JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat Datang Situs BPTP Balitbangtan * Selamat Baku Dapa * Hentikan Korupsi sebelum Korupsi Menghentikan Karier Anda
Sulawesi Utara Gelarkan Gerakan Tanam Varietas Unggul Baru Jagung Hibrida

Sulawesi Utara Gelarkan Gerakan Tanam Varietas Unggul Baru Jagung Hibrida

Minahasa Utara,18 Oktober 2019. Bertempat di kawasan Matungkas dan Suwaan Minahasa Utara, tepatnya di kelompok tani Abdi Tani Makmur, pada luas...

Rakor Upsus Pajale Sulawesi Utara: Apresiasi yang Berprestasi

Rakor Upsus Pajale Sulawesi Utara: Apresiasi yang Berprestasi

  Jumat,11 Oktober 2019. Rapat Koordinasi Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) berlangsung di Meruce Hotel Tateli. Kegiatan ini...

Open House Obor Pangan Lestari di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara

Open House Obor Pangan Lestari di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara

Kalasey, 11 Oktober 2019---Tugas utama Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, sebagai sumber inovasi teknologi spesifik lokalita di daerah, harus...

100 Ha Lahan di Sulawesi Utara Akan Produksi Benih Jagung Hibrida Nasa 29

100 Ha Lahan di Sulawesi Utara Akan Produksi Benih Jagung Hibrida Nasa 29

  Jumat,04 Oktober 2019. Direktur Perbenihan Diretorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr.Takdir Mulyadi melakukan tanam perdana...

Yusuf di Daulat Membuka Pekan Daerah (PEDA) KTNA Kabupaten Minahasa Utara

Yusuf di Daulat Membuka Pekan Daerah (PEDA) KTNA Kabupaten Minahasa Utara

  Minut, 27 Septermber 2019.---Bertempat di objek wisata Lembean, desa Lembean kabupaten Minahasa Utara, Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan...

  • Sulawesi Utara Gelarkan Gerakan Tanam Varietas Unggul Baru Jagung Hibrida

    Sulawesi Utara Gelarkan Gerakan Tanam Varietas Unggul Baru Jagung Hibrida

    Friday, 18 October 2019 17:44
  • Rakor Upsus Pajale Sulawesi Utara: Apresiasi yang Berprestasi

    Rakor Upsus Pajale Sulawesi Utara: Apresiasi yang Berprestasi

    Monday, 14 October 2019 03:50
  • Open House Obor Pangan Lestari di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara

    Open House Obor Pangan Lestari di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara

    Friday, 11 October 2019 10:31
  • 100 Ha Lahan di Sulawesi Utara Akan Produksi Benih Jagung Hibrida Nasa 29

    100 Ha Lahan di Sulawesi Utara Akan Produksi Benih Jagung Hibrida Nasa 29

    Friday, 04 October 2019 16:10
  • Yusuf di Daulat Membuka Pekan Daerah (PEDA) KTNA Kabupaten Minahasa Utara

    Yusuf di Daulat Membuka Pekan Daerah (PEDA) KTNA Kabupaten Minahasa Utara

    Friday, 27 September 2019 17:21
Perubahan Iklim Melanda Negeri Pertanian Sulawesi ...
16 Sep 2019 08:27 - adminsulutPerubahan Iklim Melanda Negeri Pertanian Sulawesi Utara Masih Ada Panen Dan Tanam Lagi

Kalasey, 16 September 2019.--- Perubahan adalah suatu ke Niscayaan yang tidak dapat dielakkan selain diikuti dinamikanya. Perubahan adalah hal mutlak yang terjadi secara alamiah, dan terus terjadi dalam segala bidang, baik sosail budaya politik dan trend lainnya termasuk dalam dunia pertanian yang menggantungkan sepenuhnya dalam iklim. Sabagai manusia ciptaan sang khalik, kita terus mensyukuri  [ ... ]

Selengkapnya
Jadi Peternak Milenial Di Revolusi Pertanian 4.0 S...
27 Jul 2019 00:12 - Hasrianti,ArnoldJadi Peternak Milenial Di Revolusi Pertanian 4.0 Siapa Takut?

Saat ini, dunia sudah di ujung jari, tarikanla jari itu kita melihat dunia. Istilah ini tidaklah berlebihan, sebab inspirasi sering kali datang dari aktifitas keseharian. Contohnya, kajian penelitian yang di lakukan oleh salah satu staf  Balitbangtan BPTP Sulut, Hasrianti Silondae ini. Kepada warga yang berkunjung ke kandang ayam bukan ras (ayam kampung) miliknya, dia mengisahkan awal mula men [ ... ]

Selengkapnya
Teknik Pengolahan Tanah untuk Tanaman Padi
25 Dec 2018 13:20 - Arnold C.Turang,SP.Teknik Pengolahan Tanah untuk Tanaman Padi

Halo, bapak ibu pelaku utama, pelaku usaha dan pelaku antara. #SalamInovasi #UtamakanPetani #FarmerFirst #KerjaPertanianPrestasiBangsa #AyoTerusBerinovasi  Dalam kesempatan ini saya Arnold C.Turang,SP. WA:085340680282 Penyuluh Pertanian (PP) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Saat ini kita akan berdiskusi bersama bapak ibu saudara yang hadir, terkait dengan #TeknikPengolahanTanahuntukTanamanP [ ... ]

Selengkapnya
Kenali Industri 4.0 dan Mainkan Untuk Kesejahteraa...
21 Nov 2018 01:48 - Arnold C.Turang dan YusufKenali Industri 4.0 dan Mainkan Untuk Kesejahteraan Manusia

    Diderashilirkan Oleh : Arnold C. Turang dan Yusuf  Ketika mengikuti Workshop Pengelolah Informasi dan Dokumentasi lingkup Badan Litbang Pertanian yang dilaksanakan di Bekasi, Dr.Ir.Haryono,MS. yang adalah kepala Badan Litbang Pertanian di masanya, memperkenalkan pada peserta teknologi Presisi. Selanjutnya pada pertemuan akhir di Bandung, masih Workshop terkait dengan TIK, beliau yang  [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya
  • Teknologi Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga Menjadi...
  • Teknik Persiapan Benih Untuk Produksi Benih Padi S...

Statistik Pengunjung

963321
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Keseluruhan
15
2843
2858
937149
62412
57322
963321

Your IP: 34.236.216.93
2019-10-21 00:09

Perubahan Iklim Melanda Negeri Pertanian Sulawesi Utara Masih Ada Panen Dan Tanam Lagi

Kalasey, 16 September 2019.--- Perubahan adalah suatu ke Niscayaan yang tidak dapat dielakkan selain diikuti dinamikanya. Perubahan adalah hal mutlak yang terjadi secara alamiah, dan terus terjadi dalam segala bidang, baik sosail budaya politik dan trend lainnya termasuk dalam dunia pertanian yang menggantungkan sepenuhnya dalam iklim.

Sabagai manusia ciptaan sang khalik, kita terus mensyukuri anugerahNya, apapun itu termasuk perubahan-perubahan itu. Mengutip orang terkenal BillGates “Perubahan harus dimanfaatkan untuk diterima dari pada menunggu perubahan memanfaatkan kita. jadi, perubahan harus dimanfaatkan dengan kecerdasan, selaku mahluk termulia ciptaan sang Khalik.

Cengkraman iklim panas adalah fenomena alami terjadi, yang tidak lepas juga dari kontribusi ciptaan termulia dalam memanfaatkan dan menata kelola perubahan. Atas ketidak seimbangan positif antara kebutuhan dan keinginan, sampai fenomena la nino terjadi. Hal ini harus disikapi dengan meneladani kemampuan Yusuf membaca peluang dalam menghadapi perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan yang luar biasa, di masanya.

Yusuf bin Yakub adalah putra pertama Yakub dari istrinya Rahel. Dia tahu ada masa kelimpahan selama tujuh tahun dan dia tahu juga, setelah masa itu akan datang masa kelaparan. Seorang tokoh Managemen Kepemimpinan di masanya, yang harus diteladani kemampuan membaca peluang dan mengelola Futuralnya. Kemampuannya membaca peluang, membuat dirinya bisa melewati krisis pangan selama tujuh tahun di Mesir. Dan menyelamatkan banyak orang termasuk Keluarganya.

Ketidak seimbangan alam, melanda negeri dan belahan bumi Selatan yang lebih dahulu mengalami kekeringan mulai gagal panen (Puso) dan cadangan air mulai terbatas, sehingga harus membeli air. Masih kecil ujiannya banding pengalaman Yusuf, namun harus dimaknai. Dan syukur pada Tuhan karena dalam prediksi di Sulawesi Utara dan daerah khatulistiwa, masih ada titik-titik potesi air yang dapat diberdayakan. Ini menjadi perhatian dan disikapi belajar dari Yusuf.

Sulawesi Utara dalam faktanya masih melakukan panen dan terus panen sambil menanam. Ini terlihat dari postingan media social yang diliput oleh para penyuluh pertanian di lapangan dan menghias media social seperi: group whats Apps, Face Book, Instagram, Twiter dan lainnya. Gambar on time via open kamera dengan kegiatan panen dan menanam (di daerah tertentu) menghias gropu media social.

Dr.Andriko Noto Susanto. SP.MP., dalam satu kesempatan dalam Rapat Koordinasi Upsus Pajale di Sulawesi Utara, menjelaskan bahwa fenomena panas sesuai prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), masi sampai akhir Oktober. Dan beliau selaku Koordinator Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) di Sulawesi Utara, mendorong para petugas pertanian lapangan (PPL) untuk memotivasi pelaku utama (petani), sambal berkomunikasi terpadu dengan semua pelaku pertanian di daerah untuk gerakan menanam dan memanen.

Tegas Kepala Pusat Ketahanan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian: daerah-daerah yang masih ada tanaman dan jauh dengan air, agar segera dibantu fasilitas pompa air dan biaya bensin. Ini dilakukan agar tidak terjadi puso pada areal sudah menanam tapi kekurangan air, dan dekat dengan sumber air, tapi sulit hadirkan air di tanaman. Dengan demikian kita diharapkan dapat mensubtitusi daerah-daerah yang sudah mengalami puso saat ini.

Kadis Pertanian Ir. Novly Wowiling,MSi., menjelaskan dalam satu kesempatan : pihaknya sudah melakukan identivikasi titik-titik rawan kekeringan dan sudah menyalurkan bantuan pompa air dan fasilitas lain untuk kendalikan kekeringan. Beliau juga terus menggandeng para pelaku pertanian untuk bergerak untuk memanfaatkan perubahan, termasuk dengan Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara.

Beberapa waktu yang lalu, tim Upsus Pajale Sulawesi Utara, melaksanakan panen dengan mesin pertanian di daerah sentra padi Sulawesi Utara. Dalam kesempatan tersebut Kapus Ketahanan dan Kerawanan Pangan bersama kepala Balitbangtan BPTP Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP. dan Dr. Tria Trimartini Patria,SP. MP. Kepala Bidang Informasi dan Jaringan Laboratorium di Direktorat Jenderal TP.melakukan uji dan merasakan nikmatnya petani panen padi di Bolmong.

Hasil lapangan kegiatan pertanian di Sulawesi Utara, terus dimonitor dan ditelusuri Wowiling, mengantisipasi kondisi anomaly iklim. Beberapa waktu lalu, beliau melakukan panen padi di Dumoga. Lahan sawah ratusan hektar dengan bantuan alat panen, diratakan dan diambil hasilnya. Tidak hanya disitu, belaiu dan tim Pertanian Sulawesi Utara melakukan penanaman padi di daerah yang masih berair dengan luas 125 ha.

Menyikapi daerah yang mulai kekurangan air, petani diarahkan untuk melakukan penanaman tanaman horti seperti Tomat, Mentimun Cabe dan lainnya. Sri Kasman PPL di Dumoga Utara menjelaskan ada beberapa tempat masing-masing 1 ha yang ditanam. Selain tanaman, juga ada tanaman tinggal dirawat dan difasilitasi airnya.

Sementara di kepulauan Talaud tepatnya pada Poktan Makataraya ,Kelurahan Makatara Timur Kec.Beo Utara Kab.Talaud, melakukan panen Bawang Merah. Menurut PPL Monica Gumansalangi, SP. bahwa karena petani ingin sekali tanam Bawang Merah, maka beliau membelikan varietas local (Lansuna) di Pasar Bersehati. Demikian dengan daerah-daerah lain di Sulawesi Utara, masih sibuk dengan panen bawang, cabe, tomat, jagung, padi dan terus menanam dalam kondisi cengkraman panas.

Yusuf, dari Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara (bukan Yusuf dari Mesir), mengungkapkan bahwa. Sebagai institusi sumber inovasi teknologi di daerah, beliau terus menggerakkan para peneliti dan penyuluh, untuk menghilirkan inovasi teknologi sambal mengidentivikasi fenomena iklim lapangan.

Lanjut Yusuf, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan perbanyakan benih Inpari-31 di kabupaten Minahasa dalam luasan 2 ha. dan siap panen Desember. Ini diharapkan untuk penuhi ketersediaan benih padi periode 2020. Dan diperkirakan padi dihasilkan 7 ton untuk disebarkan ke petani di Sulawesi Utara.

Menurut Dr.Ir.Yusuf,MP. Sulawesi Utara, saat ini memang lagi melakukan panen untuk tanaman pangan dan sebagaian Hortikultura. Baru-baru ini beliau juga menghadiri panen bawang merah varietas Lansuna dan Brebes di Minahasa Utara. Kata beliau saat memberikan sambutan: agar kondisi panas saat ini, kita harus cermat menangkap perubahan iklim dan memanfaatkanya. Karena bila kita tidak menangkap dan memanfaatkanya perubahan akan memanfaatkan kita.

Lanjut Yusuf, Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara, dalam menangkap dan memanfaatkan perubahan iklim, dengan mendorong  jawab kegiatan  litkaji, untuk antisipasi dengan sistim pengairan. Lakukan koordinasi didaerah dengan teman-teman pelaku pertanian, serta lakukan pelaporan terus fenomena terjadi dilapangan.

Untuk kegiatan di kantor, kata Yusuf, telah menugaskan penanggung jawab Obor Pangan Lestari (Opal) mendukung program Taman Agro Inovasi (Tagrimart) untuk lebih optimal manfaatkan sumberdaya di lingkungan kantor dengan melakukan penanaman keragaman tanaman pangan, horti, ikan dan ternak. Rencanakan dengan memanduani Juknis Opal, serta lakukan panen dan pasarkan hasil pada pegawai di kantor.

Dalam kondisi iklim panas, seperti dialami daerah-daerah lain di Indonesia, Sulawesi Utara masih terus melakukan panen dan menanam di daerah-daerah sentra. Dan diharapkan walau cuaca kurang bersahabat dengan keterpaduan pelaku pertanian terus berkomunikasi dan doa kita bersama, semoga kita dilewatkan dari kondisi ekstrim ini. (*artur)