiasi Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaui BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, atas pendampingan teknologi pada para Penyuluh Pertanian yang berhasil melakukan penelitian dan pengkajian pengembangan bawang merah di kota Tomohon.

Lanjut Srikandi Muda Minahasa yang juga sebagai ketua HKTI Sulawesi Utara, Indonesia sebagai negara agraris, dengan kekayaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusianya, kedaulatan pangan menjadi target pemerintah, dalam rangka kemandirian ekomoni nasional. komitmen ini, sebagai dukungan untuk program pak Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Utara, Oprasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) di kota Tomohon.

Kita ketahui bersama, kedaulatan pangan sudah menjadi issu global yang penting. Sejak dasawarsa 90-an. Berkaitan kemandirian suatu bangsa untuk memenuhi hak-hak rakyat atas pangan bermutu dan sesuai dengan budaya (kearifan lokal), ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menyikapi tuntutan tersebut, lanjut Sompotan, pemerintah kota Tomohon secara pro aktif dan partisipatif melalui Dinas Pangan kota Tomohon, melakukan kegiatan ketahanan pangan dengan kebijakan lokal spesifik berbasis sumberdaya lokal. Dimana salah satunya adalah penelitian dan pengembangan teknologi budidaya komoditas bawang merah. Komoditas ini masuk komoditas strategi dan memiliki nilai ekonomi tinggi, serta tidak dapat di subtitusi oleh komoditas lain, apalagi di kota Tomohon,imbuh Srikandi kota Tomohon.

Masih menurut wawali kota Tomohon, bahwa bawang merah termasuk tanaman yang produksinya tidak merata sepanjang tahun. Produksinya dapat berkurang ketika mengalami curah hujan tinggi. Karena berakibat pada kenaikan harga dan berdampak pada terjadinya inflasi. Demikian ketika menghadapi kemarau, produktivitasnya meningkat dan berdampak pada harga jual menjadi murah.

Kondisi ini, lanjut beliau merupakan alami hukum ekonomi suplay dimand, yang harus disikapi dengan meningkatkan kapasitas pelaku antara (penyuluh pertanian) dan pelaku utama (petani), terkait dengan muatan teknologi budidaya sampai pasca panen bawang merah. Dan teknologi adalah kunci utama sukses pertanian, tutup Sompotan

Sementara Kadis Pangan kota Tomohon Dra. Lily Solang. terkait dengan program pengembangan horti kultura di kota Tomohon, selain BPTP Balitbangtan kita juga memang bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Sam Ratulangi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, untuk beberapa komoditas dan dibagi di 5 BPP untuk melakukan kajian dan selanjutnya akan kita sesuaikan wilayah komoditas untuk pengembangannya, ujar Lyli.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kepala BPP di kota Tomohon, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) petani, BPSB, Pengamat Hama serta Penyuluh Peneliti BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.(*artur).

Deras Hilirkan Teknologi Budidaya Pepaya Merah Delima Melalui TVRI Stasiun Manado.

KBI Pandu, 30 November 2018---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sudah menghasilkan banyak teknologi inovasi untuk petani Indonesia, namun masih relatif kurang terpublis dan terhilirkan di tingkat masyarakat pertanian. Kebun Percobaan (KP) Pandu, sejak tahun 2011 ( saat pengembangan m-KRPL) sudah mengembangkan Kebun Bibit Induk (KBI) untuk membantu menyediakan benih dan bibit bagi petani.

Tele Visi (TVRI) Republik Indonesia stasiun Manado, melalui liputan: Petani Ba Ko’Bong (Petani Berkebun) meminta BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, untuk menjadi nara sumber pada liputan tahun ini. Tema yang diminta dan diangkat adalah tanaman pepaya. Arnold C. Turang yang ditugaskan untuk menjadi nara sumber, menguraikan teknik budidaya perspektif agribisnis untuk tanaman pepaya merah delima, dalam liputan petani Bakobong.

Liputan ini dilakukan pada Jumat,30 Nopember 2018, oleh Cru TVRI Stasion Manado, langsung di lokasi. Turang, saat memaparkan materi yang dikemas dalam paket petani Bakobong, menguraikan peran BPTP Sulut sebagai sumber teknologi inovasi di daerah, memiliki kembun percobaan dan Kebun Bibit Induk sebagai tempat budidaya dan produksi benih karya para peneliti Balitbangtan.

KBI Pandu menghasilkan benih-benih sayur buah dan tanaman tahunan yang induknya didatangkan melalui Balai Penelitian (Balit). Benih dikembangkan dan dilakukan perbanyakan untuk hasilkan benih dan diderashilirkan pada masyarakat. Sehingga untuk kebutuhan benih masyarakat dapat dipenuhi. Entah melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) atau disiapkan untuk komersialisasi melalui Taman Agro Inovasi Mart (Tagrimart).

Tanaman yang termasuk banyak diminati dan diminta petani, baik kelompok KRPL maupun pribadi, adalah buah Pepaya Merah Delima, Cabe, Tomat dan Bayam serta Sirsak unggul. Untuk buah Pepaya, yang dikembangkan adalah pepaya merah delima. Ini karena keunggulan tanaman yang sudah dihasilkan dari karakterisasi, seleksi dan hibridisasi oleh Balitbangtan. Keunggulannya yaitu, buah tebal lebih dari 3 cm, rasa manis, warna daging buah merah orage dan produktivitas 70-90 ton per hektare dengan ukuran buah pepaya sedang.

Lebih lanjut Penyuluh BPTP Balitbangtan menjelaskan teknik budidaya tanam pepaya merah delima dari teknik penyiapan benih, bibit, cara semai, olah tanah, perawatan dan pengendalian hama sampai pada panen dan pasca panen pepaya merah delima.

Maria sebagai kepala produksi TVRI, mengapresiasi BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, ternyata memiliki kebun yang dapat menyediakan benih dan bibit untuk penuhi kebutuhan petani di Sulawesi Utara. Bahkan Maria berjanji untuk bekerjasama dengan BPTP akan mengangkat tema-tema pertanian yang dikembangkan di KP-Pandu. Dan untuk tahun 2019,Maria akan mengangkat tema buah Sursak Unggul Balitbangtan, yang sudah ada di KP-Pandu. (*Art).

Sumber: Arnold C. Turang

Info terkait :