Teknik Pengolahan Tanah untuk Tanaman Padi

Written by Arnold C.Turang,SP. Hits: 8398

Halo, bapak ibu pelaku utama, pelaku usaha dan pelaku antara. #SalamInovasi #UtamakanPetani #FarmerFirst #KerjaPertanianPrestasiBangsa #AyoTerusBerinovasi  Dalam kesempatan ini saya Arnold C.Turang,SP. WA:085340680282 Penyuluh Pertanian (PP) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Saat ini kita akan berdiskusi bersama bapak ibu saudara yang hadir, terkait dengan #TeknikPengolahanTanahuntukTanamanPadi.

Dalam pertemuan kita, saya akan menjelaskan bagaimana cara pengolahan tanah pada tanaman padi. Pengolahan tanah ini penting dilakukan dan harus dilakukan dengan benar, agar struktur dan tekstur tanah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Apabila pengolahan tanah ini dilakukan dengan benar, maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ’saudarah’ (tanaman padi sesama mahluk ciptaan Tuhan) kita tanaman padi. Teknik mengolah tanah untuk padi ada beberapa tahap, yaitu :

Cara Pengolahan Tanah pada Tanaman Padi

  1. Perbaikan Skemaliran dan Litir (Pematang, Galengan,)

Sebelum pengolahan tanah dimulai, Litir (Tondano) harus diperbaiki, dibuat cukup tinggi dan lebar, agar dapat menahan air dengan baik. Sebab dalam Pengolahan tanah air tidak boleh mengalir keluar.

Skemaliran-skemaliran pengairan perlu diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Ini akan mencegah kehilangan air pengairan dan mengurangi terwabahnya biji gulma kedalam petakan-petakan sawah.

  1. Membajak

Sebelum membajak, airilah petakan sawah seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebihdahulu dibuat kemalir ditepi dan ditengah petakan sawah agar air cepat membasahi skemaliran petakan.

Kedalaman dalam pembajakan + 15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalikan dan hancur. manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut :

  1. Menggaru

Sebelum penggaruan dimulai, terlebihdahulu air didalam petakan dibuang, namun sedikit ditinggalkan untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Dan selama penggaruan, skemaliran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan.

Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan proses penggaruan yang berulang-ulang :

Setelah penggaruan pertama, sawah digenangi lagi selama 7-10 hari. Agar karkas sisa tanaman terjadi fermentasi dan melapuk.

  1. Meratakan

Proses perataan sebenarnya adalah penggaruan yang ke-dua. Yang dilakukan setelah lahan digenangi 7-10 hari. Pengaruan yang ke-dua ini dilakukan dengan maksud :

Pengolahan tanah mulai dari pembajakan pertama sampai perataan, memerlukan waktu kira kira 25 hari, kira-kira sama dengan umur bibit di persemaian.

Nah, demikian bapak ibu tani #SahabatPertanian , cara pengolahan tanah pada tanaman padi harapan saua sebagai penyuluh pertanian (PP), ulasan dalam tema percakapan kita bisa bermanfaat, dan terutama harus dilakukan dalam kita menyiapkan sarana tumbuh untuk “saudarah” kita Padi. Dengan kita menyiapkan dengan baik, pasti dia saudarah kita akan memberikan hasil yang kita harapkan. (*artur).

Diderashilirkan Oleh : Arnold C.Turang,SP. Penyuluh Pertanian di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara