JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat Datang Situs BPTP Balitbangtan * Selamat Baku Dapa * Hentikan Korupsi sebelum Korupsi Menghentikan Karier Anda
Sulut Terus Gemakan Kejayaan Produk Rempah: 10.000 Bibit Cengkeh Proses Sertifikasi

Sulut Terus Gemakan Kejayaan Produk Rempah: 10.000 Bibit Cengkeh Proses Sertifikasi

Tomohon, 4 Juni 2020. Sulawesi Utara, memiliki keragaan kekayaan alam yang mengukir sejarah di masanya. Cengkeh, Pala, Kelapa, mengukir nama...

Pembatasan Karena Pandemic Covid-19: BPTP Sulut Optimalkan Komunikasi Via Online Untuk Berinovasi

Pembatasan Karena Pandemic Covid-19: BPTP Sulut Optimalkan Komunikasi Via Online Untuk Berinovasi

  Kalasey, 3 Juni 2020. Keterbatasan aktivitas bersama, akibat pandemic Covid-19, menjadi titik ungkit New Normal para peneliti untuk mengaktivkan...

Maknai HUT Pancasila: Gapoktan Katouan Panen Jagung Provit 6,95 Ton

Maknai HUT Pancasila: Gapoktan Katouan Panen Jagung Provit 6,95 Ton

  Manado, 1 Juni 2020. ---Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Katouan, desa Poopo kecamatan Ranoyapo kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), hari ini...

Jajaran Kemtan Selindo Terus Perkuat Tali Silaturahmi Dalam Rangka Idul Fitri 1441 H

Jajaran Kemtan Selindo Terus Perkuat Tali Silaturahmi Dalam Rangka Idul Fitri 1441 H

Manado, 26 Mei 2020.---Ditengah pandemic Covid-19, Kementerian Pertanian (Kemtan) perkuat tali silaturahmi seluruh jajaran Eselon I, II Staf Ahli...

Inovasi Tiada Henti : Steivie Karouw Rapatkan Barisan Tim Pengkaji Hasilkan ITP Spelok Sulut

Inovasi Tiada Henti : Steivie Karouw Rapatkan Barisan Tim Pengkaji Hasilkan ITP Spelok Sulut

Kalasey, 22 Mei 2020. ---Inovasi adalah kunci pembangunan pertanian, karena merupakan salah satu penentu ketersediaan pangan. Inovasi bukan hanya...

  • Sulut Terus Gemakan Kejayaan Produk Rempah: 10.000 Bibit Cengkeh Proses Sertifikasi

    Sulut Terus Gemakan Kejayaan Produk Rempah: 10.000 Bibit Cengkeh Proses Sertifikasi

    Thursday, 04 June 2020 09:11
  • Pembatasan Karena Pandemic Covid-19: BPTP Sulut Optimalkan Komunikasi Via Online Untuk Berinovasi

    Pembatasan Karena Pandemic Covid-19: BPTP Sulut Optimalkan Komunikasi Via Online Untuk Berinovasi

    Wednesday, 03 June 2020 18:48
  • Maknai HUT Pancasila: Gapoktan Katouan Panen Jagung Provit 6,95 Ton

    Maknai HUT Pancasila: Gapoktan Katouan Panen Jagung Provit 6,95 Ton

    Monday, 01 June 2020 12:24
  • Jajaran Kemtan Selindo Terus Perkuat Tali Silaturahmi Dalam Rangka Idul Fitri 1441 H

    Jajaran Kemtan Selindo Terus Perkuat Tali Silaturahmi Dalam Rangka Idul Fitri 1441 H

    Tuesday, 26 May 2020 16:05
  • Inovasi Tiada Henti : Steivie Karouw Rapatkan Barisan Tim Pengkaji Hasilkan ITP Spelok Sulut

    Inovasi Tiada Henti : Steivie Karouw Rapatkan Barisan Tim Pengkaji Hasilkan ITP Spelok Sulut

    Saturday, 23 May 2020 06:22
Teknik Pengambilan Contoh Tanah dan Penggunaan Per...
16 Mar 2020 02:43 - Arnold C. Turang dan YusufTeknik Pengambilan Contoh Tanah dan Penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS)

Kalasey,16/03/2020.---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kemtan) dalam upaya permudah pelaku utama untuk melakukan pendugaan kebutuhan hara dan jumlah hara yang harus di tambahkan dalam satu periode tanam, telah kembangkan alat sederhana Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Alat ini dapat membantu pelaku utama (petani) serta pendamping lapangan (Penyuluh Pertanian) untuk [ ... ]

Selengkapnya
Perubahan Iklim Melanda Negeri Pertanian Sulawesi ...
16 Sep 2019 08:27 - adminsulutPerubahan Iklim Melanda Negeri Pertanian Sulawesi Utara Masih Ada Panen Dan Tanam Lagi

Kalasey, 16 September 2019.--- Perubahan adalah suatu ke Niscayaan yang tidak dapat dielakkan selain diikuti dinamikanya. Perubahan adalah hal mutlak yang terjadi secara alamiah, dan terus terjadi dalam segala bidang, baik sosail budaya politik dan trend lainnya termasuk dalam dunia pertanian yang menggantungkan sepenuhnya dalam iklim. Sabagai manusia ciptaan sang khalik, kita terus mensyukuri  [ ... ]

Selengkapnya
Jadi Peternak Milenial Di Revolusi Pertanian 4.0 S...
27 Jul 2019 00:12 - Hasrianti,ArnoldJadi Peternak Milenial Di Revolusi Pertanian 4.0 Siapa Takut?

Saat ini, dunia sudah di ujung jari, tarikanla jari itu kita melihat dunia. Istilah ini tidaklah berlebihan, sebab inspirasi sering kali datang dari aktifitas keseharian. Contohnya, kajian penelitian yang di lakukan oleh salah satu staf  Balitbangtan BPTP Sulut, Hasrianti Silondae ini. Kepada warga yang berkunjung ke kandang ayam bukan ras (ayam kampung) miliknya, dia mengisahkan awal mula men [ ... ]

Selengkapnya
Teknik Pengolahan Tanah untuk Tanaman Padi
25 Dec 2018 13:20 - Arnold C.Turang,SP.Teknik Pengolahan Tanah untuk Tanaman Padi

Halo, bapak ibu pelaku utama, pelaku usaha dan pelaku antara. #SalamInovasi #UtamakanPetani #FarmerFirst #KerjaPertanianPrestasiBangsa #AyoTerusBerinovasi  Dalam kesempatan ini saya Arnold C.Turang,SP. WA:085340680282 Penyuluh Pertanian (PP) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Saat ini kita akan berdiskusi bersama bapak ibu saudara yang hadir, terkait dengan #TeknikPengolahanTanahuntukTanamanP [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya
  • Kenali Industri 4.0 dan Mainkan Untuk Kesejahteraa...
  • Teknologi Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga Menjadi...

Statistik Pengunjung

1402819
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Keseluruhan
1245
1818
8027
1386106
6868
37923
1402819

Your IP: 18.207.254.88
2020-06-05 19:23

Jadi Peternak Milenial Di Revolusi Pertanian 4.0 Siapa Takut?

Saat ini, dunia sudah di ujung jari, tarikanla jari itu kita melihat dunia. Istilah ini tidaklah berlebihan, sebab inspirasi sering kali datang dari aktifitas keseharian. Contohnya, kajian penelitian yang di lakukan oleh salah satu staf  Balitbangtan BPTP Sulut, Hasrianti Silondae ini.

Kepada warga yang berkunjung ke kandang ayam bukan ras (ayam kampung) miliknya, dia mengisahkan awal mula mengapa ia begitu tertarik meneliti ayam kampung tersebut.  Sebagai seorang ASN (aparatur sipil negara) juga ibu rumah tangga, diakuinya bahwa inspirasi untuk meneliti sering muncul ketika ia sedang di dapur.

Ketika mengiris wortel dan beberapa wortel harus di sisihkan karena mulai membusuk, ia tiba-tiba berpikir; mengapa itu tidak digunakan saja sebagai salah satu suplemen untuk ayam kampung, tanyanya dalam hati. Matanya berbinar, dan sejurus kemudian ia berselancar ke dunia maya.

Mengulik kisah-kisah peternak unggas, membaca literatur ilmiah terkait kajian-kajian yang sudah dilakukan dalam hal pemanfaatan limbah wortel yang potensial sebagai pakan suplemen. Dari hasil bacaan dan pengamatannya di rumah, terhadap ayam-ayam peliharaannya yang dibudidayakan secara tradisional, ia berkesimpulan bahwa pada umumnya dengan sistem pemeliharaan tradisional atau ekstensif menghasilkan ayam kampung dengan bobot 1 kilogram pada umur pemeliharaan 6 bulan.

Dengan pemikiran, bahwa wortel yang mengandung karotin sebagai provitamin A yang berperan penting dalam proses: pertumbuhan, kesehatan penglihatan, serta berperan penting untuk sistem kekebalan tubuh, tentu saja sangat menguntungkan dan mudah dalam pembuatannya, serta harganya yang terjangkau.

Menurutnya, ayam yang diberi perlakuan jus wortel bisa mencapai bobot 1 kilogram pada umur pemeliharaan 3 bulan disamping pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi.

Diketahui bahwa, ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit dan stress. Upaya pencapaian produktivitas maksimal ayam kampung juga terus dilakukan melalui perbaikan kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan dengan sistem pemeliharaan intensif.

Pemberian jus wortel sebagai imbuhan dalam air minum diharapkan dapat membantu peternak, untuk mendapat hasil yang lebih optimal dan menekan biaya obat-obatan. “Alhamdulillah, "selama penelitian ayam saya ini yang mati hanya 2 ekor", itupun matinya di minggu ke-2 pemeliharaan akibat stres perjalanan.”

Mendapat motivasi ini, warga yang bersilaturahim tersebut tampak antusias, karena selama ini yang mereka tahu, momok paling menakutkan dalam usaha peternakan unggas, adalah tingkat mortalitas (kematian) yang tinggi, sehingga menimbulkan kerugian. Bapak, Ibu: "saya juga sering berbicara dengan ayam ketika pertama masuk kandang". Ketika saya sedang meracik ransumnya, saya putar musik relaksasi dan mp3 Al-Qur’an. Karena sekalipun mereka ayam, tapi mereka juga sesama mahluk ciptaan Tuhan, yang harus kita fasilitasi. Jadi, saya enjoy, ayamnya juga ikut senang.”

Kisah unik itu dari ekspresi mereka terlihat bahwa mereka paham dan semakin tertarik untuk memelihara ayam. kata penulis, silahkan, kalau ibu, bapak adik-adik senang berternak, itu lebih bagus lagi dan itu sarana hiburan kalah pulang kerja dikebun atau sekolah, tapi menambah penghasilan bagi keluarga, imbuh sang peneliti gender wanita dari Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara.

Memelihara ayam ternyata terbukti menjadi sarana edukasi dan piknik bagi anak-anak. Menjelang akhir kajian, anak-anak dari sekolah alam berkesempatan magang setengah hari di kandang. Berdiskusi, canda ria dan memberi makan serta memegang ayam yang menurut mereka sangatlah lucu dan menggemaskan.

Satu pesan untuk anak-anak dari penulis buku-buku sastra dan inovasi teknologi, ini: "jangan ragu untuk menekuni sebuah pekerjaan", yang bisa bermanfaat bagi orang banyak. sebagai contoh kecil, dengan berternak ayam yang dalam pikiran sebagian orang bahwa berbaur dengan ayam di kandang identik dengan bau dan kotor.

Satu hal yang pasti, bila kita mau, pasti bisa !. Dan tentunya, dengan tidak melupakan tarian jari kita di hand phon (hp). Karena, dunia di jari kita, maka masalah teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang ada di jari kita. Kita optimis, pasti satu saat, akan ditemukan parfum wangi yang khusus untuk kandang sehingga bisa membuat peternak betah dalam memelihara dan merawat ayamnya.(*Art)

Sumber: Hasrianti Silondae