Teknik Pengambilan Contoh Tanah dan Penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS)

Written by Arnold C. Turang dan Yusuf Hits: 229

Kalasey,16/03/2020.---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kemtan) dalam upaya permudah pelaku utama untuk melakukan pendugaan kebutuhan hara dan jumlah hara yang harus di tambahkan dalam satu periode tanam, telah kembangkan alat sederhana Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).

Alat ini dapat membantu pelaku utama (petani) serta pendamping lapangan (Penyuluh Pertanian) untuk menduga kebutuhan nutrisi yang akan ditambahkan dalam satu jangka waktu tanam untuk tanaman padi. Alat ini dapat mengukur kandungan hara P dan K serta pH tanah. Ini sangat aplikativ dan dapat digunakan petani dituntun oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Baca Juga: Teknik Pengambilan Tanah Komposit Lahan Kering

Prinsip kerja dari perangkat PUTS, adalah mengukur hara Phospat (P) dan Kalium (K) yang terkandung dalam tanah. Atau yang tersedia dalam tanah, dengan cara semi kuantitatif dengan metode colorimeter (pewarnaan). Faktanya dalam prosedur ini, pengukuran kadar P dan K tanah dikelompokkan menjadi 3 (tiga) katagori yaitu: rendah (R) , sedang (S) dan tinggi (TI).

Komponen Perangkat

Balitbangtan melalui Balai Besar Sumber Daya Lahan (BBSDL) sudah mendesign dalam satu unit perangkat PUTS, terdiri dari : 1) satu paket bahan kimia dan alat untuk pengekstrat kadar P,K dan pH, 2). Bagan warna untuk penetapan kadar pH,P,dan K, 3). Buku petunjuk penggunaan dan rekomendasi pemupukan padi sawah dan, 4). Bagan Warna Daun (BWD) untuk menetapkan takaran pupuk urea. Dalam BWD ini, dilegkapi dengan petunjuk penggunaan di balik BWD.

Teknik Pengambilan Contoh Tanah

Contoh tanah adalah pewakil dari tanah yang akan dikembangkan. Pengambilan contoh dengan teknik sampling lokasi yang akan dikembangkan. Sebelum mengambil contoh tanah, harus diperhatikan keseragaman areal atau hamparan yang akan dikembangkan.  Hal yang diperhatikan seperti topografi lokasi, tekstur tanah, warna tanah, kondisi tanah, penggelolaan tanah, sejarah penggunaan lahan di areal tersebut, pupuk yang pernah digunakan, kadar kapur dan bahan organic semua dicermati.

Baca Juga : Penelitian Lapang Untuk Vaidasi Peta Hasil Interpretasi

Untuk hamparan di klasifikasikan seperti kontur atas, kontur bawah luasan masing-masing kontur diupayakan ada pewakil dan setiap kontur ada satu contoh tanah komposit. Setiap satu contoh tanah komposit dapat mewakili 5 hekto are (ha) lahan.

Alat yang digunakan dalam pengambilan contoh tanah, dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Bila lahan objek kondisi keras, dapat menggunakan bor tanah. Bila lahan basah tidak harus dengan bor, cukup dengan cangkul, sekop. Ember plastic untuk wadah penampungan contoh individu dan wadah pencampuran (komposit) tanah. Alat suntik digunakan saat tanah contoh akan diambil untuk di masukkan dalam tabung ekstrak.

Baca Juga: Wakil Bpati Minahasa Apresiasi Bantuan Saprotan dan Alsin Akan Tingkatkan Produktivitas Petani Minahasa

Teknik pengambilan contoh tanah yaitu: setelah ditentukan titik pengambilan contoh tanah individu sesuai kontur atau kemiringan tanah. Teknik penentuan titik dapat dilakukan dengan cara diagonal dalam satu satuan, zig-zag, sistimatik atau acak. Upayakan contoh tanah dalam keadaan lembab, bukan kering. Kedalaman bor bila menggunakan bor sekitar 0-20 cm, atau sesuai lapisan olah tanah.

Contoh tanah individu setiap satuan yang ditetapkan, jumlah contoh disatukan dalam wadah ember, diaduk merata dan diambil satu bagian untuk contoh komposit satu satuan. Adukan tanah komposit siap diambil contoh. Contoh diambil dengan suntik (syrige) didorong kedalam tanah sedalam 0,5 cm. setelah itu dalam sirege (0,50 tanah, didorong keluar setebal 0.5 cm, dengan sendok stainless, lalu masukkan ke dalam tabung reaksi.

Tahapan Penggunaan PUTS

  1. Persiapan contoh tanah yang sudah diambil sesuai prosedur diatas
  2. Proses ekstrasi contoh tanah (lihat prosedur)
  3. Proses pengukuran kadar hara dan penetapannya
  4. Penetapan rekomendasi jumlah pupuk yang ditambahkan

Pengukuran Kadar

Contoh tanah sebanyak 0,5 cm sekitar 0,5 gram atau 0,5 ml dengan syringe yang sudah dalam tabung reaksi, di tambahkan (+) pengekstrak P untuk mengukur P dan K untuk mengukur K, kemudian diaduk dengan pengaduk kaca yang tersedia dalam perangkat PUTS, hingga tanah dan pengekstrat menyatu. Kemudian diamkan larutan sekitar +10 menit hingga timbul warna.

Baca Juga: Haslkan Syur Sehat di Pekarangan dengan Sistim Bertanam Di Media Air

Warna yang muncul pada pelarut, dipadankan dengan bagan warna yang ada dalam perangkat PUTS. Status hara P dan K tanah, terbagi menjadi tiga kelas yaitu: rendah, sedang dan tinggi. Untuk hara P, diindikasikan oleh warna biru muda hingga biru tua. Sedangkan untuk hara K, diindikasikan oleh warna cokelat tua, cokelat muda dan kuning. Dan rekomendasi pemupukan P dan K, ditentukan berdasarkan statusnya.

Hal Yang harus Diperhatikan

Untuk info lebih lengkap hubungi: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Sulawesi Utara) (By #Artur)

Suber: BBSDL Pertanian Balitbangtan Kementerian Pertanian