Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Download

Rumah Pangan

e-petani

Badan Litbang

Highlight

banner1
banner2

Kalender Kegiatan

coba

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Situs Web BPTP SULUT
Kawal UPSUS Pajale: TNI Bangun Posko Kordinasi di Lapangan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Kamis, 05 Maret 2015 04:53

Minahasa Utara,3/3---Komitmen bersama untuk sukseskan UPSUS Padi Jagungn Kedele, TNI-AD, mendirikan Posko di tingkat Babinsa. Posko ini akan menjadi fasilitas kordinasi bersama untuk melakukan pendampingan di tingkat desa. Dengan adanya Posko ini, menurut Babinsa, akan memudahkan melakukan kordinasi dan diskusi terkait dengan kendala mencapai tujuan kedaulatan pangan.

Tim BPTP, ketika melakukan pendampingan lapangan dalam rangka melihat langsung hasil real lapangan. Kondisi lapangan, petani sedang melakukan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi. Di lokasi kondisi tanaman sudah pada fase umur 22 hari setelah tanam dengan teknologi Jarwo. Keragaan tanaman di lapangan bervariasi, dan penting untuk dimotivasi bersama. Mengingat dengan kondisi keragaman waktu menanam, dapat mempengaruhi target yang diharapkan.

Varietas padi yang ditanam petani Cigeulis, dan Membramo, karena cocok dan sering digunakan petani. Namun dari pengamatan tim kerja BPTP dan langsung disarankan ke petani, terkait dengan ketepatan melakukan pemupukan. Petani beralasan terlambat memupuk karena hanya mengikuti kebiasaan petani dan pupuk belum dibeli. Sudah disarankan untuk kedepan harus pupuk sudah tersedia di lapangan agar tidak terlambat memupuk karen pupuk belum ada.

Hasil penelusuran lapangan yang dilakukan BPTP, di Minahasa Utara, untuk pembangunan irigasi, sedang berlangsung seperti dalam gambar tim kerja melihat pembangunan irigasi dan hamparan tanaman padi dengan tanam Jajar Legowo 3:1. Walau petani menanam tidak serempak, namun karena motivasi petani sudah bergerak melakukan penanaman dan sudah pada fase umur 22 hari, penting selalu didampingi, agar ketika menanam periode berikut dapat dimotivasi untuk serempak menanam.

Ketika melanjutkan penelusuran lapangan, hari yang sama dan tempat berbeda (di Kema-I), tim kerja melihat pembangunan Jaringan Irigasi yang diharapkan dapat mengairi luasan 70 ha sawah, tim kerja menemui kelompok tani yang sudah sementara membangun jaringan irigasi. Menurut penuturan ketua kelompok di lokasi sekitar 60 ha, dengan terbangunya jaringan irigasi, akan bertambah 10 ha yang akan terairi, sehingga itu sudah membantu kami petani, ujar ketua kelompok ketika ditemui di lapangan.

Di lokasi Kema I, hamparan seluar 70 ha, dengan keragaman kondisi pertanaman. Ada yang sedang melakukan panen, adan yang sedang menanam, mengolah tanah dan ada yang masih dalam kondisi belum ada aktivitas. Memang, kondisi ini menurut penuturan ketua kelompok, karena teman-teman mengejar ketersediaan air, sehingga ada yang langsung menyiapkan lahan untu langsung menanam, adan yang belum. Di tempat ini padi yang dikembangkan petani varietas lokal.(*art)

Sumber: Rita Novarianto dan Jemmy Wenas.

LAST_UPDATED2
 
Penyuluh Harus Lebih Kencang Mendampingi Petani PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Sabtu, 28 Februari 2015 17:15

Rekomendasi Teknologi Spesifik Lokasi yang diharapkan akan terimplementasi dalam kegiatan Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedele (UPSUS PAJALE) sangat ditentukan oleh kencangnya para penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan dilapangan. Keterpaduan bersama TNI-AD dalam hal ini Bintara Pembina Desa (Babinsa), akan memperkuat kegiatan dilapangan.

Teknologi Spesifik lokasi yang telah di rekomendasikan dan sudah dilaksanakan oleh BPTP di Lapangan sejak dilaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu, telah teruji dan hasil diatas harapan. Penerapan teknologi ini, didalamnya implementasi Jajar Legowo, pasti meningkatkan hasil. Bahkan di Sulawesi Utara rata-rata hasil diatas potensi varitas unggul yang dilepaskan. Sebagai contoh untuk Inpari 13, dari potensi 8 Ton/ ha. rata-rata kajian spesifik yang dilakukan BPTP Sulut, 9-10 ton per hekto are.

Capaian hasil di setiap kegiatan dengan pendampingan teknologi, mampu meningkatkan hasil diatas rata-rata potensi varietas yang diterapkan. Varietas-varietas padi yang telah dikembangkan BPTP Sulawesi Utara sejak tahun 2010 sampai 2014 akhir, seperti Inpari 20 yang dikembangkan di Tondano Selatan hasil 9 ton per hektar dengan ubinan contoh 10m x 10m. Dukungan BPTP dengan rekomendasi teknologi spesifik lokasi, pasti akan meningkatkan hasil, dengan ketentuan harus mengikuti penuh teknologi yang diterapkan, bukan sekedar diterapkan.

Sebagai Contoh satu simpul rekomendasi, penerapan sistem Jajar Legowo. BPTP sangat komit dengan menerapkan jajar legowo yang tepat akan menigkatkan hasil sampai 10 persen, asalkan sistim jarwonya tepat.

Komitmen BPTP mendampingi teknologi sampai di tingkat lapangan, terlihat ketika tim kerja BPTP melakukan pelayanan pendampingan pada kegiatan bersama petani di Amongena dan sebagaian lokasi lain. Ketika kegiatan penanaman, keterpaduan bersama penyuluh, BPTPH, Dinas, TNI di lapangan menerapkan Jajar Legowo. Tim kerja harus mencontohkan dengan menanam, dan bersama penyuluh meragakan sampai tuntas tanam jajar legowo, namun ketika pendampingan selanjutnya, petani relatif mangkir dari contoh yang telah diragakan.

Kendala utama, karena petani masih tergantung pada petani lain sebagai juru tanam. Petani juru tanam bukan pemilik lahan. Mereka sebagai buruh tani, yang hidup dari kegiatan makan gaji dari menanam padi dari petani satu, ke petani satu. Ini yang menyebabkan GAB teknologi.

Buruh tanam, tidak mau pusing dengan Jajar Legowo, bahkan mereka lebih mengutamakan cepat penuh hamparan untuk besok pindah lagi di lahan orang lain dengan bayaran lain lagi. karena mereka menerima orderan menanam sistem borongan. Hal itulah yang menyebabkan Jajar Legowo tidak dan sulit terlaksana bila penyuluh kurang kencang mendampingi teknologi khusus tanam jajar legowo.

 

 

 

LAST_UPDATED2
 
Pendampingan Bersama Gerakan Penerapan PTT di Minahasa PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Leonie P.Gosal,AP.   
Selasa, 24 Februari 2015 15:40

 

Langowan Barat (23/2)---Bertempat di lokasi kelompok tani Kalooran'ta Amongena pada lahan seluas 1 Ha, ditanami padi Superwin. Dengan menerapkan teknologi spesifik lokasi yang direkomndasikan oleh BPTP Sulawesi Utara.

Lokasi ini menjadi tempat untuk mendemostrasikan teknologi spesifik lokasi budidaya padi sawah. Kordinasi bersama Pihak Pupuk Kalimantan Timur dengan sarana pupuk, BPTP Teknologi Spesifik lokasi, BPTPH untuk pengendalian hama terpadu, PPL untuk melakukan pendampingan dan TNI untuk menyemangati petani dalam kegiatan akan disatukan di lokasi ini. Lokasi ini diharapkan akan menjadi sarana untuk para petani sekitar melihat dan menerapkan apa yang telah di laksanakan dilokasi ini.

Teknologi yang diterapkan dalam budidaya meliputi: Penggunaan Varietas Unggul Bermutu, menanam tepat waktu, pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara tanah dengan prinsip tepat : Jumlah, Jenis, Cara dan waktu. Pengairan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian OPT dan Penanganan Pasca Panen.

Menurut Aneke Turangan, kepala BP3K Langowan Timur,untuk Langowan Timur Luas Tanam 662 dan telah tertanami sudah 400 ha. Cara tanam beragam, dari Legowo 2:1, 3:1 dan 4:1. Pendampingan dilakukan terpadu dari pihak TNI, BPTP, BPTPH, BP3K membaur bersama di lokasi.

Sumber: Leonie G, Louise M,Richard R dan Arnold T.

LAST_UPDATED2
 
Sekretaris Badan Litbang Pertanian Melihat Dari Dekat Pembangunan di KP-Pandu Sulut PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold   
Minggu, 15 Februari 2015 20:23

Ketika berada di Sulawesi Utara (12/01/'15), Sekretaris Badan Litbang Pertanian melihat dari dekat pengelolaan Kebun Percobaan Pandu, setelah berkunjung di kantor BPTP Sulawesi Utara di Kalasey. Besar harapa, kedepan KP-Pandu menjadi pusat pengembangan Inovasi-Inovasi Teknologi hasil para pengkaji, mudah dilihat diimplementasi masyarakat dan mudah mendapatkannya untuk dikembangkan masyarakat.

Dari KP-Pandu Dr.Ir.Agung Hendryadi,MEng, melihat dari dekat proses pekerjaan-pekerjaan pembangunan di KP-Pandu. Menurut kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara Dr.Ir.Abdul Latif Rauf,MS., untuk tahun 2015 ini, banyak kegiatan kajian spesifik dan kegiatan fisitor yang akan dilaksanakan di Kebun Percobaan Pandu. Mulai dari kegiatan pengembangan Ayam KUB dari Litbang Pertanian, Kambing Unggul, dan beragam kegiatan pengolahan hasil, sedang di kembangkan di lokasi ini.

Setelah menyelesaikan kunjungan di KP-Pandu, dilanjutkan kunjungan di Balai Penelitian Kelapa dan Palma. Di Balitka, dalam satu pertemuan bersama dengan pegawai UPT Litbang di Sulawesi Utara, Sekretaris Badan Litbang mengapresiasi, inisiasi kebersamaan unit Litbang Pertanian di daerah dalam pro aktif mendukung program Upaya Khusus dari Kementerian Pertanian. Dalam kegiatan ini peranserta UPT Litbang bersatu padu dalam mendukung kegiatan pendampingan dilapangan.

Harapan Sekretaris Badan Litbang, agar dalam segala kesibukan kita mendampingi kegiatan Upaya Khusus, juga jangan melupakan Tugas Pokok Sebagai Pengkaji. Lakukan pendampingan sambil mengerjakan tugas pokok kita sebagai Peneliti dan Pengkaji pada Institusi kita. (*Art).

LAST_UPDATED2
 
Komitmen Membangun Pertanian Bersama TNI PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Arnold C.Turang.   
Selasa, 27 Januari 2015 17:57

Pakta Integritas Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di laksanakan bersama TNI-AD di Sulawesi Utara, dilaksanakan (27/01), walau rangkaian kegiatan sudah dimulai. Kegiatan bersama TNI-AD dan Pertanian di Sulawesi Utara, sudah dan sementara dilaksanakan.

Pencanangan kegiatan ini memang sudah dilaksanakan di 10 Kabupaten Kota di Sulawesi Utara, dan diawali dengan pencanangan pembangunan irigasi di Minahasa Utara. Kegiatan ini langsung di canangkan oleh wakil Gubernur Sulawesi Utara, dihadiri tim kerja UPSUS Pusat dan Komandan Korem 131 Santiago. Selanjutnya diikuti oleh 10 kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Utara, kata kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Ir. J. Panelwen.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk melengkapi komitmen bersama ini, dilaksanakan penanda tanganan Pakta Integritas Peningkatan Produksi PAJALE. Kegiatan ini dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara.

Dalam sambutan Komandan Korem, menjelaskan bahwa komitmen bersama ini harus dilakukan sampai ke tingkat desa. TNI-AD siap dan selalu siap untuk mensukseskan kegiatan ketahanan pangan ini.

Kegiatan penandatanganan dihadiri oleh jajaran TNI-AD dibawa Korem 131 Santiago, Dinas Pertanian dan Peternakan BPTP Sulawesi Utara.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com