Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner1
banner2

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Situs Web BPTP SULUT
Penduduk Miskin Sulawesi Utara Capai 197,56 Jiwa PDF Cetak E-mail
Oleh Arnold C. Turang,SP.   
Senin, 02 Februari 2015 12:59

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut merilis angka kemiskinan di daerah ini per September 2014, mencapai 197,5 Jiwa. Angka ini sedikit menurun bila dibandingkan pada periode Maret 2014, yang mencapai 208,23 ribu jiwa. "Iya mengalami penurunan sebesar 10,7 ribu jiwa." ujar kepala BPS Sulut, Faisal Anwar.

Disebutkannya, untuk presentasi penduduk miskin di Sulawesi Utara pada September 2014 lalu sebesar 8,26 persen, turun 0,49 persen jika dibandingkan kondisi Maret 2014, sebesar 8,75 persen. Penurunan agnka kemiskinan ini, terjadi di perdesaan, yang mengalami penurunan sebesar 0,94 persen, selama periode Maret hingga September 20,14.

Sementara, di perkotaan, malahan naik sebesar 0,06 persen. Walaupun di Desa mengalami penurunan angka kemiskinan, tetapi masih lebih tinggi di Desa, sekitar 10,47 persen atau sebanyak 137,48 ribu jiwa. Sedangkan di kota hanya 5,57 persen, atau 60,08 ribu jiwa. Untuk garis kemiskinan mengalami peningkatan sebesar RP.5.412,177 per kapita per bulan pada Maret 2014, menjadi Rp.266.528 per kapita per bulan pada September 2014.

Peranan komoditas makanan, jauh lebih besar dibandingkan dengan peran komoditas bukan makanan, seperti: Perumahan, Sandang, Pendidikan, dan Kesehatan. Dilihat dari Indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan periode Maret, hingga September 2014, mengalami sedikit kenaikan dengan angka tidak begitu siqnifikan.

"Angka-angka kemiskinan yang disajikan BPS, merupakan angka yang dihasilkan melalui survei sosial ekonomi nasional pada September 2014," ujar Faisal.(*art)

Sumber: Komentar, 6 Januari 2014. Rubrik Bisnis Vagansa.

 
Teknik Menghitung Kebutuhan Pupuk di Sawah PDF Cetak E-mail
Oleh Arnold Turang,SP.   
Rabu, 21 Januari 2015 20:23

Contoh perhitungan pupuk untuk padi sawah, diangkat dari satu permasalahan yang pernah terjadi dan dituliskan. Diharapkan akan menjadi solusi bagi para pendamping lapangan dan terutama petani untuk selalu menghitung kebutuan pupuk, agar usaha tidak merugi serta kita berkontribusi pada penyelamatan BUMI.

Diketahui Luas Lahan 750 m2.

Rekomendasi Pupuk yang dianjurkan N=200 kg/ha, SP36= 75 kg/ha dan KCl= 25 kg/ha.

Menghitung Kebutuhan Pupuk:

Rumus= Rekomendasi Pupuk : Luas Lahan x Luas Lahan Real

  1. N (Urea) : 200/10.000 x 750 = 150 kg/ha
  2. P (Phospor): 75/10.000 x 750 = 56,25 kg/ha
  3. KCl : 25/10.000 x 750= 18,75

Catatan:

Dalam menghitung pupuk, harus didasarkan pada rekomendasi yang tepat, dianjurkan mengacu pada KATAM TERPADU.

Selamat Mencoba

LAST_UPDATED2
 
Sukses Story m-KRPL di Kota Manado 2012 PDF Cetak E-mail
Oleh Arnold C.Turang   
Selasa, 13 Mei 2014 18:11

Ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga.   Dalam masyarakat perdesaan, pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman kebutuhan keluarga sudah berlangsung dalam waktu yang lama dan masih berkembang hingga sekarang meski dijumpai berbagai pergeseran.  Komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan perlu diaktualisasikan dalam menggerakkan lagi budaya menanam di lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian  yang  telah  diterapkan di salah satu desa di Jawa Timur, yang mengembangkan tanaman dan ternak serta ikan  yang  sesuai dengan komoditi spesifik lokasi. Penataan kawasan RPL dapat dilakukan dengan  membagi dalam 3 strata sesuai dengan luas lahan pekarangan, kegiatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal  dalam memenuhi kebutuhan gizi dan membuat kebun bibit desa untuk keberlanjutan usaha. Jumlah rumah tangga sasaran untuk tahun 2012  adalah 20 KK, yang tersebar dalam 1 dusun. Tahapan Pelaksanaan: Persiapan meliputi: sosialisasi dan koordinasi dengan Pemda dan Instansi terkait, penentuan lokasi kegiatan, identifikasi dan pengelompokan lahan (lahan rumah tangga, dan lahan kosong), identifikasi kesesuaian komoditas yang akan dikembangkan, stratifikasi RT : (1) Strata 1 : < 100 m2 , (2) Strata 2 : 100 – 300 m2, , dan strata 3 :  > 300 m2 ; Pembentukan kelompok; Sosialisasi kegiatan; Pelatihan ; Pelaksanaan dan pengawalan teknologi serta kelembagaan: pengembangan kegiatan pemanfaatan pekarangan secara vertikultur dan pemeliharaan ternak dan ikan, serta pengembangan kebun bibit desa; Monitoring dan evaluasi

Kegiatan MKRPL dilaksanakan di Kelurahan Kima Atas Kecamatan Mapanget. Setelah kegiatan sosialisasi dilanjutkan penentuan lokasi kegiatan MKRPL. Kegiatan MKRPL diawali dengan pembuatan kebun bibit vdesa (KBD) dengan menyemaikan tanaman-tanaman bayam, cabe lokal, cabe keriting, kemangi, jahe, kunyit, terong, paria, kacang panjang dan masih ada beberapa tanaman lagi. Selain di kebun bibit desa, masing-masing keluarga tani peserta MKRPL menerima sebanyak 20 polibag untuk ditanam di pekarangan masing-masing. Pada pertengahan tahun lokasi MKRPL Manado mendapat kinjungan dari Menteri Pertanian dan Kepala BBP2TP. Menjelang akhir tahun dilaksanakan Temu Lapang yang bertujuan mengumpulkan stakeholder yang terlibat dalam kegiatan guna mengevaluasi hasil kegiatan MKRPL. Selain itu dilaksanakan pelatihan diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal yang dapat memberikan bekal ketrampilan kepada rumah tangga peserta MKRPL dalam mengolah hasil kebunnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

Secara umum pelaksanaan MKRPL Kota Manado berjalan lancar. Kerjasama yang baik antara berbagai pihak membuat pelaksanaan MKRPL Kota Manado mendapat apresiasi yang baik dari Menteri Pertanian. Dengan adanya MKRPL ini diharapkan peserta MKRPL mendapat pengetahuan yang memadai dalam memanfaatkan lahan pekarangannya sehingga bisa menekan pengeluaran sehari-hari. Selain itu dengan adanya pelatihan diversifikasi pangan akan memberikan bekal kepada peserta dalam mengolah hasil kebun menjadi bernilai ekonomi lebih tinggi.(*art)

Inventor: Ir.Rudien Tumewu.

LAST_UPDATED2
 
Video Pengalaman Pelaksanaan m-KRPL di Kota Tomohon PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 31 Maret 2014 19:57

Ketika Kami Melakukan, hmmmm.... lumayan manfaatnya.

Liputan Oleh: Arnold C. Turang

Sebelumnya, Kami harus menyediakan waktu yang cukup untuk pergi belanja kebutuhan harian di Pasar Tomohon. Atau Kami harus Menunggu para penjaja sayuran mobil atau motor yang datang di kampung berjualan. Sayur dan kebutuhan bumbu kami terima dalam, kondisi tidak lagi segar, kata seorang petani pelaksana.

BPTP memperkenalkan pada Kami Model Kawasan Rumah Pangan Lestari, Kami juga belum Percaya, karena itu cara seperti itu, sudah lama Kami lakukan. Menanam di pekaragan sudah sering dilakukan, tapi belum optimal. Setelah ami mengikuti petunjuk, ternyata memberikan MANFAAT yang baik, apalagi ada Kebun Bibit Desa (KBD). Ketersediaan bibit dijamin. Dalam kebun bibit desa, kata Petugas pendamping menjadi sumber bibit untuk pekarangan.

Ternyata memang, kegagalan Kami Yang Lalu KARENA regular tidak ADA KBD. Kami harus regular tidak Lagi kepasar, Sayuran Kami dapat Dalam, keadaan Segar Dan mengambil Sesuai kebutuhan di pekarangan.

Pengalaman kami, di Videokan oleh Petugas Pendamping dari BPTP, nah untuk melihatnya SAYA ajak untuk KLIK 2 Kali di alamat ini :

http://www.youtube.com/watch?v=EYN8B4q-LjE

LAST_UPDATED2
 
KBD Minahasa Tenggara Menjadi Pelopor Sumber Pangan Keluarga PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Minggu, 23 Maret 2014 14:12

Pelaksanaan Kebun Bibit Desa di Desa Tombatu, sudah memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan desa tersebut. Saat dilakukan Sosialisasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di desa ini, masih banyak petani yang belum memanfaatkan pekarangan. Masyarakat masih ketergantungan dengan berbelanja di pasar atau pada motor-motor penjual jajakan sayuran dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Pendapat spesimis, dengan program ini nampak juga ketika tim kerja memperkenalkan kegiatan ini di desa. Penanggung jawab kegiatan Ir. Gabriel H. Josep, dengan gayanya mengaplikasikan metode SDMC (Spectrum Multi Channel Disemination), berhasil menggugah pemuka masyarakat dan berhasil dengan kepeloporan langsung dari kepala desa, kegiatan ini tersosialisasi di masyarakat.

Kepala desa berbekal ilmu dari tim kerja berhasil menggerakkan lingkungan di desa dan ketika ditemui dilapangan, dari 20 anggota yang terlibat, sudah dilaksanakan lagi oleh setiap lingkungan dan mereka datang belajar dan mengambil bibit di KBD.

Menurut penuturan salah satu anggota ibu rumahtangga, bahwa dengan kegiatan ini mereka dapat menghebat biaya belanja sampai Rp. 150.000. dihalaman rumah ibu tersebut sudah bergelantungan model-model media yang ditanami dengan berbagai tanaman sayuran dan bumbu dapur sampai pada tanaman obat keluarga.(*art)

Alamat Youtube: www.youtube.com/watch?v=gkEDj6pwQaQ

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com